Didukung BPDP dan Ditjenbun, AKPY Percepat Transfer Teknologi ke Pekebun Sawit Morowali
Kamis, 09 Juli 2026 - 16:52 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Neng, mengatakan pelatihan menjadi sarana strategis untuk meningkatkan kemampuan pekebun menghadapi dinamika industri sawit. Menurut dia, pembangunan sektor perkebunan saat ini tidak lagi berorientasi pada peningkatan produksi semata, tetapi juga produktivitas, efisiensi usaha, kualitas hasil, nilai tambah, daya saing, dan keberlanjutan lingkungan.
"Pelatihan ini memberikan pemahaman kepada pekebun agar mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan, mulai dari peningkatan produktivitas hingga pengembangan hilirisasi komoditas perkebunan," kata Muhammad Neng.
Baca Juga: BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
Ia juga mengapresiasi semangat para pekebun Morowali yang terus meningkatkan kompetensi di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri. Menurutnya, komitmen tersebut menunjukkan bahwa sektor perkebunan tetap memiliki daya tarik sebagai sumber penghidupan sekaligus penopang perekonomian daerah.
Sementara itu, Kepala Bidang Perkebunan dan Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Morowali, Awalludin Nunu, menilai keberhasilan transfer teknologi sangat bergantung pada keberlanjutan pendampingan setelah pelatihan. Pendampingan diperlukan agar pekebun mampu mengatasi berbagai kendala teknis dalam penerapan inovasi di lapangan serta memastikan materi yang diperoleh benar-benar berdampak terhadap peningkatan produktivitas.
"Pelatihan ini memberikan pemahaman kepada pekebun agar mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan, mulai dari peningkatan produktivitas hingga pengembangan hilirisasi komoditas perkebunan," kata Muhammad Neng.
Baca Juga: BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
Ia juga mengapresiasi semangat para pekebun Morowali yang terus meningkatkan kompetensi di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri. Menurutnya, komitmen tersebut menunjukkan bahwa sektor perkebunan tetap memiliki daya tarik sebagai sumber penghidupan sekaligus penopang perekonomian daerah.
Sementara itu, Kepala Bidang Perkebunan dan Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Morowali, Awalludin Nunu, menilai keberhasilan transfer teknologi sangat bergantung pada keberlanjutan pendampingan setelah pelatihan. Pendampingan diperlukan agar pekebun mampu mengatasi berbagai kendala teknis dalam penerapan inovasi di lapangan serta memastikan materi yang diperoleh benar-benar berdampak terhadap peningkatan produktivitas.
(nng)
Lihat Juga :