Optimisme Baru Ekonomi: Laba Sejumlah BUMN Tumbuh Signifikan
Minggu, 05 Juli 2026 - 08:59 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani ke kediaman Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (21/6/2026)
A
A
A
JAKARTA - Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan melalui Danantara Indonesia dinilai mulai menunjukkan hasil nyata. Visi besar pembangunan nasional yang selama ini didorong Presiden Prabowo, dinilai tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi mulai terlihat dalam kinerja sejumlah badan usaha milik negara (BUMN).
Pakar sekaligus praktisi komunikasi dan manajemen Dr. M. Fariza Y. Irawady menilai arahan jelas dari kepemimpinan Presiden Prabowo yang diimplementasi Danantara menghadirkan optimisme baru bagi masa depan perekonomian Indonesia.
Menurut Fariza, Alumni Program Doktor Ilmu Manajemen FEB Unpad, Presiden Prabowo telah menghadirkan harapan bagi bangsa melalui visi pembangunan yang jelas dan kebijakan strategis. Sementara itu, Danantara di bawah kepemimpinan CEO Rosan Roeslani dinilai mampu menerjemahkan visi tersebut menjadi pengelolaan investasi yang profesional dan berorientasi pada hasil.
“Presiden Prabowo menyalakan api harapan bangsa melalui visi pembangunan yang jelas. Danantara kemudian menjadi instrumen yang menerjemahkan harapan itu menjadi hasil nyata yang dapat dirasakan masyarakat,” kata Fariza kepada media di Jakarta, Sabtu (4/7/2026).
Fariza, mengatakan salah satu indikator paling mudah untuk membaca keberhasilan transformasi itu terlihat dari meningkatnya kinerja sejumlah BUMN yang berada dalam pengelolaan Danantara.
Fariza menjelaskan, lonjakan laba di sejumlah perusahaan pelat merah menunjukkan pembenahan tata kelola serta penguatan strategi investasi mulai memberi dampak positif. Tercatat sejak April 2025 - April 2026 sejumlah BUMN membukukan pertumbuhan laba yang signifikan. Di antaranya, PT Adhi Karya meraih laba Rp69 miliar atau meningkat 667 persen. PT Pupuk Indonesia mencatat laba Rp4,8 triliun atau tumbuh 202 persen. PT Pelindo membukukan laba Rp1,5 triliun atau meningkat 169 persen.
Sementara itu, Pertamina mencatat laba Rp24,9 triliun, naik sekitar 80 persen dibanding periode sebelumnya. Adapun InJourney membukukan laba Rp300 miliar atau tumbuh 33 persen.
Masih kata Fariza, dengan peningkatan kinerja yang kongkret ini Danantara dapat lebih leluasa memberikan kepuasan bagi bangsa Indonesia.
“Kepuasan publik menjadi faktor yang sangat penting. Dalam riset disertasi doktoral saya, citra institusi dibentuk oleh tiga variabel utama, yaitu kinerja nyata, keandalan kehumasan dalam menyampaikan hasil kinerja kepada publik, serta kepuasan publik sebagai pengguna,” jelas Fariza.
Ia menegaskan, dari ketiga variabel tersebut, kepuasan publik terbukti menjadi faktor paling dominan dalam membentuk citra institusi. “Artinya, semakin signifikan kinerja yang ditunjukkan Danantara, semakin besar pula peluang untuk meningkatkan kepuasan publik dan memperkuat citra institusi di mata masyarakat,” tegasnya.
Fariza menilai capaian tersebut menjadi fondasi penting untuk menopang agenda pembangunan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo, termasuk program pembangunan hunian murah di lahan Meikarta yang juga direalisasikan melalui peran Danantara.
Fariza, yang saat ini menjabat sebagai Tenaga Ahli Bidang Kehumasan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menekankan, keberhasilan pengelolaan investasi negara tidak cukup diukur dari besarnya laba perusahaan, melainkan juga dari sejauh mana manfaat ekonomi itu kembali kepada masyarakat melalui program-program strategis pemerintah.
“Keuntungan yang dihasilkan BUMN harus menjadi energi baru bagi pembangunan nasional. Ketika kinerja perusahaan negara meningkat, ruang fiskal dan kemampuan investasi untuk mendukung program-program prioritas pemerintah juga makin kuat,” ujarnya.
Kata Fariza, yang pernah menjadi Staf Khusus Menpan RB Bidang Komunikasi di Era Yuddy Chrisnandi dan Ketua Tim Media Kemenko Polhukam saat dipimpin oleh Wiranto ini, menilai arahan jelas dari kepemimpinan Presiden Prabowo dan eksekusi Danantara membuat harapan masyarakat terhadap kemajuan ekonomi nasional kini memiliki pijakan yang lebih kokoh.
“Di bawah kepemimpinan CEO Rosan Roeslani, Danantara menunjukkan kinerja yang menjanjikan. Pertumbuhan laba sejumlah BUMN menjadi indikator bahwa transformasi tata kelola berjalan ke arah yang benar. Ini modal penting untuk memperkuat daya saing BUMN sekaligus mendukung pembiayaan berbagai program strategis pemerintah dan menjadi fondasi penting bagi masa depan ekonomi Indonesia," pungkasnya.
Pakar sekaligus praktisi komunikasi dan manajemen Dr. M. Fariza Y. Irawady menilai arahan jelas dari kepemimpinan Presiden Prabowo yang diimplementasi Danantara menghadirkan optimisme baru bagi masa depan perekonomian Indonesia.
Menurut Fariza, Alumni Program Doktor Ilmu Manajemen FEB Unpad, Presiden Prabowo telah menghadirkan harapan bagi bangsa melalui visi pembangunan yang jelas dan kebijakan strategis. Sementara itu, Danantara di bawah kepemimpinan CEO Rosan Roeslani dinilai mampu menerjemahkan visi tersebut menjadi pengelolaan investasi yang profesional dan berorientasi pada hasil.
“Presiden Prabowo menyalakan api harapan bangsa melalui visi pembangunan yang jelas. Danantara kemudian menjadi instrumen yang menerjemahkan harapan itu menjadi hasil nyata yang dapat dirasakan masyarakat,” kata Fariza kepada media di Jakarta, Sabtu (4/7/2026).
Fariza, mengatakan salah satu indikator paling mudah untuk membaca keberhasilan transformasi itu terlihat dari meningkatnya kinerja sejumlah BUMN yang berada dalam pengelolaan Danantara.
Fariza menjelaskan, lonjakan laba di sejumlah perusahaan pelat merah menunjukkan pembenahan tata kelola serta penguatan strategi investasi mulai memberi dampak positif. Tercatat sejak April 2025 - April 2026 sejumlah BUMN membukukan pertumbuhan laba yang signifikan. Di antaranya, PT Adhi Karya meraih laba Rp69 miliar atau meningkat 667 persen. PT Pupuk Indonesia mencatat laba Rp4,8 triliun atau tumbuh 202 persen. PT Pelindo membukukan laba Rp1,5 triliun atau meningkat 169 persen.
Sementara itu, Pertamina mencatat laba Rp24,9 triliun, naik sekitar 80 persen dibanding periode sebelumnya. Adapun InJourney membukukan laba Rp300 miliar atau tumbuh 33 persen.
Masih kata Fariza, dengan peningkatan kinerja yang kongkret ini Danantara dapat lebih leluasa memberikan kepuasan bagi bangsa Indonesia.
“Kepuasan publik menjadi faktor yang sangat penting. Dalam riset disertasi doktoral saya, citra institusi dibentuk oleh tiga variabel utama, yaitu kinerja nyata, keandalan kehumasan dalam menyampaikan hasil kinerja kepada publik, serta kepuasan publik sebagai pengguna,” jelas Fariza.
Ia menegaskan, dari ketiga variabel tersebut, kepuasan publik terbukti menjadi faktor paling dominan dalam membentuk citra institusi. “Artinya, semakin signifikan kinerja yang ditunjukkan Danantara, semakin besar pula peluang untuk meningkatkan kepuasan publik dan memperkuat citra institusi di mata masyarakat,” tegasnya.
Fariza menilai capaian tersebut menjadi fondasi penting untuk menopang agenda pembangunan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo, termasuk program pembangunan hunian murah di lahan Meikarta yang juga direalisasikan melalui peran Danantara.
Fariza, yang saat ini menjabat sebagai Tenaga Ahli Bidang Kehumasan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menekankan, keberhasilan pengelolaan investasi negara tidak cukup diukur dari besarnya laba perusahaan, melainkan juga dari sejauh mana manfaat ekonomi itu kembali kepada masyarakat melalui program-program strategis pemerintah.
“Keuntungan yang dihasilkan BUMN harus menjadi energi baru bagi pembangunan nasional. Ketika kinerja perusahaan negara meningkat, ruang fiskal dan kemampuan investasi untuk mendukung program-program prioritas pemerintah juga makin kuat,” ujarnya.
Kata Fariza, yang pernah menjadi Staf Khusus Menpan RB Bidang Komunikasi di Era Yuddy Chrisnandi dan Ketua Tim Media Kemenko Polhukam saat dipimpin oleh Wiranto ini, menilai arahan jelas dari kepemimpinan Presiden Prabowo dan eksekusi Danantara membuat harapan masyarakat terhadap kemajuan ekonomi nasional kini memiliki pijakan yang lebih kokoh.
“Di bawah kepemimpinan CEO Rosan Roeslani, Danantara menunjukkan kinerja yang menjanjikan. Pertumbuhan laba sejumlah BUMN menjadi indikator bahwa transformasi tata kelola berjalan ke arah yang benar. Ini modal penting untuk memperkuat daya saing BUMN sekaligus mendukung pembiayaan berbagai program strategis pemerintah dan menjadi fondasi penting bagi masa depan ekonomi Indonesia," pungkasnya.
(unt)
Lihat Juga :