Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan

Jum'at, 26 Juni 2026 - 20:44 WIB
loading...
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Program The Development of Integrated Farming System in Upland Areas (UPLAND) sukses ciptakan ekosistem agribisnis dataran tinggi yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Program The Development of Integrated Farming System in Upland Areas (UPLAND) sukses ciptakan ekosistem agribisnis dataran tinggi yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Program yang memasuki fase pengakhiran (exit strategy) di tahun 2026 ini diinisiasi oleh Kementerian Pertanian RI (Kementan).

Tidak tanggung-tanggung program ini dikembangkan di 14 kabupaten dengan luas mencapai 14.216 hektar. Proyek strategis tersebut mendapat dukungan Islamic Development Bank (IsDB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD).

Kerja keras ini demi menjawab tantangan pembangunan pertanian di wilayah dataran tinggi. Karena area tersebut selama ini dikenal selalu dihantui keterbatasan akses logistik dan pasar. Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementan, Hermanto menyampaikan, bahwa capaian program ini bukan sekadar pembangunan fisik.

Baca Juga: Momen Prabowo Panen Raya Jagung di Tuban, Naiki Alat Berat hingga Pakai Topi Koboi

"Kami menggunakan beberapa pendekatan untuk fondasi infrastruktur strategis bagi produktifitas pertanian. Ini mencakup irigasi, pipanisasi lahan kering, pembangunan embung, hingga jalan usaha tani untuk urat nadi distribusi hasil pertanian," ujar Hermanto dalam siaran pers tertulis di Jakarta, Jumat (26/6/2026).



Lebih lanjut, dia juga mengatakan, pihaknya juga menggunakan strategi transformasi kelembagaan. Sebanyak 46 korporasi petani sukses dibangun di 14 kabupaten. Hal ini menjadi entitas bisnis yang mengelola produksi secara mandiri. Kinerja korporasi ini terlihat dalam dua bidang yaitu pasar global yang kompetitif dan pasar domestik yang stabil.

Di kancah internasional, data menunjukkan peningkatan volume yang signifikan pada korporasi-korporasi terpilih. Kelompok tani di Kabupaten Magelang mencatatkan lonjakan ekspor kopi ke Dubai dari 18 ton menjadi 80 ton tahun ini.

Baca Juga: Dukung Swasembada Pangan, Sumbawa Bakal Lanjutkan Upland

Kemudian korporasi di Purbalingga berhasil mengirimkan 300 ton lada, sementara petani di Subang sukses menembus pasar Chinadengan 3 ton manggis premium. Sejalan dengan itu, korporasi petani juga membuktikan dominasinya di pasar domestik.

Terbukti hasil beras organik dari Magelang kini berhasil tembus pasar ritel modern, sebagai pasokan langganan bagi jaringan restoran KFC di sekitar wilayah tersebut. Di Tasikmalaya, telah berhasil dibangun kemitraan strategis dengan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi beras organik bagi para pegawai negeri sipil (PNS).

"Capaian korporasi yang sudah berhasil menembus pasar internasional dan lokal ini jadi pencapaian penting. Mereka menjadi percontohan bagi korporasi lainnya dalam hal manajemen profesional dan kepatuhan terhadap standar kualitas," tambah Hermanto.

Program ini merupakan manifestasi dari instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto terkait percepatan swasembada pangan. Menteri Pertanian, Amran Sulaiman telah memastikan bahwa kebijakan ini fokus pada efisiensi rantai nilai.

Meningkatnya intensitas tanam di wilayah intervensi seperti di Magelang yang kini mencapai 5 kali panen dalam dua tahun, menjadi bukti efektivitas mekanisasi yang diterapkan. Dengan dukungan penuh dari IsDB dan IFAD, Kementerian Pertanian telah menciptakan model yang berhasil memangkas ketergantungan petani pada pola subsisten dan tengkulak tradisional.

Menjelang penutupan fase pendanaan pada tahun 2026, fokus Kementerian Pertanian kini bergeser pada pendampingan manajerial. Hermanto menegaskan, bahwa pemerintah tidak akan meninggalkan petani setelah proyek berakhir.

"Pemerintah daerah dan pusat berkomitmen untuk terus membersamai korporasi petani ini. Infrastruktur yang sudah ada akan dirawat sebagai aset produktif, dan kami tengah mengintegrasikan korporasi ini dengan ekosistem perbankan serta kemitraan swasta agar akses modal dan pasar tetap terjaga," pungkasnya.

Dengan cetak biru yang telah terbentuk, model UPLAND kini diproyeksikan menjadi prototipe pembangunan pertanian berbasis kawasan di masa depan, yang menjamin bahwa dataran tinggi bukan lagi menjadi area pinggiran, namun jadi pilar ekonomi kedaulatan pangan Indonesia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Tinjau Teknologi Tanam...
Tinjau Teknologi Tanam PM-AAS, Presiden Prabowo Sebut Inovasi Pertanian Revolusioner
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Rekomendasi
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Dembele Ukir Hat-trick...
Dembele Ukir Hat-trick Tercepat Kedua dalam Sejarah Piala Dunia
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Berita Terkini
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved