Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
Minggu, 21 Juni 2026 - 12:58 WIB
loading...
Persaingan industri herbal masuk angin di Indonesia kini tidak hanya bertumpu pada kualitas produk, tetapi juga pada strategi membangun kredibilitas merek. FOTO/iStock
A
A
A
JAKARTA - Persaingan industri herbal masuk angin di Indonesia kini tidak hanya bertumpu pada kualitas produk, tetapi juga pada strategi membangun kredibilitas merek melalui figur publik. Produsen besar seperti Antangin JRG dan Tolak Angin produksi PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk saling memperkuat komunikasi pemasaran untuk menarik konsumen sekaligus menjaga kepercayaan pasar di tengah maraknya disinformasi di media sosial.
“Kita ini hidup di tengah media sosial yang satu hari berita-beritanya bisa membuat kita roboh karena berita hoaks,” kata Direktur Utama Sido Muncul Irwan Hidayat dalam keterangan pers, Minggu (21/6/2026).
Baca Juga: Dian Sastro Hadiri Perayaan Waisak di Borobudur, Ternyata Ini Alasannya!
Sido Muncul pada Mei 2026 menggandeng aktor Nicholas Saputra dalam kampanye bertema “Dari Indonesia untuk Dunia”. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi memperkuat citra merek setelah muncul isu di media sosial pada awal tahun mengenai kandungan eugenol atau ekstrak daun cengkeh dalam Tolak Angin yang disebut dapat memicu gangguan lambung.
Meski perusahaan telah memberikan klarifikasi, isu tersebut sempat menimbulkan keraguan di kalangan sebagian konsumen, khususnya penderita GERD. Direktur Marketing Sido Muncul Maria Reviani mengatakan pemilihan Nicholas Saputra didasarkan pada citra dan integritas sang aktor yang dinilai mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap produk herbal nasional.
Menurut Maria, Nicholas dikenal selektif dalam memilih kerja sama komersial dan konsisten menjaga profesionalisme. Selain itu, citra aktor yang juga aktif dalam isu lingkungan dianggap sejalan dengan upaya perusahaan membangun komunikasi merek yang lebih positif dan kredibel di mata konsumen.
Tantangan menjaga reputasi merek sebelumnya juga pernah dialami produk herbal ekspor perusahaan pada 2015 terkait pelabelan keamanan pangan di California, Amerika Serikat. Namun, hasil pengujian laboratorium independen di National Food Lab California menyatakan produk tersebut aman sehingga label peringatan akhirnya dicabut.
Baca Juga: 642 Siswi Ramaikan MilkLife Soccer Challenge Samarinda, Angin Segar Sepak Bola Putri
Di sisi lain, kompetitor utama di pasar herbal masuk angin lebih dulu menggandeng aktris Dian Sastrowardoyo melalui kampanye iklan bernuansa komedi thriller. Pendekatan tersebut menempatkan masuk angin sebagai kondisi umum yang dapat ditangani secara praktis sekaligus memperkuat persaingan di segmen produk herbal modern.
Pengamat pemasaran menilai penggunaan figur publik dalam industri barang konsumsi cepat saji (FMCG) berbasis herbal kini tidak lagi sekadar untuk mendongkrak penjualan jangka pendek. Di tengah derasnya arus informasi digital, figur publik dinilai menjadi instrumen strategis untuk membangun kepercayaan, memperkuat narasi merek, serta menjaga keberlanjutan bisnis di sektor kesehatan dan herbal.
“Kita ini hidup di tengah media sosial yang satu hari berita-beritanya bisa membuat kita roboh karena berita hoaks,” kata Direktur Utama Sido Muncul Irwan Hidayat dalam keterangan pers, Minggu (21/6/2026).
Baca Juga: Dian Sastro Hadiri Perayaan Waisak di Borobudur, Ternyata Ini Alasannya!
Sido Muncul pada Mei 2026 menggandeng aktor Nicholas Saputra dalam kampanye bertema “Dari Indonesia untuk Dunia”. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi memperkuat citra merek setelah muncul isu di media sosial pada awal tahun mengenai kandungan eugenol atau ekstrak daun cengkeh dalam Tolak Angin yang disebut dapat memicu gangguan lambung.
Meski perusahaan telah memberikan klarifikasi, isu tersebut sempat menimbulkan keraguan di kalangan sebagian konsumen, khususnya penderita GERD. Direktur Marketing Sido Muncul Maria Reviani mengatakan pemilihan Nicholas Saputra didasarkan pada citra dan integritas sang aktor yang dinilai mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap produk herbal nasional.
Menurut Maria, Nicholas dikenal selektif dalam memilih kerja sama komersial dan konsisten menjaga profesionalisme. Selain itu, citra aktor yang juga aktif dalam isu lingkungan dianggap sejalan dengan upaya perusahaan membangun komunikasi merek yang lebih positif dan kredibel di mata konsumen.
Tantangan menjaga reputasi merek sebelumnya juga pernah dialami produk herbal ekspor perusahaan pada 2015 terkait pelabelan keamanan pangan di California, Amerika Serikat. Namun, hasil pengujian laboratorium independen di National Food Lab California menyatakan produk tersebut aman sehingga label peringatan akhirnya dicabut.
Baca Juga: 642 Siswi Ramaikan MilkLife Soccer Challenge Samarinda, Angin Segar Sepak Bola Putri
Di sisi lain, kompetitor utama di pasar herbal masuk angin lebih dulu menggandeng aktris Dian Sastrowardoyo melalui kampanye iklan bernuansa komedi thriller. Pendekatan tersebut menempatkan masuk angin sebagai kondisi umum yang dapat ditangani secara praktis sekaligus memperkuat persaingan di segmen produk herbal modern.
Pengamat pemasaran menilai penggunaan figur publik dalam industri barang konsumsi cepat saji (FMCG) berbasis herbal kini tidak lagi sekadar untuk mendongkrak penjualan jangka pendek. Di tengah derasnya arus informasi digital, figur publik dinilai menjadi instrumen strategis untuk membangun kepercayaan, memperkuat narasi merek, serta menjaga keberlanjutan bisnis di sektor kesehatan dan herbal.
(nng)
Lihat Juga :