Logo Koperasi dalam Iklan Air Mineral Dinilai Bisa Membingungkan Konsumen
Rabu, 24 Juni 2026 - 20:13 WIB
loading...
Kemunculan logo koperasi pada panel pesan kesehatan dalam sebuah iklan air minum kemasan menjadi sorotan. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kemunculan logo koperasi pada panel pesan kesehatan dalam sebuah iklan air minum kemasan menjadi sorotan sejumlah pakar komunikasi dan periklanan. Penggunaan simbol yang berafiliasi dengan organisasi profesi kedokteran itu dinilai berpotensi membingungkan konsumen terkait otoritas pihak yang menyampaikan pesan kesehatan.
Dalam tayangan iklan tersebut, panel pesan kesehatan muncul pada bagian akhir video dengan ajakan mencegah dehidrasi melalui konsumsi air mineral. Pada panel yang sama juga terlihat logo koperasi yang disebut berafiliasi dengan organisasi profesi dokter.
Ketua Badan Pengawas Periklanan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (BPP-P3I), Susilo Dwihatmanto, menilai penggunaan simbol yang dekat dengan profesi dokter dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap pesan yang disampaikan. "Mengapa dipakai bias otoritas? Karena kalau dokter yang ngomong, dianggapnya sudah pasti benar," kata Susilo seperti dikutip pada Kamis (24/6/2026).
Baca Juga: BPOM: 99,76 Persen AMDK Merupakan Produk Dalam Negeri
Menurut Susilo, persoalan utama bukan semata penggunaan logo koperasi, melainkan konteks kemunculannya dalam pesan kesehatan yang dapat menimbulkan persepsi seolah berasal dari otoritas medis tertentu.
“Logonya memang pakai koperasinya, tapi dari jauh terlihat seperti logo organisasi profesi kedokteran. Padahal, dalam iklan, unsur yang paling utama adalah bahwa iklan harus jujur,” ujarnya.
Ahli Ilmu Komunikasi Algooth Putranto juga menilai masyarakat pada umumnya mengenal koperasi sebagai lembaga yang bergerak di bidang ekonomi dan pelayanan anggota, bukan sebagai pihak yang memberikan edukasi kesehatan kepada publik.
Baca Juga: Lindungi Konsumen, BPKN Minta Produsen AMDK Tarik Galon Tua dari Peredaran
Sebab itu, menurut Algooth, kemunculan logo koperasi dalam panel pesan kesehatan berpotensi memunculkan pertanyaan mengenai siapa pihak yang sebenarnya menyampaikan pesan dan apa dasar kewenangannya.
Para pakar menilai kejelasan mengenai pihak yang berada di balik pesan kesehatan menjadi penting untuk menghindari salah persepsi masyarakat terhadap sumber informasi yang diterima, terutama dalam materi komunikasi yang bersifat komersial dan menjangkau publik luas.
Dalam tayangan iklan tersebut, panel pesan kesehatan muncul pada bagian akhir video dengan ajakan mencegah dehidrasi melalui konsumsi air mineral. Pada panel yang sama juga terlihat logo koperasi yang disebut berafiliasi dengan organisasi profesi dokter.
Ketua Badan Pengawas Periklanan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (BPP-P3I), Susilo Dwihatmanto, menilai penggunaan simbol yang dekat dengan profesi dokter dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap pesan yang disampaikan. "Mengapa dipakai bias otoritas? Karena kalau dokter yang ngomong, dianggapnya sudah pasti benar," kata Susilo seperti dikutip pada Kamis (24/6/2026).
Baca Juga: BPOM: 99,76 Persen AMDK Merupakan Produk Dalam Negeri
Menurut Susilo, persoalan utama bukan semata penggunaan logo koperasi, melainkan konteks kemunculannya dalam pesan kesehatan yang dapat menimbulkan persepsi seolah berasal dari otoritas medis tertentu.
“Logonya memang pakai koperasinya, tapi dari jauh terlihat seperti logo organisasi profesi kedokteran. Padahal, dalam iklan, unsur yang paling utama adalah bahwa iklan harus jujur,” ujarnya.
Ahli Ilmu Komunikasi Algooth Putranto juga menilai masyarakat pada umumnya mengenal koperasi sebagai lembaga yang bergerak di bidang ekonomi dan pelayanan anggota, bukan sebagai pihak yang memberikan edukasi kesehatan kepada publik.
Baca Juga: Lindungi Konsumen, BPKN Minta Produsen AMDK Tarik Galon Tua dari Peredaran
Sebab itu, menurut Algooth, kemunculan logo koperasi dalam panel pesan kesehatan berpotensi memunculkan pertanyaan mengenai siapa pihak yang sebenarnya menyampaikan pesan dan apa dasar kewenangannya.
Para pakar menilai kejelasan mengenai pihak yang berada di balik pesan kesehatan menjadi penting untuk menghindari salah persepsi masyarakat terhadap sumber informasi yang diterima, terutama dalam materi komunikasi yang bersifat komersial dan menjangkau publik luas.
(nng)
Lihat Juga :