Harga Emas Dunia Mendadak Ambles Hari Ini! Investor Ramai-ramai Putar Haluan

Selasa, 07 Juli 2026 - 13:58 WIB
loading...
Harga Emas Dunia Mendadak...
Harga emas dunia dilaporkan kembali bergerak lesu dan terjungkal dari level tertinggi dalam dua minggu terakhir pada perdagangan, Selasa (7/7/2026). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Harga emas dunia dilaporkan kembali bergerak lesu dan terjungkal dari level tertinggi dalam dua minggu terakhir pada perdagangan, Selasa (7/7/2026). Investor globa l terpantau mendadak menahan diri dan mulai ragu-ragu untuk memborong logam mulia tersebut.

Langkah wait-and-see massal ini terjadi karena pasar sedang ketar-ketir menanti rilis dokumen rahasia penting -Notulen Rapat (Minutes of Meeting) Bank Sentral AS ( The Fed )- yang dijadwalkan meluncur hari Rabu besok. Dokumen ini diyakini akan menjadi penentu masa depan suku bunga dan ke mana arah harga emas selanjutnya.

Emas Ambles Dekati Level Kritis: Intip Rincian Angkanya

Berdasarkan data pasar terbaru, harga emas di pasar spot terpantau merosot 0,9% menjadi USD4.126,33 per ons. Sementara itu kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga ikut melemah 0,7% ke level USD4.137,60.

Baca Juga: Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram

Padahal pada perdagangan Senin kemarin, harga emas sempat terbang tinggi setelah adanya pengumuman gencatan senjata yang meredakan ketegangan perang antara AS-Israel dengan Iran. Namun euforia itu ternyata tidak mampu bertahan lama.

"Pergerakan harga emas saat ini adalah kelanjutan dari pekan lalu. Pasar sedang membentuk level support baru sambil menunggu arah kebijakan yang lebih jelas dari The Fed," ungkap Nicholas Frappell, Kepala Pasar Institusional Global di ABC Refinery.



Jika ditarik garis lurus dari rekor tertinggi yang sempat dicapai awal tahun ini (saat puncak konflik Timur Tengah), harga emas global sebenarnya telah anjlok lebih dari 25%. Perang beberapa waktu lalu sempat melambungkan inflasi dan memicu keperkasaan dolar AS, yang secara otomatis meremukkan daya tarik emas sebagai aset aman (safe haven).

Pecah Kongsi Bank Sentral AS: Suku Bunga Mau Naik Lagi?

Faktor utama yang membuat harga emas goyah hari ini adalah teka-teki kebijakan Ketua Fed yang baru, Kevin Warsh. Pada rapat terakhirnya, Warsh secara mengejutkan menghapus panduan tertulis (forward guidance) mengenai penyesuaian suku bunga agar The Fed bisa bergerak lebih lincah.

Baca Juga: Emas Jadi Aset Cadangan Terbesar Kedua di Dunia, 36.000 Ton Emas Disimpan Bank Sentral

Namun, strategi "main rahasia" ini memicu perdebatan panas di internal mereka. Kevin Warsh menolak memberikan bocoran arah suku bunga demi fleksibilitas ekonomi. Sedangkan pejabat internal Fed lainnya justru tidak setuju dan menyebut bocoran kebijakan (forward guidance) adalah alat berharga untuk mempercepat dampak ekonomi ke masyarakat.

Berdasarkan data CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga AS pada September mendatang kini berada di angka 56% (turun dari posisi sebelumnya yang di atas 60%). Secara teori ekonomi, tingginya suku bunga adalah musuh utama bagi komoditas emas karena membuat aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga (seperti emas) menjadi kurang menarik bagi investor besar.

Hong Kong Luncurkan Sistem Kliring Emas Baru

Di tengah goyahnya harga emas, Asia justru meluncurkan gebrakan baru. Pemerintah Hong Kong resmi mengaktifkan sistem kliring sentral untuk emas pada hari ini, sekaligus menghidupkan kembali perdagangan emas berjangka (gold futures).

Langkah agresif Hong Kong ini sengaja dilakukan demi ambisi besar mereka untuk menjadi pusat cadangan logam mulia (regional reserve hub) terkuat di kawasan Asia, menantang dominasi pasar barat.

Sementara itu ternyata tidak hanya emas yang loyo, deretan logam mulia lainnya juga terpantau ikut ambruk hari ini. Perak terpantau ambles 2% menjadi USD60,85 per ons, Platinium turun 1,2% ke level USD1.611,38, dan Palladium menyusut 0,6% menjadi USD1.261,16.

Bagi Anda yang mengoleksi emas batangan atau berinvestasi di reksa dana emas, situasi pekan ini adalah momen krusial untuk memantau apakah emas akan mendapat momentum bangkit pasca-pengumuman The Fed besok, atau justru makin melorot.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini usai Malas Bergerak di Rp2,6 Juta per Gram
EMAS Tembus Bursa Hong...
EMAS Tembus Bursa Hong Kong, Analis: Jadi Booster Citra Investasi Indonesia
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Satu Dekade Membangun...
Satu Dekade Membangun Literasi Keuangan Berbasis Emas di Indonesia
Rekomendasi
Microdrama You Light...
Microdrama You Light Up My World Sukses Bikin Emosi, Simak Sinopsis Lengkapnya di V+Short
Jokowi Beberkan Isi...
Jokowi Beberkan Isi Obrolannya dengan JK ketika Bertemu di HUT Bhayangkara
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
Berita Terkini
IHSG Babak Belur di...
IHSG Babak Belur di Paruh Pertama 2026, Modal Asing Sepanjang Juni Kabur Rp19,63 Triliun
Tren Liburan Jarak Dekat...
Tren Liburan Jarak Dekat Meningkat, Traveloka Hadirkan Diskon Perjalanan
Evaluasi Sukses, Perpindahan...
Evaluasi Sukses, Perpindahan Layanan Umrah ke Terminal 2F Dipercepat Jadi 10 Juli!
Dorong Budaya Taat Pajak,...
Dorong Budaya Taat Pajak, Bapenda DKI Jakarta Beri Apresiasi Wajib Pajak PKB Teladan
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
Pengusaha Buka Suara...
Pengusaha Buka Suara soal Pabrik Otomotif Jepang Kabur dari RI ke Vietnam
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved