Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
Minggu, 12 Juli 2026 - 15:05 WIB
loading...
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berencana membangun ulang bandara Banda Neira dalam rangka mempercepat pengembang kawasan pariwisata. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berencana membangun ulang bandara Banda Neira dalam rangka mempercepat pengembang kawasan pariwisata di daerah tersebut. Pembangunan ini rencananya bakal memperpanjang landasan pacu (runway) Bandar Udara Bandanaira hingga mencapai 2,2 Km.
Langkah ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kunjungan wisata, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana Gunung Api Banda. Menteri PU, Dody Hanggodo menjelaskan, bahwa rencana ini merupakan tindak lanjut atas permohonan pemerintah daerah yang menginginkan peningkatan kapasitas bandara .
Saat ini panjang runway yang hanya sekitar 900 meter dengan lebar 30 meter, dinilai belum memadai untuk melayani pesawat berukuran besar. "Jadi kita akan bikin 2,1 sampai 2,2 Km bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan untuk memperpanjang runway menjadi 2,2 km," kata Menteri Dody dalam keterangan resmi, Sabtu (11/7/2026).
Baca Juga: 7 Tempat Wisata Ikonik di Banda Neira yang Wajib Dikunjungi
Dengan perpanjangan runway tersebut, bandara ini nantinya dapat didarati pesawat dengan kapasitas lebih besar. Hal ini akan membuka akses wisatawan secara lebih luas ke Pulau Banda, yang dikenal sebagai destinasi bersejarah dan bahari unggulan Indonesia.
Di sisi lain, peningkatan infrastruktur ini juga menjadi langkah strategis dalam mitigasi bencana. Letak Pulau Banda yang berada di kawasan cincin api menjadikannya rentan terhadap aktivitas vulkanik.
Dengan runway yang lebih panjang, proses evakuasi, distribusi logistik, dan penanganan darurat dapat dilakukan lebih cepat dan efektif. "Ini kan masih daerah rawan bencana dekat gunung berapi yang bisa meletus setiap saat. Sementara runway saat ini tidak sampai 1 kilometer, sehingga tidak masuk pesawat Hercules," ujar Menteri Dody.
Baca Juga: AHY Ungkap Ego Sektoral Jadi Hambatan Tata Kelola Kebandarudaraan
Pemerintah berharap, kombinasi antara peningkatan aksesibilitas dan kesiapsiagaan bencana di Pulau Banda ini mampu mendorong pertumbuhan pariwisata sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan.
Sementara itu, Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir menyambut baik komitmen Pemerintah Pusat. Pengembangan Bandara Banda Neira adalah langkah fundamental untuk membawa Kepulauan Banda menjadi destinasi wisata unggulan berkelas dunia.
"Ini adalah langkah penting bagi kami. Dengan akses yang lebih terbuka, kami optimistis dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," ungkap Zulkarnain.
Langkah ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kunjungan wisata, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana Gunung Api Banda. Menteri PU, Dody Hanggodo menjelaskan, bahwa rencana ini merupakan tindak lanjut atas permohonan pemerintah daerah yang menginginkan peningkatan kapasitas bandara .
Saat ini panjang runway yang hanya sekitar 900 meter dengan lebar 30 meter, dinilai belum memadai untuk melayani pesawat berukuran besar. "Jadi kita akan bikin 2,1 sampai 2,2 Km bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan untuk memperpanjang runway menjadi 2,2 km," kata Menteri Dody dalam keterangan resmi, Sabtu (11/7/2026).
Baca Juga: 7 Tempat Wisata Ikonik di Banda Neira yang Wajib Dikunjungi
Dengan perpanjangan runway tersebut, bandara ini nantinya dapat didarati pesawat dengan kapasitas lebih besar. Hal ini akan membuka akses wisatawan secara lebih luas ke Pulau Banda, yang dikenal sebagai destinasi bersejarah dan bahari unggulan Indonesia.
Di sisi lain, peningkatan infrastruktur ini juga menjadi langkah strategis dalam mitigasi bencana. Letak Pulau Banda yang berada di kawasan cincin api menjadikannya rentan terhadap aktivitas vulkanik.
Dengan runway yang lebih panjang, proses evakuasi, distribusi logistik, dan penanganan darurat dapat dilakukan lebih cepat dan efektif. "Ini kan masih daerah rawan bencana dekat gunung berapi yang bisa meletus setiap saat. Sementara runway saat ini tidak sampai 1 kilometer, sehingga tidak masuk pesawat Hercules," ujar Menteri Dody.
Baca Juga: AHY Ungkap Ego Sektoral Jadi Hambatan Tata Kelola Kebandarudaraan
Pemerintah berharap, kombinasi antara peningkatan aksesibilitas dan kesiapsiagaan bencana di Pulau Banda ini mampu mendorong pertumbuhan pariwisata sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan.
Sementara itu, Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir menyambut baik komitmen Pemerintah Pusat. Pengembangan Bandara Banda Neira adalah langkah fundamental untuk membawa Kepulauan Banda menjadi destinasi wisata unggulan berkelas dunia.
"Ini adalah langkah penting bagi kami. Dengan akses yang lebih terbuka, kami optimistis dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," ungkap Zulkarnain.
(akr)
Lihat Juga :