Rupiah Menguat, IHSG Hari Ini Ditutup Melejit Nyaris 2%
Kamis, 25 Juni 2026 - 17:17 WIB
loading...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada hari ini, Kamis (25/6/2026). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis pada akhir perdagangan Kamis (25/6/2026), naik 9 poin atau sekitar 0,05% ke level Rp17.943 per dolar AS. Sejalan dengan penguatan rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ditutup melonjak 115,16 poin atau 1,96% ke level 5.999.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan sentimen positif pasar dipengaruhi meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah tercapainya kesepakatan awal untuk mengakhiri perang AS-Israel dengan Iran.
"Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan aliran melalui Selat Hormuz hampir kembali normal seperti sebelum perang Iran dimulai, dengan sedikitnya 20 juta barel minyak keluar dari selat dalam 24 jam terakhir," ujar Ibrahim dalam risetnya, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga: IHSG Sesi Siang Berbalik Meroket 2,69% Tembus Level 6.041
Ia menjelaskan, dimulainya kembali lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz membuat kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak global mereda. Kondisi tersebut mendorong harga minyak mentah dunia turun tajam sepanjang pekan ini.
Kesepakatan antara AS dan Iran juga membuka periode negosiasi selama 60 hari untuk membahas isu lanjutan, termasuk program nuklir Iran. Selain itu, Oman telah membuka jalur sementara guna memperlancar pergerakan kapal tanker dari Selat Hormuz.
Meski harga minyak melemah, pasar masih mencermati arah kebijakan Federal Reserve (Fed). Pelaku pasar menilai bank sentral AS masih berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi setelah muncul perbedaan pandangan di internal pejabat Fed terkait peluang kenaikan suku bunga hingga akhir 2026.
Dari domestik, pemerintah dinilai berhasil menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan geopolitik global. Ketergantungan impor minyak Indonesia dari Timur Tengah kini disebut tinggal sekitar 20% setelah pemerintah melakukan diversifikasi pasokan energi dari sejumlah negara Afrika serta memperkuat kerja sama energi dengan AS dan Venezuela.
Pemerintah juga optimistis kondisi ekonomi nasional tetap solid pada 2026. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 sebesar 5,61%, cadangan devisa mencapai USD144,9 miliar per akhir Mei 2026, serta realisasi investasi sebesar Rp498,8 triliun pada triwulan pertama tahun ini.
Baca Juga: Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
Sementara itu, IHSG ditutup di zona hijau dengan 562 saham menguat, 148 saham melemah, dan 249 saham stagnan. Nilai transaksi perdagangan tercatat mencapai Rp13,60 triliun dari 20,89 miliar saham yang diperdagangkan.
Seluruh indeks sektoral juga ditutup menguat, dipimpin sektor energi, keuangan, properti, industri, teknologi, hingga infrastruktur. Saham-saham yang mencatat penguatan tertinggi antara lain PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) yang naik 33,96% ke Rp71, PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) naik 24,81% ke Rp1.635, serta PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) yang menguat 24,38% ke Rp3.010.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan sentimen positif pasar dipengaruhi meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah tercapainya kesepakatan awal untuk mengakhiri perang AS-Israel dengan Iran.
"Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan aliran melalui Selat Hormuz hampir kembali normal seperti sebelum perang Iran dimulai, dengan sedikitnya 20 juta barel minyak keluar dari selat dalam 24 jam terakhir," ujar Ibrahim dalam risetnya, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga: IHSG Sesi Siang Berbalik Meroket 2,69% Tembus Level 6.041
Ia menjelaskan, dimulainya kembali lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz membuat kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak global mereda. Kondisi tersebut mendorong harga minyak mentah dunia turun tajam sepanjang pekan ini.
Kesepakatan antara AS dan Iran juga membuka periode negosiasi selama 60 hari untuk membahas isu lanjutan, termasuk program nuklir Iran. Selain itu, Oman telah membuka jalur sementara guna memperlancar pergerakan kapal tanker dari Selat Hormuz.
Meski harga minyak melemah, pasar masih mencermati arah kebijakan Federal Reserve (Fed). Pelaku pasar menilai bank sentral AS masih berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi setelah muncul perbedaan pandangan di internal pejabat Fed terkait peluang kenaikan suku bunga hingga akhir 2026.
Dari domestik, pemerintah dinilai berhasil menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan geopolitik global. Ketergantungan impor minyak Indonesia dari Timur Tengah kini disebut tinggal sekitar 20% setelah pemerintah melakukan diversifikasi pasokan energi dari sejumlah negara Afrika serta memperkuat kerja sama energi dengan AS dan Venezuela.
Pemerintah juga optimistis kondisi ekonomi nasional tetap solid pada 2026. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 sebesar 5,61%, cadangan devisa mencapai USD144,9 miliar per akhir Mei 2026, serta realisasi investasi sebesar Rp498,8 triliun pada triwulan pertama tahun ini.
Baca Juga: Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
Sementara itu, IHSG ditutup di zona hijau dengan 562 saham menguat, 148 saham melemah, dan 249 saham stagnan. Nilai transaksi perdagangan tercatat mencapai Rp13,60 triliun dari 20,89 miliar saham yang diperdagangkan.
Seluruh indeks sektoral juga ditutup menguat, dipimpin sektor energi, keuangan, properti, industri, teknologi, hingga infrastruktur. Saham-saham yang mencatat penguatan tertinggi antara lain PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) yang naik 33,96% ke Rp71, PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) naik 24,81% ke Rp1.635, serta PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) yang menguat 24,38% ke Rp3.010.
(nng)
Lihat Juga :