Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya

Minggu, 05 Juli 2026 - 20:20 WIB
loading...
Ruang Kenaikan IHSG...
IHSG diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (6/7/2026), meski begitu ruang kenaikan bursa diperkirakan lebih terbatas. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (6/7/2026). Meski begitu ruang kenaikan bursa diperkirakan lebih terbatas setelah melonjak 2,28% ke level 5.875 pada penutupan Jumat (3/7).

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana menekankan, soal penguatan tersebut didorong kombinasi sentimen global dan domestik yang membaik.

"Adapun untuk perdagangan Senin (6/7), IHSG diproyeksikan bergerak di kisaran 5.840-5.950 dengan level 5.900 menjadi area psikologis yang akan diuji. Selama indeks mampu bertahan di atas area support 5.830-5.850, peluang melanjutkan penguatan masih terbuka, didukung ekspektasi suku bunga global yang lebih akomodatif, stabilnya harga minyak dunia, penguatan mata uang regional, serta optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Asia," urai Hendra, Minggu (5/7/2026).

Baca Juga: IHSG Lesu dalam Sepekan, Cermati Saham-saham yang Cuan dan Boncos

Ihwal penguatan indeks, Hendra menjelaskan bahwa dari eksternal, pasar merespons positif data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari ekspektasi sehingga memunculkan harapan bahwa bank sentral AS tidak akan lagi agresif menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.



Hendra menitiberatkan, soal kondisi ini mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko, termasuk pasar saham negara berkembang. Optimisme tersebut diperkuat oleh data PMI di sejumlah negara Asia yang masih berada di zona ekspansi, mencerminkan aktivitas ekonomi kawasan tetap solid. Bursa Asia pun kompak menguat, sementara rupiah turut terapresiasi ke kisaran Rp17.962 per dolar AS sehingga menambah sentimen positif bagi pasar domestik.

Dari dalam negeri, kata Hendra, penguatan hampir terjadi di seluruh sektor dengan sektor perindustrian menjadi motor utama, disertai aksi bargain hunting pada sejumlah saham yang sebelumnya telah mengalami koreksi cukup dalam.

Baca Juga: IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau

Meski demikian, kenaikan IHSG masih perlu disikapi secara selektif karena belum didukung oleh arus dana asing yang kuat. Sepanjang tahun berjalan investor asing masih membukukan net sell sekitar Rp88 triliun, bahkan pada perdagangan Jumat asing kembali mencatatkan net sell sekitar Rp16 miliar.

"Artinya, reli yang terjadi saat ini lebih banyak ditopang oleh investor domestik dan membaiknya sentimen global dibandingkan adanya arus masuk dana asing. Selama investor asing belum berbalik melakukan akumulasi secara konsisten, potensi volatilitas pasar masih tetap tinggi sehingga kenaikan IHSG diperkirakan berlangsung secara bertahap," kata Hendra.

Namun setelah reli tajam pada Jumat, tidak tertutup kemungkinan terjadi aksi ambil untung jangka pendek sehingga pergerakan indeks diperkirakan tetap fluktuatif.

Di tengah kondisi tersebut, Hendra menyimpulkan bahwa strategi yang lebih tepat adalah melakukan selective buying pada saham-saham yang masih memiliki momentum teknikal positif. BRIS layak dicermati dengan rekomendasi speculative buy dan target harga 1.945, seiring mulai munculnya sinyal akumulasi.

"MDKA juga menarik untuk speculative buy dengan target 2.900 didukung prospek sektor logam yang mulai membaik. Sementara itu, MBMA dapat dipertimbangkan untuk trading buy dengan target 600 karena masih berpotensi memperoleh sentimen positif dari industri nikel dan kendaraan listrik," kata dia.

"Adapun SCMA layak masuk radar speculative buy dengan target 250 setelah menunjukkan indikasi rebound dari fase konsolidasinya," imbuhnya.

Sebab, fokus investor juga masih dapat diarahkan pada sektor perbankan, pertambangan logam, industri, dan media yang berpotensi melanjutkan momentum penguatan, namun tetap dengan disiplin manajemen risiko mengingat arus dana asing masih belum sepenuhnya kembali ke pasar saham Indonesia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Lesu dalam Sepekan,...
IHSG Lesu dalam Sepekan, Cermati Saham-saham yang Cuan dan Boncos
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 1,06% ke Level 5.806
IHSG Jaga Tren Positif,...
IHSG Jaga Tren Positif, Hari Ini Ditutup Menguat ke 5.744
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat ke 5.709 Pagi Ini, Mayoritas Sektor Bergerak Positif
IHSG Balik Melawan,...
IHSG Balik Melawan, Hari Ini Ditutup Menghijau Sentuh Level 5.695
IHSG Akhir Pekan Ditutup...
IHSG Akhir Pekan Ditutup Menguat 2,28 Persen
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rekomendasi
Data Rahasia iPhone...
Data Rahasia iPhone Bocor! India Selidiki Tata Electronics
Pilot Amerika Serikat...
Pilot Amerika Serikat Korban Serangan KKB di Yahukimo Diduga Tewas Ditembak Jarak Dekat
Polresta Bandara Soetta...
Polresta Bandara Soetta Gerebek Pabrik Narkoba Internasional Beromzet Rp360 Miliar, Transaksi Pakai Kripto
Berita Terkini
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
Infografis
Bukan Indonesia, Trump...
Bukan Indonesia, Trump Minta Pindahkan Warga Gaza ke Negara ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved