Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Sabtu, 04 Juli 2026 - 08:49 WIB
loading...
A
A
A
"Kami akan tetap menyelenggarakan High-Level Week dengan mencari sumber dana lain dan menghentikan pembayaran untuk kebutuhan lainnya," kata Ramanathan.
Ia bahkan mengaku telah menyampaikan kepada negara-negara anggota bahwa sidang tingkat tinggi tersebut seharusnya tidak digelar apabila pendanaan organisasi belum terpenuhi. Menurut ketentuan, Amerika Serikat menanggung sekitar 22% anggaran reguler PBB.
Meski pemerintahan Presiden Donald Trump telah membayar sebagian kewajibannya, Amerika Serikat masih memiliki tunggakan sekitar USD2 miliar, termasuk kewajiban dari tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu, China disebut telah membayar sebagian iurannya, namun masih memiliki kewajiban sekitar USD430 juta untuk anggaran reguler organisasi. Ramanathan mengatakan China biasanya melakukan pembayaran secara bertahap dan diperkirakan akan kembali membayar sebagian tunggakan dalam beberapa bulan mendatang.
Ia bahkan mengaku telah menyampaikan kepada negara-negara anggota bahwa sidang tingkat tinggi tersebut seharusnya tidak digelar apabila pendanaan organisasi belum terpenuhi. Menurut ketentuan, Amerika Serikat menanggung sekitar 22% anggaran reguler PBB.
Meski pemerintahan Presiden Donald Trump telah membayar sebagian kewajibannya, Amerika Serikat masih memiliki tunggakan sekitar USD2 miliar, termasuk kewajiban dari tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu, China disebut telah membayar sebagian iurannya, namun masih memiliki kewajiban sekitar USD430 juta untuk anggaran reguler organisasi. Ramanathan mengatakan China biasanya melakukan pembayaran secara bertahap dan diperkirakan akan kembali membayar sebagian tunggakan dalam beberapa bulan mendatang.
Lihat Juga :