Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:38 WIB
loading...
Waspadai Phishing dan...
Indodax mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai maraknya modus phishing dan customer support (CS) palsu. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Platform perdagangan aset kripto Indodax mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai maraknya modus phishing dan customer support (CS) palsu yang semakin banyak menyasar pengguna aset digital di tengah meningkatnya minat terhadap investasi kripto.

Perusahaan menilai pelaku kejahatan siber kini lebih sering mengeksploitasi kelengahan pengguna melalui teknik social engineering dibandingkan menyerang sistem teknologi secara langsung.

"Saat ini pelaku kejahatan siber tidak lagi hanya mencari celah pada sistem, tetapi juga mencari celah pada manusia. Modus CS palsu merupakan salah satu bentuk social engineering yang memanfaatkan rasa panik dan kepercayaan pengguna agar secara sukarela memberikan akses ke akun mereka," kata Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian seperti dikutip pada Kamis (25/6/2026).

Baca Juga: Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900

Berdasarkan laporan keamanan Web3 dari perusahaan keamanan blockchain Hacken, lebih dari 63 persen total kerugian akibat insiden keamanan pada kuartal I 2026 berasal dari phishing dan social engineering. Dari total kerugian sekitar 482 juta dolar AS sepanjang Januari-Maret 2026, sekitar 306 juta dolar AS di antaranya dipicu serangan berbasis manipulasi pengguna tersebut.

Aloysia mengatakan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membuat modus phishing semakin sulit dikenali. Pelaku kini dapat membuat email, pesan instan, hingga komunikasi digital yang tampak profesional dan menyerupai komunikasi resmi perusahaan.

"Jika dahulu pesan penipuan relatif mudah dikenali karena banyak kesalahan penulisan, kini pelaku mampu membuat komunikasi yang sangat menyerupai pesan resmi perusahaan. Karena itu, kami selalu mengingatkan pengguna untuk melakukan verifikasi sebelum memberikan informasi apa pun terkait akun mereka," ujarnya.



Selain itu, Microsoft Threat Intelligence mencatat metode QR phishing menjadi salah satu serangan siber dengan pertumbuhan tercepat pada kuartal pertama 2026. Volume serangan meningkat sekitar 146 persen, dari 7,6 juta kasus pada Januari menjadi 18,7 juta kasus pada Maret 2026.

Melalui modus tersebut, korban diarahkan menuju halaman login palsu melalui kode QR yang disisipkan pada email atau dokumen yang tampak resmi. Setelah pengguna memasukkan data akun, pelaku dapat mengambil alih akses dan menguras aset digital korban.

Baca Juga: Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi

Sebagai langkah perlindungan, Indodax mengimbau pengguna untuk hanya menghubungi layanan pelanggan melalui kanal resmi perusahaan, memeriksa kembali alamat situs yang diakses, serta mengaktifkan autentikasi berlapis. Perusahaan juga menegaskan bahwa tim customer support resmi tidak pernah meminta password, PIN, recovery code, maupun kode OTP kepada pengguna.

Indodax turut mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai pihak yang menghubungi melalui WhatsApp dan mengatasnamakan customer support resmi perusahaan. Pengguna diminta segera menghentikan komunikasi dan melakukan verifikasi melalui kanal resmi apabila menemukan indikasi penipuan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapitalisasi Pasar Tembus...
Kapitalisasi Pasar Tembus Rp2,74 Triliun, CST Token Pacu Pengembangan Infrastruktur Digital
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Bidik Integrasi Aset...
Bidik Integrasi Aset Digital dan Ekonomi Riil, JAM Coin Resmi Meluncur
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
Upbit Indonesia Bagikan...
Upbit Indonesia Bagikan 5 Langkah Memulai Investasi Kripto bagi Pemula
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Peluncuran CFX10 Tandai...
Peluncuran CFX10 Tandai Babak Baru Industri Kripto Indonesia
Rekomendasi
10 Tips Bermain Mobile...
10 Tips Bermain Mobile Legends ala King Zilong, Bikin Tim Lebih Solid dan Auto Win
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Penampakan Razman Nasution...
Penampakan Razman Nasution Pakai Peci dan Sarung saat Dijebloskan ke Lapas Cipinang
Berita Terkini
AdMedika Salurkan Bantuan...
AdMedika Salurkan Bantuan untuk Guru Honorer Melalui Program Jaga Sejahtera
Otto Media Grup dan...
Otto Media Grup dan SOMETHINC Dorong Kolaborasi Bisnis Kreator
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Tarik Dana JHT BPJS...
Tarik Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan Dipotong Pajak, Purbaya Buka Suara
Konsumsi Pertalite Meledak...
Konsumsi Pertalite Meledak Imbas Kenaikan Harga BBM Pertamax, Pasokan Aman?
Kenaikan Harga Gas Industri...
Kenaikan Harga Gas Industri Picu Gelombang PHK, Mensesneg: Satu-Dua Hari Akan Ambil Keputusan
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved