Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:11 WIB
loading...
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Saudi Aramco kembali melakukan pengiriman minyak mentah dari terminal Ras Tanura di Teluk Arab setelah hampir empat bulan terhenti. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Saudi Aramco kembali melakukan pengiriman minyak mentah dari terminal Ras Tanura di Teluk Arab setelah hampir empat bulan terhenti akibat konflik di kawasan Timur Tengah dan penutupan jalur pelayaran Selat Hormuz.

Kembalinya aktivitas ekspor dari pelabuhan minyak terbesar dunia itu menandai mulai pulihnya distribusi energi global di tengah meredanya ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

"Dua kapal tanker raksasa Very Large Crude Carrier (VLCC) milik Bahri terlihat memuat minyak mentah di Ras Tanura, sementara satu kapal lainnya sedang menuju terminal dan satu VLCC lain menunggu di sekitar pelabuhan," demikian data pelayaran yang dirilis Jumat dikutip dari Reuters, Sabtu (27/6/2026).

Baca Juga: Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain

Masing-masing VLCC memiliki kapasitas angkut hingga 2 juta barel minyak. Saudi Aramco menjadi salah satu produsen utama Teluk yang terakhir kembali melanjutkan ekspor dari kawasan Teluk Arab setelah jalur Hormuz sempat terganggu akibat konflik regional.

Aktivitas ekspor kembali dilakukan meski ketegangan keamanan belum sepenuhnya reda. Sebuah kapal milik perusahaan pelayaran Taiwan, Evergreen Marine, dilaporkan terkena benda tak dikenal saat melintasi Selat Hormuz pada Kamis (25/6). Insiden tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas jalur pelayaran energi global.

Dua pejabat Amerika Serikat kepada Reuters menyebut Iran melepaskan tembakan ke arah kapal tersebut. Sementara otoritas Selat Persia Iran menyatakan kapal yang tidak mengikuti rute resmi yang telah ditetapkan tidak dijamin keselamatannya saat melintas di kawasan itu.

Sebelum konflik pecah, pelabuhan Ras Tanura di pesisir timur Arab Saudi mampu mengekspor lebih dari 5 juta barel minyak per hari. Namun, sejak blokade Iran di Selat Hormuz, Saudi mengalihkan sebagian ekspor ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah.



Data LSEG menunjukkan ekspor minyak Saudi sempat merosot menjadi sekitar 4 juta barel per hari dalam tiga bulan terakhir, turun dari lebih dari 7 juta barel per hari pada Februari 2026. Kilang domestik terbesar Saudi berkapasitas 550 ribu barel per hari di Ras Tanura juga sempat ditutup sementara sebagai langkah antisipasi selama perang berlangsung.

Di tengah pulihnya distribusi pasokan, harga minyak dunia justru melemah lebih dari USD1 per barel pada perdagangan Jumat setelah sebelumnya sempat naik akibat laporan serangan terhadap kapal kargo. Tekanan pasokan meningkat setelah volume pengiriman minyak melalui Selat Hormuz pekan ini mencapai level tertinggi sejak konflik dimulai.

Baca Juga: Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli

Sejumlah negara produsen minyak di kawasan juga mulai meningkatkan ekspor. Irak melalui SOMO dan Qatar membuka tender penjualan minyak mentah, mengikuti langkah Kuwait dan Uni Emirat Arab. Iran pun mempercepat ekspor minyak setelah Amerika Serikat sementara melonggarkan sanksi perdagangan energi terhadap Teheran.

Direktur Riset Timur Tengah dan Afrika Utara Rystad Energy, Aditya Saraswat, mengatakan pemulihan pasokan energi di kawasan mulai terlihat signifikan. “Sebanyak 2 juta barel per hari kembali masuk ke pasar hanya dalam tiga minggu terakhir dan pemulihan ini terjadi di seluruh kawasan,” ujarnya.

Rystad Energy memperkirakan produksi minyak yang sebelumnya terhenti di kawasan Teluk kini turun menjadi 9,6 juta barel per hari pada pertengahan Juni 2026 dari sebelumnya 11,7 juta barel per hari tiga pekan lalu. Konsultan energi tersebut memproyeksikan pemulihan penuh pasokan minyak kawasan Teluk dapat tercapai pada akhir tahun ini.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
GAPKI: Pengawasan Ekspor...
GAPKI: Pengawasan Ekspor Sawit Sudah Ketat, Kuncinya Penegakan Hukum
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Apindo: DSI Bisa Perkuat...
Apindo: DSI Bisa Perkuat Tata Kelola Ekspor Tanpa Menambah Beban Dunia Usaha
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Rekomendasi
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
3 Prioritas Pramono...
3 Prioritas Pramono Anung Jelang 5 Abad Kota Jakarta
Ghana Lolos ke 32 Besar,...
Ghana Lolos ke 32 Besar, Skotlandia Tersingkir dan Steve Clarke Mundur
Berita Terkini
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
Infografis
4 Pulau Sengketa Kembali...
4 Pulau Sengketa Kembali ke Pangkuan Aceh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved