Rupiah Ambruk Dekati Rp18.000, Dolar AS Masih Terlalu Perkasa
Rabu, 01 Juli 2026 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
Defisit pada Mei 2026 disebabkan pada komoditas migas sebesar defisit USD3,76 miliar dengan penyumbang defisit komoditas migas hasil minyak dan minyak mentah. Adapun, dari catatan BPS, impor memang meningkat hingga 22,16% jika dibandingkan Mei 2025.
BPS mencatat impor migas sebesar USD4,51 miliar meningkat 70,78% secara tahunan atau year on year/yoy. Impor nonmigas USD20,30 miliar atau naik 14,69%. Impor tahunan didorong impor non migas dengan andil 12,95%.
Selain itu inflasi tahunan pada Juni 2026 berada di level 3,34% (YoY). Kelompok pengeluaran makanan, perawatan pribadi, hingga transportasi menjadi penyumbang utama inflasi pada periode tersebut.
Realisasi inflasi ini sejalan dengan pergerakan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,27 pada kondisi Juni 2025 menjadi 111,89 pada kondisi Juni 2026 yang menunjukkan peningkatan dalam satu tahun terakhir tetapi tetap berada dalam kisaran target Bank Indonesia.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.950-Rp17.810 per dolar AS.
BPS mencatat impor migas sebesar USD4,51 miliar meningkat 70,78% secara tahunan atau year on year/yoy. Impor nonmigas USD20,30 miliar atau naik 14,69%. Impor tahunan didorong impor non migas dengan andil 12,95%.
Selain itu inflasi tahunan pada Juni 2026 berada di level 3,34% (YoY). Kelompok pengeluaran makanan, perawatan pribadi, hingga transportasi menjadi penyumbang utama inflasi pada periode tersebut.
Realisasi inflasi ini sejalan dengan pergerakan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,27 pada kondisi Juni 2025 menjadi 111,89 pada kondisi Juni 2026 yang menunjukkan peningkatan dalam satu tahun terakhir tetapi tetap berada dalam kisaran target Bank Indonesia.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.950-Rp17.810 per dolar AS.
(akr)
Lihat Juga :