BPJT dan Roatex Matangkan Pra Uji Coba Sistem Tol Tanpa Setop
Senin, 06 Juli 2026 - 18:17 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: 700 Gerbang Tol Bisa Bayar Tanpa Stop di Tahun 2026, Ini Syaratnya
Ia memastikan koordinasi dengan pemerintah berjalan baik dan melihat komitmen pemerintah untuk tetap melanjutkan proyek MLFF. Sebagai investor dan mitra pemerintah, RITS kini menunggu keputusan resmi mengenai lokasi dan waktu pelaksanaan uji coba. Bali yang sejak awal direncanakan sebagai proyek percontohan masih menjadi salah satu opsi, meski pengujian juga dimungkinkan dilakukan di ruas tol lain.
Renaldi menjelaskan, kontrak kerja sama yang dimiliki RITS sejak menerima surat perintah kerja pada 15 Maret 2022 tetap mengacu pada implementasi penuh MLFF. Namun, pada masa transisi, sistem gerbang tol dengan palang masih akan digunakan.
"Kami memang sudah sepakat bahwa dalam proses transisi ini masih mempergunakan barrier. Jadi ada konsep transisi dan ada konsep akhir sesuai desain MLFF. Keputusan akhirnya tentu berada di pemerintah dan kami mendukung," ujarnya.
Menurutnya, tahap penyusunan skenario dan pengujian menjadi langkah krusial sebelum pemerintah memutuskan implementasi MLFF secara nasional. Sistem tersebut diharapkan mampu memangkas antrean kendaraan sekaligus mempercepat proses transaksi di jalan tol.
Sementara itu, pengamat transportasi dari Politeknik Transportasi Jalan, Anton Budiharjo, menilai penerapan MLFF sudah menjadi kebutuhan seiring meningkatnya volume lalu lintas di jalan tol.
Ia memastikan koordinasi dengan pemerintah berjalan baik dan melihat komitmen pemerintah untuk tetap melanjutkan proyek MLFF. Sebagai investor dan mitra pemerintah, RITS kini menunggu keputusan resmi mengenai lokasi dan waktu pelaksanaan uji coba. Bali yang sejak awal direncanakan sebagai proyek percontohan masih menjadi salah satu opsi, meski pengujian juga dimungkinkan dilakukan di ruas tol lain.
Renaldi menjelaskan, kontrak kerja sama yang dimiliki RITS sejak menerima surat perintah kerja pada 15 Maret 2022 tetap mengacu pada implementasi penuh MLFF. Namun, pada masa transisi, sistem gerbang tol dengan palang masih akan digunakan.
"Kami memang sudah sepakat bahwa dalam proses transisi ini masih mempergunakan barrier. Jadi ada konsep transisi dan ada konsep akhir sesuai desain MLFF. Keputusan akhirnya tentu berada di pemerintah dan kami mendukung," ujarnya.
Menurutnya, tahap penyusunan skenario dan pengujian menjadi langkah krusial sebelum pemerintah memutuskan implementasi MLFF secara nasional. Sistem tersebut diharapkan mampu memangkas antrean kendaraan sekaligus mempercepat proses transaksi di jalan tol.
Sementara itu, pengamat transportasi dari Politeknik Transportasi Jalan, Anton Budiharjo, menilai penerapan MLFF sudah menjadi kebutuhan seiring meningkatnya volume lalu lintas di jalan tol.
Lihat Juga :