Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
Jum'at, 03 Juli 2026 - 20:47 WIB
loading...
Penandatanganan MoU Kerja Sama Pengembangan Proyek PLTS di Area Operasional PTBA pada Kamis (2/7) di Kantor Pusat PTBA, Jakarta. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mempertegas komitmen dalam memimpin transisi energi nasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Pengembangan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Area Operasional PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) pada Kamis (2/7) di Kantor Pusat PTBA, Jakarta.
Kerja sama ini berfokus pada pengembangan proyek PLTS memanfaatkan area operasional dan lahan pascatambang milik PTBA. Melalui sinergi ini, Pertamina NRE siap mengambil peran sentral dalam mengonversi aset nasional menjadi pusat energi bersih, yang sekaligus mendukung pemenuhan program pembangunan PLTS 100 GW yang ditargetkan dapat dicapai di tahun 2029.
Corporate Secretary Pertamina NRE Sri Nur Hidayati mengatakan bahwa sinergi dan kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat pengembangan energi hijau sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Menurutnya, percepatan transisi energi memerlukan kolaborasi yang mampu mengintegrasikan pengembangan proyek, kesiapan ekosistem industri, serta peningkatan kapasitas nasional dalam menjawab kebutuhan energi bersih yang terus meningkat.
"Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan proyek-proyek energi hijau yang berkelanjutan, tetapi juga mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), memperkuat ekosistem industri nasional, serta membuka peluang pendanaan hijau untuk mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia," ujar Sri dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
Nota kesepahaman antara kedua belah pihak dimaksudkan untuk memastikan proyek berjalan secara terukur dan cepat dimana Pertamina NRE dan PTBA menyepakati ruang lingkup kerja sama komprehensif yang dimulai dari tahap identifikasi lokasi dan dilanjutkan dengan studi kelayakan (feasibility study) dari aspek teknis maupun finansial. Setelah itu, kedua belah pihak akan melakukan evaluasi model kerja sama sebelum akhirnya melangkah ke tahap akhir berupa pengembangan proyek secara penuh.
Komitmen percepatan ini disambut baik oleh manajemen PTBA. Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto menegaskan keseriusan perusahaan dalam mendukung penyelamatan lingkungan melalui gagasan "Sustainability Through Technology". PTBA meyakini penguasaan teknologi dari Pertamina NRE mampu menjawab tantangan penurunan emisi karbon global tanpa mengorbankan ketahanan energi maupun pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus menjadikan kolaborasi antar-BUMN ini sebagai role model nyata pemanfaatan aset negara untuk dapat berkomitmen dalam peran di energi bersih.
"Melalui kerja sama dengan Pertamina NRE, kami melihat peluang besar untuk mengoptimalkan aset nasional yang dimiliki PTBA, termasuk pemanfaatan lahan pascatambang sebagai kawasan pengembangan PLTS maupun berbagai potensi renewable energy lainnya yang dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan," tuturnya.
Baca Juga: Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Melalui kerja sama strategis ini, lanjut dia, PTBA membidik optimalisasi aset nasional, termasuk pemanfaatan lahan pascatambang yang telah direklamasi dan direhabilitasi untuk ditransformasikan menjadi pusat energi hijau baru yang mendukung pencapaian target Net Zero Emission Indonesia. Sinergi inovatif antara PTBA dan Pertamina NRE ini menurutnya menjadi bukti nyata bahwa integrasi antar-BUMN mampu mempercepat ketahanan energi nasional yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan melalui optimalisasi aset ribuan hektar lahan pascatambang bagi masa depan Indonesia.
Kerja sama ini berfokus pada pengembangan proyek PLTS memanfaatkan area operasional dan lahan pascatambang milik PTBA. Melalui sinergi ini, Pertamina NRE siap mengambil peran sentral dalam mengonversi aset nasional menjadi pusat energi bersih, yang sekaligus mendukung pemenuhan program pembangunan PLTS 100 GW yang ditargetkan dapat dicapai di tahun 2029.
Corporate Secretary Pertamina NRE Sri Nur Hidayati mengatakan bahwa sinergi dan kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat pengembangan energi hijau sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Menurutnya, percepatan transisi energi memerlukan kolaborasi yang mampu mengintegrasikan pengembangan proyek, kesiapan ekosistem industri, serta peningkatan kapasitas nasional dalam menjawab kebutuhan energi bersih yang terus meningkat.
"Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan proyek-proyek energi hijau yang berkelanjutan, tetapi juga mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), memperkuat ekosistem industri nasional, serta membuka peluang pendanaan hijau untuk mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia," ujar Sri dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
Nota kesepahaman antara kedua belah pihak dimaksudkan untuk memastikan proyek berjalan secara terukur dan cepat dimana Pertamina NRE dan PTBA menyepakati ruang lingkup kerja sama komprehensif yang dimulai dari tahap identifikasi lokasi dan dilanjutkan dengan studi kelayakan (feasibility study) dari aspek teknis maupun finansial. Setelah itu, kedua belah pihak akan melakukan evaluasi model kerja sama sebelum akhirnya melangkah ke tahap akhir berupa pengembangan proyek secara penuh.
Komitmen percepatan ini disambut baik oleh manajemen PTBA. Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto menegaskan keseriusan perusahaan dalam mendukung penyelamatan lingkungan melalui gagasan "Sustainability Through Technology". PTBA meyakini penguasaan teknologi dari Pertamina NRE mampu menjawab tantangan penurunan emisi karbon global tanpa mengorbankan ketahanan energi maupun pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus menjadikan kolaborasi antar-BUMN ini sebagai role model nyata pemanfaatan aset negara untuk dapat berkomitmen dalam peran di energi bersih.
"Melalui kerja sama dengan Pertamina NRE, kami melihat peluang besar untuk mengoptimalkan aset nasional yang dimiliki PTBA, termasuk pemanfaatan lahan pascatambang sebagai kawasan pengembangan PLTS maupun berbagai potensi renewable energy lainnya yang dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan," tuturnya.
Baca Juga: Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Melalui kerja sama strategis ini, lanjut dia, PTBA membidik optimalisasi aset nasional, termasuk pemanfaatan lahan pascatambang yang telah direklamasi dan direhabilitasi untuk ditransformasikan menjadi pusat energi hijau baru yang mendukung pencapaian target Net Zero Emission Indonesia. Sinergi inovatif antara PTBA dan Pertamina NRE ini menurutnya menjadi bukti nyata bahwa integrasi antar-BUMN mampu mempercepat ketahanan energi nasional yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan melalui optimalisasi aset ribuan hektar lahan pascatambang bagi masa depan Indonesia.
(nng)
Lihat Juga :