Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:15 WIB
loading...
A A A
“IDXCarbon hadir tidak hanya sebagai penyedia pasar namun juga sebagai alat untuk peningkatan awareness dan partisipasi perdagangan karbon di Indonesia. Sejak didirikan pada tahun 2023, kami terus melakukan penyempurnaan mulai dari sistem perdagangan sampai yang terbaru perubahan Peraturan Bursa Karbon yang mulai berlaku sejak tanggal 9 Juli 2026 sebagai respon atas penerbitan Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10 Tahun 2026,” sebut Iding Pardi.

Diskusi pada sesi pertama mengangkat berbagai aspek penguatan ekosistem carbon pricing Indonesia, mulai dari implementasi pajak karbon (carbon tax), Emissions Trading System (ETS), hingga pasar karbon (carbon market) sebagai instrumen yang saling melengkapi dalam mempercepat dekarbonisasi nasional. Para pembicara juga membahas tantangan tata kelola karbon korporasi, kesiapan industri menghadapi CBAM, serta pentingnya membangun sinyal harga karbon yang mampu mendorong investasi pada teknologi rendah karbon.

Sesi kedua berfokus pada bagaimana mengembangkan proyek iklim yang memenuhi standar internasional, memiliki integritas lingkungan yang tinggi, serta layak memperoleh pembiayaan (bankable). Sesi ini menyoroti pentingnya membangun pipeline proyek karbon nasional yang mampu menarik investasi sekaligus memenuhi kebutuhan pasar karbon domestik maupun internasional, termasuk melalui kolaborasi antara pengembang proyek, investor, lembaga keuangan, dan pembeli kredit karbon.

Baca Juga: Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon

Selain menjadi ruang diskusi kebijakan, forum ini juga diharapkan dapat membuka peluang business matching dan tindak lanjut ke depannya antara pengembang proyek, investor, pembeli kredit karbon, lembaga keuangan, dan sektor swasta.

Kehadiran IDXCarbon juga diharapkan dapat menjadi katalis dalam meluaskan peluang-peluang kerja sama tersebut sekaligus memberikan transparansi transaksi sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pelaku global atas perdagangan karbon di Indonesia. Melalui kolaborasi antarpihak yang terbentuk dalam kesempatan tersebut, IBCSD dan IDCTA berharap dapat mempercepat terbentuknya pipeline proyek karbon yang berkualitas, meningkatkan investasi hijau, serta memperkuat implementasi Nilai Ekonomi Karbon Indonesia.

Ke depan, hasil diskusi dan kolaborasi yang terbangun melalui forum ini diharapkan menjadi masukan bagi penguatan kebijakan carbon pricing nasional sekaligus mendorong lahirnya proyek-proyek dekarbonisasi yang kredibel, berintegritas tinggi, dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia. Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan sektor keuangan, Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun pasar karbon yang mampu mendukung target net zero emissions sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
IBCSD Dorong Percepatan...
IBCSD Dorong Percepatan Investasi Iklim untuk Dekarbonisasi Industri melalui Forum Bisnis
RI-UNEP Perkuat Kerja...
RI-UNEP Perkuat Kerja Sama Kehutanan, REDD+, dan Pengembangan Pasar Karbon
Perdagangan Karbon Dimulai,...
Perdagangan Karbon Dimulai, Menhut Dinilai Memiliki Peran Strategis
Menko Pangan Minta Sektor...
Menko Pangan Minta Sektor Lain Tiru Kemenhut dalam Perdagangan Karbon
Menteri LH Bocorkan...
Menteri LH Bocorkan Potensi 'Harta Karun' Perdagangan Karbon, Bantar Gebang Jadi Contoh
Rekomendasi
Mbah Dimas Bongkar Kisah...
Mbah Dimas Bongkar Kisah Keluarga Kehilangan Anak, Diduga Berkaitan dengan Perjanjian Gaib
BNPB: Karhutla Landa...
BNPB: Karhutla Landa Tiga Daerah, Terparah di Banjarbaru Kalsel
Gus Salam, Calon Ketum...
Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved