Ekspansi Layanan Hingga Wilayah 3T Percepat Pemerataan Ekonomi dan Inklusi Keuangan
Selasa, 23 Juni 2026 - 22:23 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Penguatan kinerja dan tata kelola terus ditunjukkan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sejak bersinergi dengan Danantara. Perubahan positif ini tidak hanya terlihat dari sisi kelembagaan, tetapi juga dari semakin luasnya manfaat yang dihadirkan bagi masyarakat prasejahtera, khususnya perempuan pengusaha ultra mikro.
Hingga saat ini, PNM telah melayani 23,1 juta nasabah di seluruh Indonesia. Catatan ini mengukuhkan posisi PNM sebagai lembaga pemberdayaan dan pembiayaan perempuan prasejahtera terbesar di dunia.
Bersama Danantara, penyajian informasi perusahaan kini semakin diperkuat berbasis data, fakta, dan kondisi nyata di lapangan. Langkah ini diambil agar operasional perusahaan menjadi lebih baik, akuntabel, dan mencerminkan kondisi riil secara tepat.
"Penguatan ini menjadi fondasi penting agar setiap langkah bisnis PNM dapat berjalan lebih sehat, transparan, dan berkelanjutan, tanpa meninggalkan tujuan utamanya: menghadirkan akses, pendampingan, serta kesempatan bertumbuh bagi masyarakat prasejahtera."
Menjaga Kualitas Layanan yang Tepat Sasaran
Di sisi lain, kualitas layanan dan penyaluran pembiayaan PNM terus dijaga ketat agar semakin tepat sasaran, terukur, dan mampu mendukung keberlanjutan usaha nasabah. Hal ini memberi ruang bagi PNM untuk menebar manfaat yang lebih luas—mulai dari peningkatan kapasitas usaha, pendampingan kelompok, hingga membangun kepercayaan diri perempuan prasejahtera agar dapat tumbuh sejahtera bersama keluarganya.
COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengapresiasi peningkatan kinerja BUMN termasuk PNM yang dinilai sukses melampaui target. Menurutnya, pertumbuhan positif tersebut sejalan dengan semangat transparansi informasi yang terus ditekankan oleh Danantara dan BP BUMN.
Komitmen Pemberdayaan hingga Wilayah Pelosok (3T)
Direktur Utama PNM, Kindaris, menyampaikan bahwa dukungan dan peran Danantara menjadi bagian krusial dalam memperkuat ikhtiar PNM menghadirkan pemberdayaan yang lebih berdampak.
“Bagi kami, pertumbuhan bukan semata tentang angka, tetapi tentang bagaimana semakin banyak perempuan prasejahtera yang memiliki kesempatan untuk bangkit, berusaha, dan memperbaiki kehidupan keluarganya," ujar Kindaris, Selasa (23/6/2026).
Ia menambahkan, melalui semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, harapan bagi perempuan kelompok subsisten kini semakin nyata dirasakan oleh masyarakat di wilayah rural. Perluasan pelayanan hingga ke daerah pelosok Indonesia, termasuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), membuktikan komitmen PNM bersama Danantara untuk hadir memberdayakan perempuan yang selama ini kesulitan mendapat akses perbankan.
"Bersama Danantara, PNM ingin memastikan manfaat pemberdayaan hadir dengan tata kelola yang lebih baik, penyaluran yang lebih berkualitas, dan semangat yang tetap dekat dengan masyarakat. Tujuannya agar tidak ada lagi celah (gap) akses pembiayaan dan pemberdayaan bagi mereka yang tinggal di perkotaan maupun di ujung Indonesia,” tutup Kindaris.
Hingga saat ini, PNM telah melayani 23,1 juta nasabah di seluruh Indonesia. Catatan ini mengukuhkan posisi PNM sebagai lembaga pemberdayaan dan pembiayaan perempuan prasejahtera terbesar di dunia.
Bersama Danantara, penyajian informasi perusahaan kini semakin diperkuat berbasis data, fakta, dan kondisi nyata di lapangan. Langkah ini diambil agar operasional perusahaan menjadi lebih baik, akuntabel, dan mencerminkan kondisi riil secara tepat.
"Penguatan ini menjadi fondasi penting agar setiap langkah bisnis PNM dapat berjalan lebih sehat, transparan, dan berkelanjutan, tanpa meninggalkan tujuan utamanya: menghadirkan akses, pendampingan, serta kesempatan bertumbuh bagi masyarakat prasejahtera."
Menjaga Kualitas Layanan yang Tepat Sasaran
Di sisi lain, kualitas layanan dan penyaluran pembiayaan PNM terus dijaga ketat agar semakin tepat sasaran, terukur, dan mampu mendukung keberlanjutan usaha nasabah. Hal ini memberi ruang bagi PNM untuk menebar manfaat yang lebih luas—mulai dari peningkatan kapasitas usaha, pendampingan kelompok, hingga membangun kepercayaan diri perempuan prasejahtera agar dapat tumbuh sejahtera bersama keluarganya.
COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengapresiasi peningkatan kinerja BUMN termasuk PNM yang dinilai sukses melampaui target. Menurutnya, pertumbuhan positif tersebut sejalan dengan semangat transparansi informasi yang terus ditekankan oleh Danantara dan BP BUMN.
Komitmen Pemberdayaan hingga Wilayah Pelosok (3T)
Direktur Utama PNM, Kindaris, menyampaikan bahwa dukungan dan peran Danantara menjadi bagian krusial dalam memperkuat ikhtiar PNM menghadirkan pemberdayaan yang lebih berdampak.
“Bagi kami, pertumbuhan bukan semata tentang angka, tetapi tentang bagaimana semakin banyak perempuan prasejahtera yang memiliki kesempatan untuk bangkit, berusaha, dan memperbaiki kehidupan keluarganya," ujar Kindaris, Selasa (23/6/2026).
Ia menambahkan, melalui semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, harapan bagi perempuan kelompok subsisten kini semakin nyata dirasakan oleh masyarakat di wilayah rural. Perluasan pelayanan hingga ke daerah pelosok Indonesia, termasuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), membuktikan komitmen PNM bersama Danantara untuk hadir memberdayakan perempuan yang selama ini kesulitan mendapat akses perbankan.
"Bersama Danantara, PNM ingin memastikan manfaat pemberdayaan hadir dengan tata kelola yang lebih baik, penyaluran yang lebih berkualitas, dan semangat yang tetap dekat dengan masyarakat. Tujuannya agar tidak ada lagi celah (gap) akses pembiayaan dan pemberdayaan bagi mereka yang tinggal di perkotaan maupun di ujung Indonesia,” tutup Kindaris.
(unt)
Lihat Juga :