Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah

Jum'at, 03 Juli 2026 - 08:21 WIB
loading...
Bank Dunia Naikkan Status...
Bank Dunia menaikkan status Vietnam dan Filipina menjadi negara berpendapatan menengah atas. FOTO/Shutterstock
A A A
JAKARTA - Bank Dunia (World Bank) menaikkan status Vietnam dan Filipina menjadi negara berpendapatan menengah atas setelah mencatat pertumbuhan ekonomi yang kuat dalam beberapa tahun terakhir. Kenaikan status tersebut dinilai berpotensi meningkatkan kepercayaan investor terhadap kedua negara di kawasan Asia Tenggara itu.

"Meski menghadapi berbagai guncangan global dan domestik, kami terus mendorong pertumbuhan inklusif, memperkuat fundamental ekonomi, dan menjaga agenda pembangunan tetap berjalan sesuai jalurnya," ujar Menteri Perencanaan Ekonomi Filipina Arsenio Balisacan dalam pernyataannya dikutip dari Bloomberg, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga: Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000

Berdasarkan laporan yang dirilis Rabu (1/7), Bank Dunia menyebut seluruh lima ekonomi utama Asia Tenggara, yakni Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina, kini telah berada pada kategori negara berpendapatan menengah atas atau lebih tinggi.

Vietnam sebelumnya berada dalam kategori negara berpendapatan menengah bawah sejak 2009, sedangkan Filipina berada di kategori tersebut sejak akhir 1980-an. Bank Dunia menilai keberhasilan Vietnam didorong model pertumbuhan berbasis ekspor, sementara Filipina ditopang ekspansi ekonomi yang merata di berbagai sektor industri.



Pendapatan nasional bruto atau gross national income (GNI) per kapita Vietnam tercatat mencapai USD4.970 pada 2025, sedangkan Filipina sebesar USD4.850. Angka tersebut melampaui ambang batas kategori negara berpendapatan menengah atas sebesar USD4.636.

Vietnam, yang menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di Asia, menargetkan pertumbuhan ekonomi dua digit pada 2026. Target itu ditopang reformasi yang ramah investasi dan percepatan pembangunan infrastruktur.

Sementara itu, Filipina menghadapi tantangan yang lebih besar setelah menurunkan target pertumbuhan ekonomi periode 2026-2030 akibat ketegangan di Timur Tengah serta dampak cuaca ekstrem El Nino.

Baca Juga: Tiga Bank Asing Besar Tarik Uang Rp11,5 Triliun dari Indonesia, Ada Apa?

Selain Vietnam dan Filipina, Bank Dunia juga menaikkan status Yordania, Mikronesia, dan Sri Lanka ke kategori negara berpendapatan menengah atas. Adapun Togo naik dari negara berpendapatan rendah menjadi menengah bawah. Bank Dunia mencatat porsi negara berpendapatan rendah di dunia turun menjadi 11% dari sebelumnya 30% sejak 1987.

Kenaikan status tersebut diperkirakan berdampak pada akses pembiayaan pembangunan. Negara dengan kategori menengah atas umumnya memperoleh akses yang lebih terbatas terhadap pinjaman berbunga rendah dari lembaga internasional.

Chief Economist Union Bank of the Philippines Ruben Carlo Asuncion mengatakan kenaikan klasifikasi mencerminkan kemampuan negara untuk semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dan fiskalnya. Meski demikian, Balisacan menegaskan bahwa tantangan seperti kesenjangan pendapatan dan tekanan ekonomi masyarakat masih tetap menjadi perhatian pemerintah Filipina.

Sementara, Bank Dunia sebelumnya menilai Indonesia sulit keluar dari jebakan status negara berpendapatan menengah, jika tidak melakukan reformasi struktural yang lebih dalam pada iklim usaha dan investasinya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Demam Piala Dunia 2026:...
Demam Piala Dunia 2026: Ketika Indonesia Tetap Menjadi Juara di Tribun Dunia
Indonesia Segera Buka...
Indonesia Segera Buka KBRI di Belarus, Lukashenko Apresiasi Prabowo
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Rekomendasi
Siapa Verena Siow, Sosok...
Siapa Verena Siow, Sosok Baru di Balik Strategi SAP untuk Asia Pasifik?
AQUA Sukses Redakan...
AQUA Sukses Redakan Dahaga Penonton yang Seru-seruan Bareng Idola di Musiczone Sarinah
VAR Batalkan Gol Kroasia...
VAR Batalkan Gol Kroasia atas Portugal, FIFA: Teknologi Canggih Bola Trionda Deteksi Sentuhan Matanovic
Berita Terkini
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
Thailand Week 2026 Kembali...
Thailand Week 2026 Kembali Digelar, Perkuat Pasar Bilateral
Perkuat Penyimpanan...
Perkuat Penyimpanan Pangan di Kalsel, Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog Kapasitas 3.500 Ton
Infografis
SEA Games 2025: Timnas...
SEA Games 2025: Timnas Indonesia U-23 Bentrok Myanmar, Filipina, dan Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved