Mitigasi Risiko Blackout, Diversifikasi Energi Jadi Strategi Ketahanan Listrik
Selasa, 07 Juli 2026 - 19:46 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Feiral, kemampuan panas bumi untuk beroperasi stabil selama 24 jam menjadikannya salah satu sumber energi potensial dalam memperkuat keandalan pasokan listrik nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi. “Antisipasi blackout harus dilihat sebagai agenda besar penguatan sistem. Dalam kerangka itu, panas bumi dapat menjadi salah satu pilar penting karena potensinya tersebar di banyak wilayah Indonesia,” katanya.
Feiral mengatakan potensi panas bumi Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah memberikan peluang besar untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, pengembangan panas bumi perlu berjalan beriringan dengan penguatan jaringan transmisi dan distribusi, peningkatan cadangan daya, pengembangan sistem penyimpanan energi seperti Battery Energy Storage System (BESS), penyediaan pembangkit cadangan, digitalisasi jaringan listrik, hingga diversifikasi sumber energi.
Indonesia sendiri memiliki cadangan panas bumi sebesar 24 gigawatt (GW) atau sekitar 40 persen dari cadangan dunia, menjadikannya salah satu potensi energi lokal terbesar yang dimiliki Indonesia. Dengan karakteristik yang stabil, andal, dan melimpah, panas bumi dinilai memiliki peran penting dalam mendukung upaya mewujudkan ketahanan energi nasional.
Meski demikian, pemanfaatan potensi tersebut masih perlu ditingkatkan. Dari total cadangan sekitar 24 GW, baru sekitar 2,7 GW atau 12 persen yang telah dimanfaatkan. Artinya, masih terdapat ruang pengembangan yang besar, termasuk untuk mengejar tambahan kapasitas sekitar 2,5 GW dalam 10 tahun ke depan.
Feiral mengatakan potensi panas bumi Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah memberikan peluang besar untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, pengembangan panas bumi perlu berjalan beriringan dengan penguatan jaringan transmisi dan distribusi, peningkatan cadangan daya, pengembangan sistem penyimpanan energi seperti Battery Energy Storage System (BESS), penyediaan pembangkit cadangan, digitalisasi jaringan listrik, hingga diversifikasi sumber energi.
Indonesia sendiri memiliki cadangan panas bumi sebesar 24 gigawatt (GW) atau sekitar 40 persen dari cadangan dunia, menjadikannya salah satu potensi energi lokal terbesar yang dimiliki Indonesia. Dengan karakteristik yang stabil, andal, dan melimpah, panas bumi dinilai memiliki peran penting dalam mendukung upaya mewujudkan ketahanan energi nasional.
Meski demikian, pemanfaatan potensi tersebut masih perlu ditingkatkan. Dari total cadangan sekitar 24 GW, baru sekitar 2,7 GW atau 12 persen yang telah dimanfaatkan. Artinya, masih terdapat ruang pengembangan yang besar, termasuk untuk mengejar tambahan kapasitas sekitar 2,5 GW dalam 10 tahun ke depan.
Lihat Juga :