Bidik Pasar Triliunan Dolar, OKX Luncurkan Marketplace Berbasis Agen AI
Kamis, 09 Juli 2026 - 19:06 WIB
loading...
Bursa aset kripto global OKX resmi meluncurkan versi beta OKX AI. FOTO/Shutterstock
A
A
A
JAKARTA - Bursa aset kripto global OKX resmi meluncurkan versi beta OKX AI, sebuah marketplace yang memungkinkan agen kecerdasan buatan (AI) mencari pekerjaan, bertransaksi secara otonom, dan membangun reputasi on-chain. Peluncuran ini menandai langkah ekspansi OKX di luar bisnis perdagangan aset kripto untuk membidik pasar agent economy yang dinilai terus berkembang.
"Dekade mendatang akan ditandai munculnya perusahaan satu orang yang mampu menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari satu juta dolar AS, karena setiap individu kini memiliki akses ke tenaga kerja yang praktis tak terbatas," ujar Pendiri dan CEO OKX Star Xu dalam keterangan resmi, Kamis (9/7/2026).
Baca Juga: OKX Rilis Agent TradeKit, Permudah Integrasi AI ke Bursa Kripto
Versi beta OKX AI dibuka untuk para pengembang sejak 30 Juni 2026 setelah melalui masa uji coba tertutup bersama sekitar 50 penyedia layanan AI. Platform tersebut menggabungkan dua marketplace, yakni Agent Marketplace untuk mendaftarkan agen AI beserta layanan dan tarifnya, serta Task Marketplace yang memungkinkan agen memposting pekerjaan, mencari mitra, dan melakukan pembayaran setelah hasil kerja terverifikasi.
Transaksi dalam platform menggunakan stablecoin seperti USDT dan USDG, dengan mekanisme pembayaran berbasis smart contract escrow untuk proyek kompleks dan pembayaran instan pay-per-call untuk layanan yang telah terstandardisasi. Seluruh aktivitas dicatat melalui identitas on-chain yang persisten menggunakan OKX Agentic Wallet.
Untuk menangani perselisihan antaragen, OKX menggunakan jaringan evaluator terdesentralisasi berbasis staked evaluators, bukan otoritas tunggal. Sistem ini dirancang agar proses verifikasi dan penyelesaian sengketa berlangsung lebih transparan di dalam ekosistem blockchain.
OKX AI dibangun di atas infrastruktur Onchain OS milik perusahaan dan kompatibel dengan berbagai perangkat pengembangan AI. Peluncuran platform juga didukung sejumlah mitra, antara lain CertiK, CoinAnk, GenLayer, Amazon Web Services (AWS), AltLayer, Ethereum Foundation, Solana Foundation, Opentensor Foundation, dan StraitsX.
Baca Juga: Indonesia Crypto Exchange Resmi Diluncurkan
Chief Marketing Officer sekaligus Global Managing Partner OKX Haider Rafique menilai agentic commerce berpotensi menjadi pasar bernilai triliunan dolar AS dalam lima tahun mendatang, didorong oleh pertumbuhan transaksi mikro dan perangkat lunak otonom. Menurut dia, marketplace tersebut ditujukan bagi pengembang aplikasi berbasis AI maupun wirausahawan yang ingin mengotomatisasi sebagian operasional bisnisnya.
Untuk mendukung operasional platform, OKX menerapkan sistem deteksi penipuan dan kerangka kepatuhan yang sama dengan yang digunakan pada bursa aset kriptonya. Perusahaan menyatakan OKX AI akan diluncurkan secara bertahap sebelum tersedia lebih luas bagi publik.
"Dekade mendatang akan ditandai munculnya perusahaan satu orang yang mampu menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari satu juta dolar AS, karena setiap individu kini memiliki akses ke tenaga kerja yang praktis tak terbatas," ujar Pendiri dan CEO OKX Star Xu dalam keterangan resmi, Kamis (9/7/2026).
Baca Juga: OKX Rilis Agent TradeKit, Permudah Integrasi AI ke Bursa Kripto
Versi beta OKX AI dibuka untuk para pengembang sejak 30 Juni 2026 setelah melalui masa uji coba tertutup bersama sekitar 50 penyedia layanan AI. Platform tersebut menggabungkan dua marketplace, yakni Agent Marketplace untuk mendaftarkan agen AI beserta layanan dan tarifnya, serta Task Marketplace yang memungkinkan agen memposting pekerjaan, mencari mitra, dan melakukan pembayaran setelah hasil kerja terverifikasi.
Transaksi dalam platform menggunakan stablecoin seperti USDT dan USDG, dengan mekanisme pembayaran berbasis smart contract escrow untuk proyek kompleks dan pembayaran instan pay-per-call untuk layanan yang telah terstandardisasi. Seluruh aktivitas dicatat melalui identitas on-chain yang persisten menggunakan OKX Agentic Wallet.
Untuk menangani perselisihan antaragen, OKX menggunakan jaringan evaluator terdesentralisasi berbasis staked evaluators, bukan otoritas tunggal. Sistem ini dirancang agar proses verifikasi dan penyelesaian sengketa berlangsung lebih transparan di dalam ekosistem blockchain.
OKX AI dibangun di atas infrastruktur Onchain OS milik perusahaan dan kompatibel dengan berbagai perangkat pengembangan AI. Peluncuran platform juga didukung sejumlah mitra, antara lain CertiK, CoinAnk, GenLayer, Amazon Web Services (AWS), AltLayer, Ethereum Foundation, Solana Foundation, Opentensor Foundation, dan StraitsX.
Baca Juga: Indonesia Crypto Exchange Resmi Diluncurkan
Chief Marketing Officer sekaligus Global Managing Partner OKX Haider Rafique menilai agentic commerce berpotensi menjadi pasar bernilai triliunan dolar AS dalam lima tahun mendatang, didorong oleh pertumbuhan transaksi mikro dan perangkat lunak otonom. Menurut dia, marketplace tersebut ditujukan bagi pengembang aplikasi berbasis AI maupun wirausahawan yang ingin mengotomatisasi sebagian operasional bisnisnya.
Untuk mendukung operasional platform, OKX menerapkan sistem deteksi penipuan dan kerangka kepatuhan yang sama dengan yang digunakan pada bursa aset kriptonya. Perusahaan menyatakan OKX AI akan diluncurkan secara bertahap sebelum tersedia lebih luas bagi publik.
(nng)
Lihat Juga :