Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:10 WIB
loading...
A
A
A
“Saya pikir sudah bagus. Berarti minatnya besar. Jadi saya tunda sampai akhir Juli supaya yang beli makin banyak. Kalau besar nanti saya bisa serap sebanyak mungkin sesuai rencana atau bahkan lebih besar,” kata Purbaya.
Ia menegaskan penerbitan Panda Bond merupakan bagian dari strategi diversifikasi pembiayaan negara agar tidak hanya bergantung pada obligasi berdenominasi dolar AS. Pemerintah menilai langkah tersebut penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global.
Dalam skema LCT, investor di China akan membeli Panda Bond menggunakan renminbi, kemudian melalui mekanisme kerja sama bank sentral kedua negara dana tersebut langsung dikonversi menjadi rupiah. Dengan mekanisme itu, pemerintah Indonesia dapat menerima pembiayaan dalam rupiah tanpa melalui konversi dolar AS.
“Begitu dijual nanti saya akan pakai jalur LCT. Mereka bayar dengan renminbi, kemudian melalui mekanisme bank sentral kedua negara saya langsung menerima rupiah,” ujar Purbaya.
Ia menegaskan penerbitan Panda Bond merupakan bagian dari strategi diversifikasi pembiayaan negara agar tidak hanya bergantung pada obligasi berdenominasi dolar AS. Pemerintah menilai langkah tersebut penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global.
Dalam skema LCT, investor di China akan membeli Panda Bond menggunakan renminbi, kemudian melalui mekanisme kerja sama bank sentral kedua negara dana tersebut langsung dikonversi menjadi rupiah. Dengan mekanisme itu, pemerintah Indonesia dapat menerima pembiayaan dalam rupiah tanpa melalui konversi dolar AS.
“Begitu dijual nanti saya akan pakai jalur LCT. Mereka bayar dengan renminbi, kemudian melalui mekanisme bank sentral kedua negara saya langsung menerima rupiah,” ujar Purbaya.
Lihat Juga :