Hadapi Ketidakpastian Global, Gajah Tunggal Andalkan Efisiensi dan Inovasi

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:22 WIB
loading...
Hadapi Ketidakpastian...
PT Gajah Tunggal Tbk memperkuat strategi efisiensi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi ketidakpastian global. FOTO/Rohman Wibowo
A A A
JAKARTA - PT Gajah Tunggal Tbk memperkuat strategi efisiensi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi tekanan biaya energi, tenaga kerja, dan fluktuasi nilai tukar di tengah ketidakpastian ekonomi global. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas operasional industri ban yang sangat sensitif terhadap dinamika harga energi dan kurs mata uang.

"Kami terus meningkatkan efisiensi. Industri ini kan industri yang sangat peka terhadap nilai tukar dan kemudian harga energi," kata Presiden Direktur PT Gajah Tunggal Tbk Suryopratomo seperti dikutip Rabu (24/6/2026).

Baca Juga: Suryopratomo Ungkap Pejabat di Singapura Tidak Boleh Hidup Lebih Mewah dari Rakyatnya

Suryopratomo mengatakan industri ban merupakan sektor padat karya yang beroperasi selama 24 jam dengan sistem tiga shift. Dengan jumlah tenaga kerja mencapai sekitar 17 ribu orang, kenaikan biaya energi dan upah menjadi faktor yang sangat memengaruhi struktur biaya perusahaan.



Meski menghadapi tekanan biaya, perusahaan tidak memilih langkah pengurangan tenaga kerja. Menurut Suryopratomo, Gajah Tunggal justru memperkuat investasi di bidang pengembangan SDM melalui Politeknik Gajah Tunggal yang dikelola perusahaan. "Bukan kepada pengurangan tenaga kerja. Kami Gajah Tunggal itu perusahaan yang punya politeknik," ujarnya.

Ia menjelaskan politeknik tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga regenerasi tenaga kerja perusahaan. Lulusan dari lembaga pendidikan itu juga diserap langsung ke dalam grup usaha Gajah Tunggal untuk mendukung kebutuhan operasional jangka panjang.

Hadapi Ketidakpastian Global, Gajah Tunggal Andalkan Efisiensi dan Inovasi

Selain penguatan SDM, perusahaan juga mendorong inovasi melalui tim Research and Development (R&D) guna mencari solusi efisiensi produksi tanpa mengurangi kualitas produk yang dihasilkan. "Kami punya tim Research and Development yang baik dan ini salah satu hal lain yang kemudian bisa dipergunakan untuk meningkatkan efisiensi," kata Suryopratomo.

Baca Juga: Belajar dari Singapura, Sinergi 3 Pilar Ini Penting untuk Membangun Indonesia

Di tengah tantangan industri manufaktur dan situasi geopolitik global, Gajah Tunggal juga menilai pentingnya kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk media, untuk membangun pemahaman publik mengenai peran industri nasional dalam perekonomian. Melalui kombinasi efisiensi operasional, pengembangan SDM, dan penguatan inovasi, perusahaan berupaya mempertahankan daya saing di industri ban nasional maupun global yang semakin kompetitif.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Jeblok Lagi,...
Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
Monitoring Konsumsi...
Monitoring Konsumsi Listrik Kini Jadi Langkah Awal Efisiensi Energi
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Nana Mirdad hingga Maia Estianty Ikut Resah
Rekomendasi
WOSPAC Paparkan Solusi...
WOSPAC Paparkan Solusi Menuju Piala Dunia dan Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Ini Daftar Hakim yang...
Ini Daftar Hakim yang Bakal Mengadili Dokter Tifa dan Roy Suryo
Berita Terkini
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved