Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir

Senin, 06 Juli 2026 - 22:02 WIB
loading...
A A A


Iran disebut lebih fokus memperkuat pengaruhnya atas Selat Hormuz sebelum melanjutkan negosiasi nuklir. Gencatan senjata selama 60 hari yang sebelumnya diharapkan Washington menjadi pintu masuk menuju kesepakatan baru sejauh ini belum menghasilkan kemajuan signifikan.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf menyebut Selat Hormuz sebagai instrumen kekuatan terbesar negaranya dan menegaskan Iran tidak akan melepaskan haknya atas kawasan tersebut. Sejumlah diplomat Timur Tengah menilai Teheran kini berupaya mengubah daya tahannya selama perang menjadi keuntungan diplomatik jangka panjang.

Pengaruh Iran di kawasan itu dinilai dapat diwujudkan melalui pengaturan lalu lintas pelayaran, mekanisme koordinasi kawasan, hingga layanan terkait aktivitas maritim di Selat Hormuz. Langkah tersebut berpotensi meningkatkan posisi tawar Iran terhadap negara-negara pengimpor energi sekaligus menambah ketidakpastian di pasar minyak global apabila negosiasi kembali menemui jalan buntu.

Mantan diplomat AS Alan Eyre mengatakan Teheran tidak memiliki urgensi untuk segera menyelesaikan pembahasan program nuklir. “Iran nyaman memainkan waktu karena mereka yakin kendali atas Hormuz memberi posisi tawar yang lebih kuat dalam negosiasi,” ujar Eyre.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Mendadak Gencatan...
AS-Iran Mendadak Gencatan Senjata, Harga Minyak Merosot Tajam hingga 5%
Selama Perang dengan...
Selama Perang dengan AS, Penjualan Minyak Iran Tembus Rp323 Triliun
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
Ramalan Goldman Sachs...
Ramalan Goldman Sachs soal Harga Minyak Dunia Diwarnai Skenario Buruk Tembus USD145 per Barel
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
Jeda Perang dan Gencatan...
Jeda Perang dan Gencatan Senjata Selalu Menguntungkan Iran, Ini 4 Alasannya
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
Rekomendasi
1.404 Orang Lulus IPDN,...
1.404 Orang Lulus IPDN, Tito Dorong Lulusan Ciptakan Kebijakan Berlandaskan Pengetahuan
Dunia Harus Alihkan...
Dunia Harus Alihkan Perhatian ke Tepi Barat! Israel Terus Caplok Tanah Warga Palestina
Google Hentikan Dukungan...
Google Hentikan Dukungan YouTube untuk Smartphone Jadul
Berita Terkini
Perkuat Talenta Energi...
Perkuat Talenta Energi melalui Program GLOBE Berbasis AI, Pertamina Drilling Gandeng ELSA Business
7 Tahun Pimpin BI Sebelum...
7 Tahun Pimpin BI Sebelum Mundur, Perry Warjiyo Punya Karir Panjang dan Cemerlang
Ribuan Sengketa Pajak...
Ribuan Sengketa Pajak Bermunculan, Perbedaan Tafsir Masih Jadi Pemicu Utama
Pj Gubernur BI: Proses...
Pj Gubernur BI: Proses Pergantian Perry Warjiyo Ikuti Mekanisme UU, Belum Ada Nama Calon
Resmi Beroperasi, Bali...
Resmi Beroperasi, Bali Gapura Marina Siap Tampung 180 Yacht Standar Global
Menko Airlangga Soal...
Menko Airlangga Soal Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo: Yang Penting Institusinya
Infografis
Kapal Selam Nuklir China...
Kapal Selam Nuklir China yang Bikin AS Ketar-ketir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved