3 Cara Cek Emas Asli untuk Menghindari Kerugian Finansial
Jum'at, 17 Juli 2026 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
-LM (Logam Mulia Antam).
-HWT.
-UBS.
-999 atau 24K (emas murni).
-750 atau 18K.
-585 atau 14K.
-375 atau 9K.
Lalu, emas asli mempunyai kilau kuning pekat yang merata di seluruh permukaan dan tidak menunjukkan gradasi warna atau bercak kehijauan meskipun permukaannya sering bergesekan.
2. Pengujian Sifat Kimia
Emas dikenal sebagai logam berharga yang stabil dan memiliki ketahanan tinggi terhadap korosi. Untuk membuktikannya, cukup lakukan pengujian berikut.
-Uji Densitas: Timbang emas dan ukur volume udara yang dikeluarkan ketika emas dimasukkan ke dalam gelas ukur. Massa jenis emas sekitar 19,32 g/cm3. Apabila hasil perhitungan mendekati angka tersebut, maka kemungkinan besar emas asli.
-Uji Asam Nitrat: Teteskan asam nitrat ke permukaan emas. Emas asli tidak akan menunjukkan reaksi apa pun, seperti perubahan warna. Namun, tes ini biasanya dilakukan oleh profesional demi mencegah risiko rusaknya permukaan emas.
3. Pengujian Sifat Fisika
Emas juga menyimpan karakteristik fisik yang unik dan sulit ditiru oleh logam palsu. Adapun beberapa uji fisik sederhana yang dapat dicoba untuk memastikan keasliannya, antara lain:
-Uji Magnet: Emas murni bersifat nonmagnetik. Jadi, tidak akan bereaksi jika didekatkan pada magnet kuat.
-Uji Suara: Apabila diketuk menggunakan koin, emas asli akan mengeluarkan suara berdenting tinggi dengan durasi panjang (ring). Ini tentunya berbeda dengan logam palsu yang bersuara redup (thud).
-Uji Bau dan Konduktivitas: Emas asli tidak mengeluarkan bau besi yang amis saat terkena keringat tangan serta memiliki kemampuan menghantarkan panas sangat cepat (konduktivitas tinggi).
-Uji Gores dan Gigit: Goreskan emas ke keramik polos atau gigit permukaannya secara perlahan. Dikarenakan sifatnya yang lunak, emas asli akan meninggalkan bekas goresan berwarna emas atau cetakan gigi ringan. Tetapi, tes ini tidak dianjurkan untuk emas perhiasan di bawah 18 karat sebab telah dicampur logam lain sehingga lebih keras dan berisiko merusak perhiasan atau gigi.
-HWT.
-UBS.
-999 atau 24K (emas murni).
-750 atau 18K.
-585 atau 14K.
-375 atau 9K.
Lalu, emas asli mempunyai kilau kuning pekat yang merata di seluruh permukaan dan tidak menunjukkan gradasi warna atau bercak kehijauan meskipun permukaannya sering bergesekan.
2. Pengujian Sifat Kimia
Emas dikenal sebagai logam berharga yang stabil dan memiliki ketahanan tinggi terhadap korosi. Untuk membuktikannya, cukup lakukan pengujian berikut.
-Uji Densitas: Timbang emas dan ukur volume udara yang dikeluarkan ketika emas dimasukkan ke dalam gelas ukur. Massa jenis emas sekitar 19,32 g/cm3. Apabila hasil perhitungan mendekati angka tersebut, maka kemungkinan besar emas asli.
-Uji Asam Nitrat: Teteskan asam nitrat ke permukaan emas. Emas asli tidak akan menunjukkan reaksi apa pun, seperti perubahan warna. Namun, tes ini biasanya dilakukan oleh profesional demi mencegah risiko rusaknya permukaan emas.
3. Pengujian Sifat Fisika
Emas juga menyimpan karakteristik fisik yang unik dan sulit ditiru oleh logam palsu. Adapun beberapa uji fisik sederhana yang dapat dicoba untuk memastikan keasliannya, antara lain:
-Uji Magnet: Emas murni bersifat nonmagnetik. Jadi, tidak akan bereaksi jika didekatkan pada magnet kuat.
-Uji Suara: Apabila diketuk menggunakan koin, emas asli akan mengeluarkan suara berdenting tinggi dengan durasi panjang (ring). Ini tentunya berbeda dengan logam palsu yang bersuara redup (thud).
-Uji Bau dan Konduktivitas: Emas asli tidak mengeluarkan bau besi yang amis saat terkena keringat tangan serta memiliki kemampuan menghantarkan panas sangat cepat (konduktivitas tinggi).
-Uji Gores dan Gigit: Goreskan emas ke keramik polos atau gigit permukaannya secara perlahan. Dikarenakan sifatnya yang lunak, emas asli akan meninggalkan bekas goresan berwarna emas atau cetakan gigi ringan. Tetapi, tes ini tidak dianjurkan untuk emas perhiasan di bawah 18 karat sebab telah dicampur logam lain sehingga lebih keras dan berisiko merusak perhiasan atau gigi.
Lihat Juga :