Evaluasi Sukses, Perpindahan Layanan Umrah ke Terminal 2F Dipercepat Jadi 10 Juli!
Selasa, 07 Juli 2026 - 16:25 WIB
loading...
Layanan Umrah pindah total ke Terminal 2F per 10 Juli.
A
A
A
TANGERANG - Pelaksanaan tahap pertama perpindahan layanan keberangkatan jemaah umrah rombongan melalui Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang dimulai pada 1 Juli 2026 berjalan dengan lancar. Tahap pertama tersebut melayani jemaah yang menggunakan maskapai Loong Air, Hainan Airlines, dan Saudi Arabian Airlines. Pelaksanaan layanan ini mengacu pada Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SE DJPU 12 Tahun 2026 serta Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor SE-153/BN/2026.
Seiring hasil evaluasi yang menunjukkan proses transisi operasional berjalan baik, jadwal tahapan perpindahan operasional selanjutnya mengalami penyesuaian. Berdasarkan koordinasi bersama regulator dan seluruh pemangku kepentingan, pelaksanaan tahap ketiga yang semula dijadwalkan pada 15 Juli 2026 dimajukan menjadi 10 Juli 2026.
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi mengatakan, kelancaran pelaksanaan tahap pertama menjadi dasar untuk mempercepat penyelesaian proses perpindahan operasional sehingga manfaat layanan Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F dapat dirasakan lebih cepat oleh seluruh jemaah umrah.
“Evaluasi pelaksanaan tahap pertama menunjukkan bahwa proses keberangkatan jemaah melalui Terminal 2F berjalan dengan baik. Seluruh pemangku kepentingan mampu berkolaborasi secara optimal sehingga penyesuaian jadwal tahap berikutnya dapat dilakukan dengan tetap mengutamakan kesiapan operasional serta kualitas pelayanan kepada jemaah,” ujar Heru.
Dengan adanya penyesuaian tersebut, tahapan perpindahan operasional layanan keberangkatan jemaah umrah menjadi sebagai berikut:
● Tahap 1 (telah dilaksanakan pada 1 Juli 2026): Loong Air, Hainan Airlines, dan Saudi Arabian Airlines.
● Tahap 2 (8 Juli 2026): Scoot dan Turkish Airlines.
● Tahap 3 (10 Juli 2026): Qatar Airways, Egypt Air, Oman Air, Emirates, dan Etihad Airways.
Heru menambahkan, percepatan tahapan perpindahan dilakukan setelah mempertimbangkan kesiapan operasional maskapai, penyelenggara layanan kebandarudaraan, perusahaan ground handling, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan jemaah umrah.
“Kami terus memperkuat koordinasi bersama regulator, maskapai, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), ground handling, dan seluruh stakeholder agar proses transisi berjalan lancar. Tujuan utamanya adalah menghadirkan layanan yang semakin nyaman, tertib, dan efisien bagi seluruh jemaah sejak tiba di bandara hingga keberangkatan menuju Tanah Suci,” pungkas Heru.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan bersama seluruh pemangku kepentingan guna mendukung penyelenggaraan ibadah umrah yang aman, tertib, nyaman, dan memberikan pengalaman serta memuliakan perjalanan yang lebih baik bagi seluruh jemaah.
Seiring hasil evaluasi yang menunjukkan proses transisi operasional berjalan baik, jadwal tahapan perpindahan operasional selanjutnya mengalami penyesuaian. Berdasarkan koordinasi bersama regulator dan seluruh pemangku kepentingan, pelaksanaan tahap ketiga yang semula dijadwalkan pada 15 Juli 2026 dimajukan menjadi 10 Juli 2026.
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi mengatakan, kelancaran pelaksanaan tahap pertama menjadi dasar untuk mempercepat penyelesaian proses perpindahan operasional sehingga manfaat layanan Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F dapat dirasakan lebih cepat oleh seluruh jemaah umrah.
“Evaluasi pelaksanaan tahap pertama menunjukkan bahwa proses keberangkatan jemaah melalui Terminal 2F berjalan dengan baik. Seluruh pemangku kepentingan mampu berkolaborasi secara optimal sehingga penyesuaian jadwal tahap berikutnya dapat dilakukan dengan tetap mengutamakan kesiapan operasional serta kualitas pelayanan kepada jemaah,” ujar Heru.
Dengan adanya penyesuaian tersebut, tahapan perpindahan operasional layanan keberangkatan jemaah umrah menjadi sebagai berikut:
● Tahap 1 (telah dilaksanakan pada 1 Juli 2026): Loong Air, Hainan Airlines, dan Saudi Arabian Airlines.
● Tahap 2 (8 Juli 2026): Scoot dan Turkish Airlines.
● Tahap 3 (10 Juli 2026): Qatar Airways, Egypt Air, Oman Air, Emirates, dan Etihad Airways.
Heru menambahkan, percepatan tahapan perpindahan dilakukan setelah mempertimbangkan kesiapan operasional maskapai, penyelenggara layanan kebandarudaraan, perusahaan ground handling, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan jemaah umrah.
“Kami terus memperkuat koordinasi bersama regulator, maskapai, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), ground handling, dan seluruh stakeholder agar proses transisi berjalan lancar. Tujuan utamanya adalah menghadirkan layanan yang semakin nyaman, tertib, dan efisien bagi seluruh jemaah sejak tiba di bandara hingga keberangkatan menuju Tanah Suci,” pungkas Heru.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan bersama seluruh pemangku kepentingan guna mendukung penyelenggaraan ibadah umrah yang aman, tertib, nyaman, dan memberikan pengalaman serta memuliakan perjalanan yang lebih baik bagi seluruh jemaah.
(unt)
Lihat Juga :