B50 Bawa RI Tak Lagi Impor Solar, Prabowo Klaim Hemat Devisa Rp170 Triliun

Jum'at, 10 Juli 2026 - 17:16 WIB
loading...
B50 Bawa RI Tak Lagi...
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Bendungan Meninting dan empat bendungan lainnya di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. FOTO/Riyan Rizki
A A A
LOMBOK BARAT - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia mulai menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar seiring dimulainya implementasi mandatori biodiesel B50. Kebijakan tersebut diyakini mampu menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

"Kemarin adalah hari yang sangat bersejarah. Indonesia negara pertama di dunia yang bisa membuat solar dari tanaman nabati, dari kelapa sawit. Solar kita sekarang 50% dari kelapa sawit. Dan mulai hari-hari ini, kita sudah mulai menghentikan impor solar dari luar negeri," kata Prabowo saat meresmikan Bendungan Meninting dan empat bendungan lainnya di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026).

Baca Juga: Prabowo Sentil Pihak yang Tolak B50, Ungkap Mereka Ambil Komisi Impor BBM

Prabowo mengatakan penerapan mandatori B50 menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang menerapkan biodiesel dengan campuran 50% berbahan baku minyak sawit. Menurut dia, pencapaian tersebut bukan hanya keberhasilan teknologi, tetapi juga bukti kemampuan Indonesia memanfaatkan sumber daya alam untuk kepentingan masyarakat.



Dia menambahkan penghematan devisa sebesar Rp170 triliun akan memberikan ruang fiskal yang lebih besar untuk membiayai pembangunan nasional. Ia mencontohkan dana tersebut dapat mendukung pembangunan infrastruktur, termasuk bendungan yang mampu meningkatkan produksi pangan nasional melalui penyediaan air irigasi.

Terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan biodiesel B50 telah memenuhi persyaratan teknis dan siap diterapkan secara luas setelah melalui serangkaian pengujian pada berbagai moda transportasi dan sektor industri.

"Hasil pengujian menunjukkan bahwa B50 tidak hanya memenuhi spesifikasi teknis yang ditetapkan pemerintah, tetapi juga telah memenuhi standar yang dipersyaratkan oleh para pabrikan kendaraan," kata Bahlil.

Menurut Bahlil, pengujian dilakukan pada kendaraan bermotor, alat berat pertambangan, alat dan mesin pertanian, kereta api, angkutan laut, hingga pembangkit listrik. Uji lapangan juga telah dilakukan di sejumlah wilayah, antara lain Kutai Timur, Semarang, Stasiun Lempuyangan Yogyakarta, Kapal Geomarin ESDM di Cirebon, dan Instalasi Surabaya milik PT Pertamina Patra Niaga.

Baca Juga: Jampidsus Febrie Adriansyah Sangkal Mengundurkan Diri

Kementerian ESDM memperkirakan implementasi B50 akan meningkatkan penghematan devisa dari sekitar Rp133,3 triliun pada program B40 menjadi sekitar Rp170 triliun. Selain itu, nilai tambah industri crude palm oil (CPO) diproyeksikan naik dari Rp20,92 triliun menjadi Rp23,49 triliun, dengan potensi penyerapan sekitar 2,1 juta tenaga kerja.

Untuk mendukung program tersebut, kebutuhan biodiesel diperkirakan mencapai 16,7 juta hingga 18 juta kiloliter dengan kebutuhan CPO sekitar 15,2 juta hingga 16,3 juta ton. Dari sisi lingkungan, penggunaan B50 diproyeksikan mampu menurunkan emisi karbon dioksida (CO₂) hingga 44,46 juta ton, lebih tinggi dibandingkan penurunan emisi pada implementasi B40 yang mencapai 39,66 juta ton.

Pemerintah menegaskan Program Mandatori B50 merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemandirian energi nasional melalui optimalisasi sumber daya dalam negeri. Program biodiesel nasional sendiri telah berkembang secara bertahap sejak 2008, dimulai dari B2,5, kemudian meningkat menjadi B10, B15, B20, B30, B35, B40, hingga kini memasuki era B50 sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM dan meningkatkan bauran energi nasional.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Sentil Pihak...
Prabowo Sentil Pihak yang Tolak B50, Ungkap Mereka Ambil Komisi Impor BBM
Jasa Marga Dukung Implementasi...
Jasa Marga Dukung Implementasi Biosolar B50 di Rest Area KM 57A
Indonesia Temukan Cadangan...
Indonesia Temukan Cadangan Emas Baru di Papua, Prabowo: Sangat Besar
Bahlil Ancam Akan Tinjau...
Bahlil Ancam Akan Tinjau RKAB Penambang yang Menolak Pakai B50
Prabowo Luncurkan BBM...
Prabowo Luncurkan BBM Baru B50 Pertama di Indonesia
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
Prabowo: Banyak yang...
Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling
Senapan Tentara Arab...
Senapan Tentara Arab Saudi Bakal Diproduksi PT Pindad, Prabowo: Senjata Kita Teruji
Prabowo Kembali Ingatkan...
Prabowo Kembali Ingatkan untuk Hentikan Korupsi, Penyelundupan, Narkoba, hingga Judi
Rekomendasi
Senapan Tentara Arab...
Senapan Tentara Arab Saudi Bakal Diproduksi PT Pindad, Prabowo: Senjata Kita Teruji
Ola Elannor Tuangkan...
Ola Elannor Tuangkan Proses Berdamai dengan Kehilangan Lewat Dewasa Tanpamu
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps 8 Arumi Mendapatkan Kerja dan Makin Dibenci Elio
Berita Terkini
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 Lagi, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Masih Kuat
Bagaimana Kebijakan...
Bagaimana Kebijakan Bank Sentral Berpengaruh terhadap Pasar Mata Uang?
OBATApps dan Dami Sariwana...
OBATApps dan Dami Sariwana Perkuat Kompetensi Mahasiswa Farmasi
Kemnaker Wajibkan Perusahaan...
Kemnaker Wajibkan Perusahaan Mitra MagangHub 2026 Terdaftar di WLKP
Bittime Sambut Roadmap...
Bittime Sambut Roadmap IAKD OJK, Langkah Strategis Perkuat Industri Aset Digital
B50 Bawa RI Tak Lagi...
B50 Bawa RI Tak Lagi Impor Solar, Prabowo Klaim Hemat Devisa Rp170 Triliun
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved