TikTok Bidik Pertumbuhan Aplikasi Asia Tenggara lewat Inovasi AI
Rabu, 24 Juni 2026 - 17:05 WIB
loading...
General Manager Global Business Solutions SEA and Japan TikTok, Yuke (Ray) Hu. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - TikTok memperkenalkan rangkaian inovasi produk dan solusi kreatif berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendorong pertumbuhan industri aplikasi dan gim di Asia Tenggara dalam ajang TikTok Apps Summit 2026 di Singapura.
Forum bertema “Mini Moments, Max Impact” tersebut mempertemukan lebih dari 150 pengambil keputusan dari perusahaan aplikasi dan gim di enam negara Asia Tenggara guna membahas strategi pertumbuhan bisnis digital, monetisasi, hingga penguatan pemasaran berbasis AI.
“Industri aplikasi kini memasuki fase pertumbuhan baru seiring hadirnya solusi AI yang semakin memudahkan pembuatan aplikasi dan menurunkan hambatan pengembangannya,” ujar General Manager Global Business Solutions SEA and Japan TikTok, Yuke (Ray) Hu, dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).
Baca Juga: TikTok Shop by Tokopedia Dorong 35 Brand Lokal Tembus Pasar Asia Tenggara
Menurut dia, di tengah persaingan mendapatkan perhatian pengguna, pengembang aplikasi membutuhkan platform yang mampu mengintegrasikan proses penemuan konten, interaksi, hingga monetisasi dalam satu ekosistem. TikTok, lanjutnya, berupaya menjawab kebutuhan tersebut melalui pengalaman native di dalam platform.
Dalam kesempatan itu, TikTok meluncurkan fitur Mini Dramas dan Mini Games yang memungkinkan pengguna menemukan, menonton, memainkan, hingga membeli konten tanpa meninggalkan aplikasi. Fitur tersebut ditujukan untuk membantu pengembang dan pengiklan meningkatkan keterlibatan pengguna sekaligus membuka sumber pendapatan baru.
TikTok juga memperkenalkan TikTok Growth Max, solusi iklan otomatis yang dirancang untuk mengoptimalkan performa pemasaran di seluruh tahapan funnel, mulai dari discovery, engagement, hingga konversi.
Berdasarkan data Sensor Tower, ekonomi aplikasi global pada 2025 mencatat 149 miliar unduhan aplikasi dengan pendapatan dalam aplikasi mencapai USD167 milia. Asia Tenggara disebut menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan tercepat, terutama pada kategori drama pendek dan gim.
Baca Juga: TikTok GO by Tokopedia Integrasikan Konten dan Bisnis Kuliner
Country Head INSEA & ANZ Sensor Tower Krishan Patel mengatakan drama pendek menjadi kategori hiburan mobile dengan pertumbuhan tercepat secara global. Pada kuartal I 2026, unduhan drama pendek meningkat 140% secara tahunan, dengan Asia Tenggara menyumbang 32% dari total unduhan global dan mencatat pertumbuhan 220%.
Selain memperkuat sisi distribusi konten, TikTok turut menghadirkan integrasi Dreamina Seedance 2.0 ke dalam TikTok Symphony untuk mendukung pembuatan video iklan berbasis AI. Perusahaan juga meluncurkan TikTok Ads Model Context Protocol (MCP) Server dan TikTok Ads Skills guna mempermudah pengembang membangun alat AI untuk pengelolaan kampanye iklan secara otomatis.
TikTok menilai Asia Tenggara memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan aplikasi global. Dengan basis pengguna global lebih dari 1 miliar orang, platform tersebut optimistis pengembang dari kawasan Asia Tenggara dapat memperluas pasar ke tingkat regional maupun internasional melalui dukungan ekosistem digital dan AI yang semakin terintegrasi.
Forum bertema “Mini Moments, Max Impact” tersebut mempertemukan lebih dari 150 pengambil keputusan dari perusahaan aplikasi dan gim di enam negara Asia Tenggara guna membahas strategi pertumbuhan bisnis digital, monetisasi, hingga penguatan pemasaran berbasis AI.
“Industri aplikasi kini memasuki fase pertumbuhan baru seiring hadirnya solusi AI yang semakin memudahkan pembuatan aplikasi dan menurunkan hambatan pengembangannya,” ujar General Manager Global Business Solutions SEA and Japan TikTok, Yuke (Ray) Hu, dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).
Baca Juga: TikTok Shop by Tokopedia Dorong 35 Brand Lokal Tembus Pasar Asia Tenggara
Menurut dia, di tengah persaingan mendapatkan perhatian pengguna, pengembang aplikasi membutuhkan platform yang mampu mengintegrasikan proses penemuan konten, interaksi, hingga monetisasi dalam satu ekosistem. TikTok, lanjutnya, berupaya menjawab kebutuhan tersebut melalui pengalaman native di dalam platform.
Dalam kesempatan itu, TikTok meluncurkan fitur Mini Dramas dan Mini Games yang memungkinkan pengguna menemukan, menonton, memainkan, hingga membeli konten tanpa meninggalkan aplikasi. Fitur tersebut ditujukan untuk membantu pengembang dan pengiklan meningkatkan keterlibatan pengguna sekaligus membuka sumber pendapatan baru.
TikTok juga memperkenalkan TikTok Growth Max, solusi iklan otomatis yang dirancang untuk mengoptimalkan performa pemasaran di seluruh tahapan funnel, mulai dari discovery, engagement, hingga konversi.
Berdasarkan data Sensor Tower, ekonomi aplikasi global pada 2025 mencatat 149 miliar unduhan aplikasi dengan pendapatan dalam aplikasi mencapai USD167 milia. Asia Tenggara disebut menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan tercepat, terutama pada kategori drama pendek dan gim.
Baca Juga: TikTok GO by Tokopedia Integrasikan Konten dan Bisnis Kuliner
Country Head INSEA & ANZ Sensor Tower Krishan Patel mengatakan drama pendek menjadi kategori hiburan mobile dengan pertumbuhan tercepat secara global. Pada kuartal I 2026, unduhan drama pendek meningkat 140% secara tahunan, dengan Asia Tenggara menyumbang 32% dari total unduhan global dan mencatat pertumbuhan 220%.
Selain memperkuat sisi distribusi konten, TikTok turut menghadirkan integrasi Dreamina Seedance 2.0 ke dalam TikTok Symphony untuk mendukung pembuatan video iklan berbasis AI. Perusahaan juga meluncurkan TikTok Ads Model Context Protocol (MCP) Server dan TikTok Ads Skills guna mempermudah pengembang membangun alat AI untuk pengelolaan kampanye iklan secara otomatis.
TikTok menilai Asia Tenggara memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan aplikasi global. Dengan basis pengguna global lebih dari 1 miliar orang, platform tersebut optimistis pengembang dari kawasan Asia Tenggara dapat memperluas pasar ke tingkat regional maupun internasional melalui dukungan ekosistem digital dan AI yang semakin terintegrasi.
(nng)
Lihat Juga :