PB PMII Dorong Audit Rantai Pasok Batu Bara Usai Pemadaman Listrik

Jum'at, 03 Juli 2026 - 09:04 WIB
loading...
PB PMII Dorong Audit...
Bendahara Umum PB PMII Sainuddin. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rantai pasok batu bara dan tata kelola sektor kelistrikan nasional menyusul terjadinya pemadaman listrik di sejumlah wilayah sepanjang 2026. Organisasi tersebut menilai gangguan pasokan listrik telah berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Pemadaman listrik yang terjadi bukan hanya persoalan teknis di lapangan, tetapi menunjukkan adanya persoalan tata kelola yang harus dibenahi secara menyeluruh. Presiden perlu melakukan evaluasi terhadap jajaran yang bertanggung jawab agar sistem kelistrikan nasional kembali berjalan secara optimal,” kata Bendahara Umum PB PMII Sainuddin di Jakarta.

Baca Juga: Cegah Pemadaman Listrik Bergilir, PLTU Bakal Dimodif Bisa Pakai Batu Bara Kalori Rendah

PB PMII menilai pemadaman listrik yang terjadi di berbagai daerah telah menghambat aktivitas produksi dan distribusi usaha masyarakat. Menurut organisasi tersebut, kerugian yang dialami pelaku usaha tidak sebanding dengan mekanisme kompensasi tarif listrik yang selama ini diterapkan.



Karena itu, PB PMII meminta pemerintah melakukan audit forensik terhadap seluruh rantai pasok sektor kelistrikan, mulai dari pengadaan komponen pembangkit hingga operasional pembangkit listrik. Audit tersebut dinilai penting untuk memastikan kesesuaian spesifikasi peralatan dengan performa aktual di lapangan.

Selain itu, organisasi tersebut juga meminta investigasi terhadap produktivitas harian pembangkit listrik milik PT PLN (Persero). Langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui penyebab kapasitas pembangkit yang dinilai belum mampu beroperasi optimal sesuai desain awal.

Baca Juga: Pemadaman Listrik Ungkap Pentingnya Sinkronisasi RKAB dan Pasokan Batu Bara

PB PMII turut menyoroti dugaan manipulasi spesifikasi batu bara atau Gross As Received (GAR) yang dipasok ke pembangkit listrik. Sainuddin meminta aparat penegak hukum bersama auditor negara melakukan pengujian laboratorium independen guna memastikan kualitas batu bara sesuai dengan spesifikasi kontrak.

“Jika ditemukan adanya perbedaan kualitas batu bara dengan spesifikasi kontrak, maka persoalan ini harus diproses sesuai ketentuan hukum. Negara harus memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar menghasilkan pasokan energi yang andal bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut PB PMII, pengawasan terhadap sektor hulu energi perlu diperkuat agar tata kelola pertambangan dan distribusi batu bara berjalan lebih transparan dan akuntabel. Organisasi tersebut menilai evaluasi menyeluruh penting dilakukan untuk mencegah potensi kerugian negara sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan energi nasional.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cegah Pemadaman Listrik...
Cegah Pemadaman Listrik Bergilir, PLTU Bakal Dimodif Bisa Pakai Batu Bara Kalori Rendah
Pasokan Batu Bara Aman,...
Pasokan Batu Bara Aman, PLN Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik Mulai 21 Juli 2026
Pemadaman Listrik Ungkap...
Pemadaman Listrik Ungkap Pentingnya Sinkronisasi RKAB dan Pasokan Batu Bara
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Kritik Pemadaman Listrik,...
Kritik Pemadaman Listrik, Komisi VI DPR: Tidak Boleh Lagi Terjadi
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Malam Ini, Lampu Jalan...
Malam Ini, Lampu Jalan Protokol Jakarta hingga Monas Bakal Dipadamkan Sejam
Rekomendasi
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
Menhut Tegaskan Amplop...
Menhut Tegaskan Amplop Bupati Kuansing Dikembalikan dan Tak Ada Pelepasan Hutan
Tio Pakusadewo Belum...
Tio Pakusadewo Belum Jalani Operasi Katup Jantung, Dewi Irawan Ungkap Alasannya
Berita Terkini
Kejar Pendapatan per...
Kejar Pendapatan per Kapita RI Lampaui USD15 Ribu, Purbaya Ungkap Kuncinya
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
Infografis
18 Kolonel AD Pecah...
18 Kolonel AD Pecah Bintang usai Promosi Jabatan di Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved