Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Rabu, 24 Juni 2026 - 12:54 WIB
loading...
IHSG ditutup di zona merah atau melemah 1,62% ke level 6.002 pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (24/6/2026). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup di zona merah atau melemah 1,62% ke level 6.002 pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (24/6/2026). Sepanjang paruh pertama perdagangan indeks bergerak dengan level tertingginya di level 6.171, dan level terendahnya 5.993.
Volume perdagangan IHSG sesi siang ini mencapai 11,17 miliar lembar saham , yang ditransaksikan dengan nilai Rp6,7 triliun. Tercatat 207 emiten saham menguat, 457 emiten saham memerah, dan 295 emiten saham yang stagnan. Market cap pada perdagangan hingga siang hari ini mencapai Rp10.524 triliun.
Dari 11 sektor yang tercatat, hanya sektor teknologi yang mampu bertahan di jalur positif, sementara 10 sektor lainnya mengalami pelemahan. Sektor barang baku menjadi sektor dengan penurunan terdalam setelah terkoreksi 3,45% atau turun 57,06 poin.
Baca Juga: IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
Tekanan juga terlihat pada sektor energi yang merosot 2,86% atau 82,7 poin. Selanjutnya sektor infrastruktur melemah 2,22%, diikuti penurunan sektor kesehatan 1,1%. Sektor transportasi juga terkoreksi 1%, sementara sektor non-primer menyusut 1,28%.
Sektor keuangan yang memiliki kapitalisasi pasar besar turut berada di zona negatif dengan penurunan 0,83%. Adapun sektor primer terkoreksi 0,84%, sektor properti turun 0,58%, dan sektor perindustrian melemah 0,57%.
Di tengah dominasi pelemahan tersebut, sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang mencatatkan penguatan. Indeks sektor teknologi naik 0,25% atau bertambah 16,05 poin, menunjukkan masih adanya minat beli investor pada sejumlah saham teknologi saat sektor lain mengalami tekanan.
Baca Juga: Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
Sementara top gainers pada siang hari ini yaitu PTPW menguat 24,79% ke level 1.510, BHAT menguat 23,86% ke level 1.635, EMDE menguat 21,88% ke level 78, BOGA menguat 20% ke level 1.710, dan CITY menguat 14,47% ke level 182.
Adapun top losers terdiri dari CBPE tertekan 12,74% ke level 274, ARKO melemah 12,66% ke level 4.760, BALI melemah 12,54% ke level 1.290, BRMS melemah ke level 10,16 persen ke level 575, dan BUKK melemah 10,04% ke level 1.120.
Sebagai informasi penyedia indeks global MSCI (Morgan Stanley Capital International) dalam laporannya MSCI 2026 Market Classification Review yang dirilis pada Selasa (23/6), mengungkapkan bahwa investor institusi internasional masih menyampaikan kekhawatiran terkait transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi di pasar saham Indonesia.
Meski Indonesia sejauh ini tetap dipertahankan sebagai emerging market, MSCI tetap memberikan dua catatan terhadap aspek transparansi kepemilikan saham dan praktik coordinated trading. Lembaga penyedia indeks global itu akan kembali mengevaluasi perkembangan pasar modal Indonesia hingga jadwal peninjauan berikutnya pada November 2026.
Volume perdagangan IHSG sesi siang ini mencapai 11,17 miliar lembar saham , yang ditransaksikan dengan nilai Rp6,7 triliun. Tercatat 207 emiten saham menguat, 457 emiten saham memerah, dan 295 emiten saham yang stagnan. Market cap pada perdagangan hingga siang hari ini mencapai Rp10.524 triliun.
Dari 11 sektor yang tercatat, hanya sektor teknologi yang mampu bertahan di jalur positif, sementara 10 sektor lainnya mengalami pelemahan. Sektor barang baku menjadi sektor dengan penurunan terdalam setelah terkoreksi 3,45% atau turun 57,06 poin.
Baca Juga: IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
Tekanan juga terlihat pada sektor energi yang merosot 2,86% atau 82,7 poin. Selanjutnya sektor infrastruktur melemah 2,22%, diikuti penurunan sektor kesehatan 1,1%. Sektor transportasi juga terkoreksi 1%, sementara sektor non-primer menyusut 1,28%.
Sektor keuangan yang memiliki kapitalisasi pasar besar turut berada di zona negatif dengan penurunan 0,83%. Adapun sektor primer terkoreksi 0,84%, sektor properti turun 0,58%, dan sektor perindustrian melemah 0,57%.
Di tengah dominasi pelemahan tersebut, sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang mencatatkan penguatan. Indeks sektor teknologi naik 0,25% atau bertambah 16,05 poin, menunjukkan masih adanya minat beli investor pada sejumlah saham teknologi saat sektor lain mengalami tekanan.
Baca Juga: Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
Sementara top gainers pada siang hari ini yaitu PTPW menguat 24,79% ke level 1.510, BHAT menguat 23,86% ke level 1.635, EMDE menguat 21,88% ke level 78, BOGA menguat 20% ke level 1.710, dan CITY menguat 14,47% ke level 182.
Adapun top losers terdiri dari CBPE tertekan 12,74% ke level 274, ARKO melemah 12,66% ke level 4.760, BALI melemah 12,54% ke level 1.290, BRMS melemah ke level 10,16 persen ke level 575, dan BUKK melemah 10,04% ke level 1.120.
Sebagai informasi penyedia indeks global MSCI (Morgan Stanley Capital International) dalam laporannya MSCI 2026 Market Classification Review yang dirilis pada Selasa (23/6), mengungkapkan bahwa investor institusi internasional masih menyampaikan kekhawatiran terkait transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi di pasar saham Indonesia.
Meski Indonesia sejauh ini tetap dipertahankan sebagai emerging market, MSCI tetap memberikan dua catatan terhadap aspek transparansi kepemilikan saham dan praktik coordinated trading. Lembaga penyedia indeks global itu akan kembali mengevaluasi perkembangan pasar modal Indonesia hingga jadwal peninjauan berikutnya pada November 2026.
(akr)
Lihat Juga :