Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Senin, 29 Juni 2026 - 11:44 WIB
loading...
ESDM memetakan kebutuhan etanol hingga 4 juta KL per tahun untuk mendukung implementasi BBM jenis E20. FOTO/iStock Photo
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memetakan kebutuhan etanol hingga 4 juta kiloliter (KL) per tahun untuk mendukung implementasi bahan bakar minyak (BBM) jenis E20. Program tersebut disiapkan sebagai langkah mengurangi ketergantungan impor bensin sekaligus memperkuat industri bioenergi nasional.
Pemerintah menargetkan pencampuran 20% etanol ke dalam bensin melalui Program E20, sejalan dengan pengembangan biodiesel yang sebelumnya berkembang dari B10 hingga B50 pada sektor solar.
"Untuk mengurangi impor yang tersisa 20 juta kiloliter maka kita akan menerapkan Program E20 yang idenya berangkat dari kesuksesan Program B10 hingga B50," ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam keterangan tertulis, Senin (29/6/2026).
Baca Juga: Dicampur ke BBM, Bahlil Buka Peluang Impor Etanol dari AS
Bahlil mengatakan kebutuhan bensin nasional saat ini mencapai sekitar 40 juta KL per tahun. Sementara kapasitas produksi dalam negeri baru sekitar 14,3 juta KL per tahun sehingga Indonesia masih harus mengimpor sekitar 25 juta KL bensin.
Menurut dia, kebutuhan impor tersebut akan berkurang setelah Kilang Balikpapan mulai beroperasi penuh pada Januari 2026 dengan tambahan kapasitas produksi bensin sebesar 5,5 juta KL per tahun. Dengan tambahan itu, impor bensin diperkirakan turun menjadi sekitar 20 juta KL per tahun.
Pemerintah kemudian menyiapkan Program E20 sebagai salah satu solusi untuk menekan impor BBM. Bahlil menjelaskan kebutuhan etanol sebesar 4 juta KL akan dipenuhi dari bahan baku pertanian seperti tebu, singkong, dan jagung.
"Kita bikin etanol dengan bahan bakunya dari tebu, singkong dan jagung dengan total produksi yang diperlukan 4 juta kiloliter. Pemerintah akan menjadi off taker produksi etanol yang dihasilkan petani," katanya.
Baca Juga: B50 Mulai Berjalan 1 Juli 2026, Harga Solar Dipastikan Tidak Berubah
Selain mengurangi impor bensin, implementasi Program E20 juga diharapkan memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian dan industri bioenergi nasional. Kebijakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendukung target net zero emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.
Pemerintah menargetkan pencampuran 20% etanol ke dalam bensin melalui Program E20, sejalan dengan pengembangan biodiesel yang sebelumnya berkembang dari B10 hingga B50 pada sektor solar.
"Untuk mengurangi impor yang tersisa 20 juta kiloliter maka kita akan menerapkan Program E20 yang idenya berangkat dari kesuksesan Program B10 hingga B50," ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam keterangan tertulis, Senin (29/6/2026).
Baca Juga: Dicampur ke BBM, Bahlil Buka Peluang Impor Etanol dari AS
Bahlil mengatakan kebutuhan bensin nasional saat ini mencapai sekitar 40 juta KL per tahun. Sementara kapasitas produksi dalam negeri baru sekitar 14,3 juta KL per tahun sehingga Indonesia masih harus mengimpor sekitar 25 juta KL bensin.
Menurut dia, kebutuhan impor tersebut akan berkurang setelah Kilang Balikpapan mulai beroperasi penuh pada Januari 2026 dengan tambahan kapasitas produksi bensin sebesar 5,5 juta KL per tahun. Dengan tambahan itu, impor bensin diperkirakan turun menjadi sekitar 20 juta KL per tahun.
Pemerintah kemudian menyiapkan Program E20 sebagai salah satu solusi untuk menekan impor BBM. Bahlil menjelaskan kebutuhan etanol sebesar 4 juta KL akan dipenuhi dari bahan baku pertanian seperti tebu, singkong, dan jagung.
"Kita bikin etanol dengan bahan bakunya dari tebu, singkong dan jagung dengan total produksi yang diperlukan 4 juta kiloliter. Pemerintah akan menjadi off taker produksi etanol yang dihasilkan petani," katanya.
Baca Juga: B50 Mulai Berjalan 1 Juli 2026, Harga Solar Dipastikan Tidak Berubah
Selain mengurangi impor bensin, implementasi Program E20 juga diharapkan memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian dan industri bioenergi nasional. Kebijakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendukung target net zero emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.
(nng)
Lihat Juga :