RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:37 WIB
loading...
PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (11/7/2026). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, sebagai emiten ketujuh yang melantai di pasar modal sepanjang 2026. Debut tersebut mendapat sambutan positif dari investor dengan kenaikan harga saham hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) pada hari pertama perdagangan.
"Antusiasme investor langsung tercermin pada hari pertama perdagangan. Saham RANS melonjak 34,12% dari harga penawaran umum perdana sebesar Rp170 menjadi Rp228 per saham dan menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA)," berdasarkan data perdagangan di BEI dikutip pada Sabtu (11/7/2026).
Baca Juga: IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
Dalam penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO), RANS menawarkan sebanyak 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Melalui aksi korporasi tersebut, perseroan menghimpun dana sebesar Rp429,25 miliar dengan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Pada sesi awal perdagangan, saham RANS mencatat volume transaksi sebanyak 7.683 lot dengan nilai transaksi sekitar Rp175,17 juta dan frekuensi perdagangan mencapai 1.580 kali. Prosesi pencatatan saham juga dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pelaku usaha, di antaranya Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam), Garibaldi Thohir (Boy Thohir), Axton Salim, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, serta sejumlah figur publik.
Baca Juga: IHSG Ditutup Menguat Tipis, Rupiah Masih Bertengger di Atas Rp18.000
Perseroan berencana menggunakan 37,61% dana hasil IPO untuk penyelenggaraan konser di berbagai kota di Indonesia. Selanjutnya, 19,80% dialokasikan untuk mengakuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia, sedangkan 18,64% digunakan untuk pembangunan wahana bermain dan edukasi Cipungland.
Selain itu, sebanyak 8,15% dana IPO akan digunakan untuk membentuk perusahaan patungan bersama PT Feedloop Global Teknologi guna mengembangkan bisnis berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Sementara itu, 6,98% dana hasil penawaran umum dialokasikan untuk pelunasan dipercepat sebagian pinjaman perseroan.
Di balik optimisme pasar, investor juga mencermati aspek fundamental perusahaan. Berdasarkan prospektus, RANS masih memiliki tujuh entitas anak yang belum beroperasi secara komersial sehingga efektivitas strategi ekspansi dan kontribusi anak usaha terhadap kinerja perseroan akan menjadi perhatian setelah perusahaan berstatus emiten.
Dengan dukungan pasar yang kuat pada perdagangan perdana serta rencana ekspansi ke sektor hiburan, gaya hidup, teknologi, dan bisnis kreatif, RANS menjadi salah satu IPO yang paling menyita perhatian pada 2026. Keberhasilan perseroan merealisasikan penggunaan dana hasil IPO secara optimal dinilai akan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor dan mendorong pertumbuhan bisnis jangka panjang.
"Antusiasme investor langsung tercermin pada hari pertama perdagangan. Saham RANS melonjak 34,12% dari harga penawaran umum perdana sebesar Rp170 menjadi Rp228 per saham dan menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA)," berdasarkan data perdagangan di BEI dikutip pada Sabtu (11/7/2026).
Baca Juga: IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
Dalam penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO), RANS menawarkan sebanyak 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Melalui aksi korporasi tersebut, perseroan menghimpun dana sebesar Rp429,25 miliar dengan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Pada sesi awal perdagangan, saham RANS mencatat volume transaksi sebanyak 7.683 lot dengan nilai transaksi sekitar Rp175,17 juta dan frekuensi perdagangan mencapai 1.580 kali. Prosesi pencatatan saham juga dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pelaku usaha, di antaranya Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam), Garibaldi Thohir (Boy Thohir), Axton Salim, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, serta sejumlah figur publik.
Baca Juga: IHSG Ditutup Menguat Tipis, Rupiah Masih Bertengger di Atas Rp18.000
Perseroan berencana menggunakan 37,61% dana hasil IPO untuk penyelenggaraan konser di berbagai kota di Indonesia. Selanjutnya, 19,80% dialokasikan untuk mengakuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia, sedangkan 18,64% digunakan untuk pembangunan wahana bermain dan edukasi Cipungland.
Selain itu, sebanyak 8,15% dana IPO akan digunakan untuk membentuk perusahaan patungan bersama PT Feedloop Global Teknologi guna mengembangkan bisnis berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Sementara itu, 6,98% dana hasil penawaran umum dialokasikan untuk pelunasan dipercepat sebagian pinjaman perseroan.
Di balik optimisme pasar, investor juga mencermati aspek fundamental perusahaan. Berdasarkan prospektus, RANS masih memiliki tujuh entitas anak yang belum beroperasi secara komersial sehingga efektivitas strategi ekspansi dan kontribusi anak usaha terhadap kinerja perseroan akan menjadi perhatian setelah perusahaan berstatus emiten.
Dengan dukungan pasar yang kuat pada perdagangan perdana serta rencana ekspansi ke sektor hiburan, gaya hidup, teknologi, dan bisnis kreatif, RANS menjadi salah satu IPO yang paling menyita perhatian pada 2026. Keberhasilan perseroan merealisasikan penggunaan dana hasil IPO secara optimal dinilai akan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor dan mendorong pertumbuhan bisnis jangka panjang.
(nng)
Lihat Juga :