Pertamina Foundation Hadirkan PF-Lestari, Sistem Pemantauan Kehati Berbasis AI
Senin, 06 Juli 2026 - 16:34 WIB
loading...
Pertamina Foundation menghadirkan PF-Lestari, inovasi sistem pemantauan keanekaragaman hayati berbasis artificial intelligence (AI). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pertamina Foundation menghadirkan PF-Lestari, inovasi sistem pemantauan keanekaragaman hayati berbasis artificial intelligence (AI) bernama PF-Lestari. Didukung teknologi AI dan analisis spasial, PF-Lestari mampu mengukur indeks kesehatan vegetasi, mendeteksi perubahan tutupan lahan, hingga melakukan estimasi jumlah pohon (tree count).
Platform ini juga didukung fitur pemetaan presisi yang memungkinkan pengguna mengamati profil tutupan lahan dan topografi secara lebih komprehensif. Dengan beragam fitur tersebut, PF-Lestari mampu mempermudah inventarisasi digital jenis tanaman, riwayat perawatan, hingga memetakan potensi awal penyerapan karbon di area penanaman.
President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari mengatakan, inovasi PFLestari berangkat dari tantangan pengelolaan data kehati yang tidak terpusat hingga sulitnya mendapatkan visualisasi kondisi aktual secara berkala. Melalui PF-Lestari, jelasnya, Pertamina Foundation mengintegrasikan proses pemantauan, analisis, dan pelaporan agar berjalan lebih efisien dan akurat.
"Saat ini, PF-Lestari telah diimplementasikan di berbagai area program Hutan Lestari yang dikelola PF untuk mendukung rehabilitasi lahan kritis di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK),” ujar Agus dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).
Baca Juga: Pertamina Buka Rekrutmen Internship bagi Fresh Graduate, Pendaftaran Hingga 5 Juli 2026
Dengan teknologi yang dimiliki, PF-Lestari mendukung pendataan penanaman pohon endemik dan multi-purpose tree species (MPTS), sekaligus memperkuat fungsi riset serta edukasi kehutanan. PF-Lestari juga memiliki dashboard terintegrasi juga memungkinkan pengelolan data lapangan, estimasi keberhasilan tumbuh (survival rate), hingga potensi cadangan karbon menjadi lebih efisien, dan proses evaluasi program yang lebih terukur dan akuntabel. “Potensi PF-Lestari menghasilkan Value Creation Rp2,19 miliar, didukung oleh replikasi internal, ekspansi ke Pertamina Group, dan komersialisasi eksternal,” imbuh Agus.
Inovasi PF-Lestari memperoleh apresiasi dalam ajang Annual Pertamina Quality Award (APQA) 2026 dengan meraih predikat Platinum kategori PC-Prove. APQ Awards merupakan ajang penganugerahan terhadap implementasi Quality khususnya implementasi 4 Pilar Manajemen Kualitas di Lingkungan PT Pertamina (Persero).
“Ini merupakan kali pertama Pertamina Foundation berpartisipasi dalam APQA dan langsung berhasil meraih predikat Platinum. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa inovasi yang kami kembangkan telah memenuhi standar kualitas tinggi, sekaligus motivasi besar bagi kami untuk terus berinovasi dalam mendukung program lingkungan yang lebih akuntabel dan berkelanjutan,” kata Agus.
Baca Juga: Pertamina Foundation Perkuat Dampak Berkelanjutan lewat Inovasi dan Kolaborasi
Melalui pemanfaatan PF-Lestari, lanjut dia, inisiatif pelestarian lingkungan diharapkan semakin kuat dari sisi perencanaan hingga pelaporan. Data yang terdokumentasi ini sejalan dengan Asta Cita terkait penguatan ketahanan lingkungan, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim), 14 (Ekosistem dan poin 15 (Ekosistem Daratan).
Platform ini juga didukung fitur pemetaan presisi yang memungkinkan pengguna mengamati profil tutupan lahan dan topografi secara lebih komprehensif. Dengan beragam fitur tersebut, PF-Lestari mampu mempermudah inventarisasi digital jenis tanaman, riwayat perawatan, hingga memetakan potensi awal penyerapan karbon di area penanaman.
President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari mengatakan, inovasi PFLestari berangkat dari tantangan pengelolaan data kehati yang tidak terpusat hingga sulitnya mendapatkan visualisasi kondisi aktual secara berkala. Melalui PF-Lestari, jelasnya, Pertamina Foundation mengintegrasikan proses pemantauan, analisis, dan pelaporan agar berjalan lebih efisien dan akurat.
"Saat ini, PF-Lestari telah diimplementasikan di berbagai area program Hutan Lestari yang dikelola PF untuk mendukung rehabilitasi lahan kritis di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK),” ujar Agus dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).
Baca Juga: Pertamina Buka Rekrutmen Internship bagi Fresh Graduate, Pendaftaran Hingga 5 Juli 2026
Dengan teknologi yang dimiliki, PF-Lestari mendukung pendataan penanaman pohon endemik dan multi-purpose tree species (MPTS), sekaligus memperkuat fungsi riset serta edukasi kehutanan. PF-Lestari juga memiliki dashboard terintegrasi juga memungkinkan pengelolan data lapangan, estimasi keberhasilan tumbuh (survival rate), hingga potensi cadangan karbon menjadi lebih efisien, dan proses evaluasi program yang lebih terukur dan akuntabel. “Potensi PF-Lestari menghasilkan Value Creation Rp2,19 miliar, didukung oleh replikasi internal, ekspansi ke Pertamina Group, dan komersialisasi eksternal,” imbuh Agus.
Inovasi PF-Lestari memperoleh apresiasi dalam ajang Annual Pertamina Quality Award (APQA) 2026 dengan meraih predikat Platinum kategori PC-Prove. APQ Awards merupakan ajang penganugerahan terhadap implementasi Quality khususnya implementasi 4 Pilar Manajemen Kualitas di Lingkungan PT Pertamina (Persero).
“Ini merupakan kali pertama Pertamina Foundation berpartisipasi dalam APQA dan langsung berhasil meraih predikat Platinum. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa inovasi yang kami kembangkan telah memenuhi standar kualitas tinggi, sekaligus motivasi besar bagi kami untuk terus berinovasi dalam mendukung program lingkungan yang lebih akuntabel dan berkelanjutan,” kata Agus.
Baca Juga: Pertamina Foundation Perkuat Dampak Berkelanjutan lewat Inovasi dan Kolaborasi
Melalui pemanfaatan PF-Lestari, lanjut dia, inisiatif pelestarian lingkungan diharapkan semakin kuat dari sisi perencanaan hingga pelaporan. Data yang terdokumentasi ini sejalan dengan Asta Cita terkait penguatan ketahanan lingkungan, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim), 14 (Ekosistem dan poin 15 (Ekosistem Daratan).
(nng)
Lihat Juga :