China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci

Jum'at, 26 Juni 2026 - 07:00 WIB
loading...
China Desak BRICS Berani...
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi mengeluarkan seruan darurat kepada seluruh negara anggota blok BRICS dalam pertemuan tingkat tinggi di New Delhi, India. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri China , Wang Yi mengeluarkan seruan darurat kepada seluruh negara anggota blok BRICS dalam pertemuan tingkat tinggi di New Delhi, India, tengah pekan lalu. Di tengah ketegangan global yang belum sepenuhnya mereda, Beijing mendesak aliansi raksasa ekonomi berkembang ini untuk segera bersatu mengambil alih kontrol dan memperkuat kerja sama atas sumber daya mineral strategis dunia.

Langkah agresif China ini disebut-sebut sebagai strategi besar untuk menghadapi ancaman multidimensi di masa depan, mulai dari ledakan kecerdasan buatan (AI), wabah mematikan, hingga ancaman model peperangan baru yang kini mengincar kedaulatan negara-negara non-Barat.

Mineral Strategis: Kunci Hidup Mati Teknologi Masa Depan

Desakan Wang Yi mengenai kerja sama mineral strategis (strategic mineral resources) bukanlah tanpa alasan. Komoditas ini-seperti lithium, kobalt, nikel, dan tanah jarang (rare earths)-merupakan bahan baku utama pembuatan cip semikonduktor, baterai kendaraan listrik, superkomputer, hingga perangkat militer canggih.

Baca Juga: Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun

Dengan mengonsolidasikan kekuatan BRICS (yang kini mencakup produsen mineral utama dunia), blok ini berpotensi besar mengunci jalur pasokan global dan mendikte peta industri teknologi tinggi.



Selain masalah komoditas, kantor berita Xinhua juga melaporkan bahwa Wang Yi secara tegas meminta BRICS mengambil tindakan nyata dalam menghadapi ancaman non-tradisional yang semakin saling bertautan, termasuk pengawasan ketat risiko AI.

Melakukan pengawasan bersama terhadap bahaya dan risiko tak terkontrol dari perkembangan kecerdasan buatan. Lalu juga menyoroti konflik AS-Iran baru-baru ini sebagai bukti nyata bahwa dunia harus siap menghadapi cyber warfare (perang siber) dan information warfare (perang informasi).

Baca Juga: Iran Desak BRICS Hancurkan Kekebalan AS, Sinyal Pergeseran Blok Ekonomi ke Aliansi Militer?

Darurat Kesehatan & Pangan: China menyerukan aksi bersama merespons ancaman ketahanan pangan, krisis energi global, serta penanganan darurat epidemi Ebola di Afrika.

Babak Baru Perlawanan Terhadap Dominasi Barat

Narasi pergeseran kekuatan global dari Barat ke Timur selalu menarik perhatian besar. Wang Yi memanfaatkan panggung di New Delhi untuk membakar semangat solidaritas bloknya agar berani melawan penindasan ekonomi sepihak.

"Anggota BRICS perlu memimpin dalam menyuarakan keadilan, memberikan hasil yang adil, serta meningkatkan posisi dan peran mereka dalam urusan internasional," tegas Wang Yi di hadapan para delegasi.

China menyerukan agar BRICS mengibarkan tinggi-tinggi "panji multilateralisme" dan secara frontal menentang tindakan unilateralisme (kesepakatan sepihak) serta proteksionisme dagang yang selama ini kerap dimainkan oleh Amerika Serikat dan sekutunya.

Beijing menilai sudah saatnya aturan internasional dihormati tanpa ada satu pun negara yang merasa berhak mengatur negara lain.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Rekomendasi
Menkomdigi Meutya Hafid:...
Menkomdigi Meutya Hafid: 4,7 Juta Akun Anak di TikTok dan YouTube Dinonaktifkan
Jadwal Lengkap MotoGP...
Jadwal Lengkap MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit Assen, Streaming VISION+
Korban Disiksa Selama...
Korban Disiksa Selama 3 Tahun, Mengapa Tak Melawan? Ini Penjelasan Psikolog!
Berita Terkini
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
B50 Mulai Berjalan 1...
B50 Mulai Berjalan 1 Juli 2026, Harga Solar Dipastikan Tidak Berubah
IHSG Babak Belur Jelang...
IHSG Babak Belur Jelang Akhir Pekan, Sesi Siang Ditutup Ambruk 2,73% ke 5.835
Kepuasan Peserta TASPEN...
Kepuasan Peserta TASPEN Terus Membaik, Catat Rekor Positif Sejak Empat Tahun Lalu
Manjakan Nasabah Premium,...
Manjakan Nasabah Premium, BRI dan Visa Luncurkan Kartu Kredit Infinite dengan Fasilitas Kelas Dunia
JEC Eye Hospitals &...
JEC Eye Hospitals & Clinics Raih Marketeers OMNI Brands of the Year 2026
Infografis
Tentara China Ikut Perang...
Tentara China Ikut Perang Bantu Rusia Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved