Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia
Senin, 06 Juli 2026 - 11:17 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan data periode 2020 hingga 2025, kekayaan rata-rata (average wealth) per orang dewasa di AS melonjak 10% menjadi USD696.277 (sekitar Rp10,7 miliar). Sedangkan kekayaan median (median wealth/titik tengah riil) per orang dewasa justru anjlok 20% ke angka USD68,998 (setara Rp1,06 miliar).
Baca Juga: 10 Orang di Indonesia Lebih Kaya dari 114 Juta Penduduk, Hashim: Termasuk Keluarga Saya
Perbedaan ekstrem antara nilai rata-rata dan nilai median ini menempatkan AS di peringkat ke-6 sebagai negara dengan tingkat ketimpangan kekayaan tertinggi di dunia.
"Kelompok kecil individu yang sangat kaya dapat dengan mudah mendongkrak rata-rata kekayaan suatu negara. Hal ini membuat penduduknya terlihat jauh lebih makmur daripada kondisi aslinya," tulis laporan UBS tersebut.
Di satu sisi, lengan atas huruf "K" merepresentasikan kelompok kaya yang terus meraup berkah dari booming pasar saham. Di sisi lain, lengan bawah huruf "K" mencerminkan masyarakat berpenghasilan rendah yang harus bertahan hidup di tengah hantaman inflasi, termasuk tingginya harga bahan bakar (BBM) dan kebutuhan pokok.
Kesenjangan yang mencolok inilah yang belakangan memicu gelombang kritik dan sentimen negatif publik terhadap para miliarder dunia.
Baca Juga: 10 Orang di Indonesia Lebih Kaya dari 114 Juta Penduduk, Hashim: Termasuk Keluarga Saya
Perbedaan ekstrem antara nilai rata-rata dan nilai median ini menempatkan AS di peringkat ke-6 sebagai negara dengan tingkat ketimpangan kekayaan tertinggi di dunia.
"Kelompok kecil individu yang sangat kaya dapat dengan mudah mendongkrak rata-rata kekayaan suatu negara. Hal ini membuat penduduknya terlihat jauh lebih makmur daripada kondisi aslinya," tulis laporan UBS tersebut.
Tren Pemulihan dan Beban Inflasi
Memasuki tahun 2026, tren ketimpangan ini diproyeksikan belum akan membaik. Ekonomi dunia diyakini sedang bergerak membentuk pola K-Shaped.Di satu sisi, lengan atas huruf "K" merepresentasikan kelompok kaya yang terus meraup berkah dari booming pasar saham. Di sisi lain, lengan bawah huruf "K" mencerminkan masyarakat berpenghasilan rendah yang harus bertahan hidup di tengah hantaman inflasi, termasuk tingginya harga bahan bakar (BBM) dan kebutuhan pokok.
Kesenjangan yang mencolok inilah yang belakangan memicu gelombang kritik dan sentimen negatif publik terhadap para miliarder dunia.
AI dan Teknologi Masa Depan: Ancaman Baru atau Peluang?
Selain inflasi, kehadiran Kecerdasan Buatan (AI) yang terus mengguncang berbagai sektor industri kian memperlebar kecemasan publik. Bukan hanya AI, laporan tersebut juga menyoroti lompatan teknologi lain yang sedang mengintai lanskap ekonomi masa depan.Lihat Juga :