Bakti BCA Kembali Buka Teacher Tech Championship 2026
Jum'at, 03 Juli 2026 - 10:24 WIB
loading...
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui Bakti BCA kembali membuka pendaftaran Teacher Tech Championship (TTC). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui Bakti BCA kembali membuka pendaftaran Teacher Tech Championship (TTC). Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, guru SMA/MA di enam provinsi di Pulau Sulawesi berkesempatan mengikuti kompetisi tersebut.
Direktur BCA, Antonius Widodo menyebut, program ini terbuka bagi guru pengampu mata pelajaran Fisika, Kimia, Biologi, Matematika, Informatika, serta Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Berlangsung pada Juni hingga Oktober dengan pendaftaran dimulai pada 30 Juni, TTC 2026 berfokus pada inovasi pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
“Melalui Teacher Tech Championship 2026, kami ingin berjalan beriringan bersama para guru di Sulawesi untuk terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi secara adaptif. Kami percaya, ketika guru memiliki ruang untuk berkembang, mereka akan mampu menciptakan pengalaman belajar yang jauh lebih bermakna dan interaktif bagi generasi masa depan,” kata Antonius, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga: BCA Hadirkan KPR Bunga Berjenjang, Mudahkan Gen Z Punya Hunian
Menurut Antonius Widodo, pada TTC 2026, rangkaian kegiatan dirancang komprehensif tidak hanya untuk memfasilitasi para peserta berkompetisi, melainkan juga membekali peserta melalui rangkaian bootcamp intensif dan pendampingan khusus.
Para guru akan mendapatkan penguatan kompetensi di bidang berpikir komputasional (computational thinking), koding dasar, pemanfaatan akal imitasi (AI), serta penerapanmetode design thinking untuk melahirkan prototipe alat bantu ajar yang relevan dengan tantangan di sekolah masing-masing.
Baca Juga: Rumah Sahabat BCA Syariah Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah
Sementara itu, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn berharap inovasi berbasis STEM dalam TTC 2026 dapat menjadi katalisator pendukung lahirnya metode pembelajaran deep learning di kelas.
“Dengan alat bantu ajar yang kreatif, kami ingin membantu para siswa tumbuh menjadi individu yang kritis, kolaboratif, dan siap menghadapi dinamika kompetisi global di masa mendatang,” kata Hera.
Direktur BCA, Antonius Widodo menyebut, program ini terbuka bagi guru pengampu mata pelajaran Fisika, Kimia, Biologi, Matematika, Informatika, serta Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Berlangsung pada Juni hingga Oktober dengan pendaftaran dimulai pada 30 Juni, TTC 2026 berfokus pada inovasi pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
“Melalui Teacher Tech Championship 2026, kami ingin berjalan beriringan bersama para guru di Sulawesi untuk terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi secara adaptif. Kami percaya, ketika guru memiliki ruang untuk berkembang, mereka akan mampu menciptakan pengalaman belajar yang jauh lebih bermakna dan interaktif bagi generasi masa depan,” kata Antonius, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga: BCA Hadirkan KPR Bunga Berjenjang, Mudahkan Gen Z Punya Hunian
Menurut Antonius Widodo, pada TTC 2026, rangkaian kegiatan dirancang komprehensif tidak hanya untuk memfasilitasi para peserta berkompetisi, melainkan juga membekali peserta melalui rangkaian bootcamp intensif dan pendampingan khusus.
Para guru akan mendapatkan penguatan kompetensi di bidang berpikir komputasional (computational thinking), koding dasar, pemanfaatan akal imitasi (AI), serta penerapanmetode design thinking untuk melahirkan prototipe alat bantu ajar yang relevan dengan tantangan di sekolah masing-masing.
Baca Juga: Rumah Sahabat BCA Syariah Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah
Sementara itu, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn berharap inovasi berbasis STEM dalam TTC 2026 dapat menjadi katalisator pendukung lahirnya metode pembelajaran deep learning di kelas.
“Dengan alat bantu ajar yang kreatif, kami ingin membantu para siswa tumbuh menjadi individu yang kritis, kolaboratif, dan siap menghadapi dinamika kompetisi global di masa mendatang,” kata Hera.
(nng)
Lihat Juga :