Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:17 WIB
loading...
PT Brantas Abipraya (Persero) menegaskan komitmennya mendukung ketahanan air dan pangan nasional melalui pembangunan Bendungan Sidan di Bali dan Bendungan Keureuto di Aceh. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Brantas Abipraya (Persero) menegaskan komitmennya mendukung ketahanan air dan pangan nasional melalui pembangunan Bendungan Sidan di Bali dan Bendungan Keureuto di Aceh yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto bersama tiga bendungan lainnya. Kehadiran kedua bendungan tersebut diharapkan memperkuat pengelolaan sumber daya air, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
"Peresmian Bendungan Sidan dan Bendungan Keureuto merupakan wujud nyata kontribusi Brantas Abipraya dalam mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya air nasional. Infrastruktur bendungan tidak hanya menyediakan air bagi sektor pertanian, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat melalui penyediaan air baku, pengendalian banjir, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," kata Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana dalam keterangan pers, Sabtu (11/7/2026).
Baca Juga: Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
Presiden Prabowo sebelumnua meresmikan lima bendungan secara serentak dari Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Selain Bendungan Sidan dan Bendungan Keureuto yang dibangun Brantas Abipraya, pemerintah juga meresmikan Bendungan Rukoh di Aceh dan Bendungan Jlantah di Jawa Tengah secara hibrida.
Presiden menegaskan pembangunan bendungan merupakan investasi jangka panjang untuk menjamin ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia meminta agar manfaat bendungan benar-benar dirasakan petani sebagai produsen pangan nasional. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menambahkan bahwa pembangunan bendungan menjadi fondasi penting bagi kedaulatan bangsa melalui penguatan infrastruktur sumber daya air.
Bendungan Sidan di Bali dibangun dengan tinggi 68 meter dan kapasitas tampung 5,76 juta meter kubik. Infrastruktur tersebut mampu menyuplai air baku sebesar 1,75 meter kubik per detik, mengairi lahan irigasi seluas 9.598 hektare melalui jaringan sepanjang 123,19 kilometer, mereduksi banjir di kawasan seluas 108 hektare, serta memiliki potensi pembangkit listrik berkapasitas 8,08 megawatt.
Sementara itu, Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara berperan menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian sekaligus mengurangi risiko banjir hingga 627 hektare. Bendungan ini juga menyediakan air baku berkapasitas 650 liter per detik untuk sejumlah kecamatan di Aceh Utara serta memiliki potensi pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung berkapasitas 179 megawatt dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sebesar 6,3 megawatt.
Baca Juga: Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
Dian menegaskan Brantas Abipraya akan terus menghadirkan infrastruktur berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Menurutnya, pembangunan infrastruktur menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang tangguh, berdaya saing, serta mendukung target swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas Asta Cita Presiden.
Sebagai BUMN konstruksi, Brantas Abipraya telah dipercaya mengerjakan berbagai proyek strategis nasional di bidang sumber daya air, jalan dan jembatan, gedung, pelabuhan, serta infrastruktur lainnya. Dengan pengalaman lebih dari empat dekade, perusahaan berkomitmen terus mendukung pemerataan pembangunan melalui karya konstruksi yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
"Peresmian Bendungan Sidan dan Bendungan Keureuto merupakan wujud nyata kontribusi Brantas Abipraya dalam mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya air nasional. Infrastruktur bendungan tidak hanya menyediakan air bagi sektor pertanian, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat melalui penyediaan air baku, pengendalian banjir, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," kata Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana dalam keterangan pers, Sabtu (11/7/2026).
Baca Juga: Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
Presiden Prabowo sebelumnua meresmikan lima bendungan secara serentak dari Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Selain Bendungan Sidan dan Bendungan Keureuto yang dibangun Brantas Abipraya, pemerintah juga meresmikan Bendungan Rukoh di Aceh dan Bendungan Jlantah di Jawa Tengah secara hibrida.
Presiden menegaskan pembangunan bendungan merupakan investasi jangka panjang untuk menjamin ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia meminta agar manfaat bendungan benar-benar dirasakan petani sebagai produsen pangan nasional. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menambahkan bahwa pembangunan bendungan menjadi fondasi penting bagi kedaulatan bangsa melalui penguatan infrastruktur sumber daya air.
Bendungan Sidan di Bali dibangun dengan tinggi 68 meter dan kapasitas tampung 5,76 juta meter kubik. Infrastruktur tersebut mampu menyuplai air baku sebesar 1,75 meter kubik per detik, mengairi lahan irigasi seluas 9.598 hektare melalui jaringan sepanjang 123,19 kilometer, mereduksi banjir di kawasan seluas 108 hektare, serta memiliki potensi pembangkit listrik berkapasitas 8,08 megawatt.
Sementara itu, Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara berperan menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian sekaligus mengurangi risiko banjir hingga 627 hektare. Bendungan ini juga menyediakan air baku berkapasitas 650 liter per detik untuk sejumlah kecamatan di Aceh Utara serta memiliki potensi pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung berkapasitas 179 megawatt dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sebesar 6,3 megawatt.
Baca Juga: Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
Dian menegaskan Brantas Abipraya akan terus menghadirkan infrastruktur berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Menurutnya, pembangunan infrastruktur menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang tangguh, berdaya saing, serta mendukung target swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas Asta Cita Presiden.
Sebagai BUMN konstruksi, Brantas Abipraya telah dipercaya mengerjakan berbagai proyek strategis nasional di bidang sumber daya air, jalan dan jembatan, gedung, pelabuhan, serta infrastruktur lainnya. Dengan pengalaman lebih dari empat dekade, perusahaan berkomitmen terus mendukung pemerataan pembangunan melalui karya konstruksi yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
(nng)
Lihat Juga :