Hadapi Dinamika Pasar Energi Global, PLN EPI Perkuat Kompetensi SDM
Jum'at, 17 Juli 2026 - 15:04 WIB
loading...
Johan Utama, Senior Principal Analyst for Gas and LNG, South and Southeast Asia dari S&P Global Commodity Insights. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus memperkuat kompetensi dan wawasan strategis sumber daya manusia (SDM) perusahaan guna menghadapi dinamika pasar energi global. Hal itu antara lain direalisasikan melalui penyelenggaraan Exclusive LNG Market Briefing bertajuk "Global LNG Disruption, Market Response & Indonesia Outlook".
Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Gas dan BBM perusahaan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun kapabilitas sumber daya manusia agar mampu memahami perkembangan pasar Liquefied Natural Gas (LNG) dan gas bumi sebagai dasar pengambilan keputusan strategis dalam menjaga keandalan pasokan energi primer nasional.
Baca Juga: EPI Clean Energy Day Catat Penghematan Emisi Lebih dari 710 Kg CO2e
Kegiatan yang berlangsung di Kantor PLN EPI tersebut menghadirkan Johan Utama, Senior Principal Analyst for Gas and LNG, South and Southeast Asia dari S&P Global Commodity Insights, serta diikuti oleh jajaran manajemen PLN EPI, PT PLN Energi Gas, PT PLN Bahtera Adhiguna, PT Perta Daya Gas, dan insan PLN EPI lintas direktorat.
Forum ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus diskusi strategis mengenai perkembangan pasar LNG global, respons pasar terhadap berbagai potensi gangguan, hingga prospek pasar gas bumi Indonesia dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Dalam paparannya, Johan Utama menjelaskan bahwa dinamika geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah dan potensi gangguan distribusi melalui Selat Hormuz, masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi volatilitas pasar LNG dunia. Selain itu, mekanisme demand curtailment, fuel switching, serta keseimbangan pasokan dan permintaan LNG global akan sangat menentukan arah pasar energi dalam beberapa tahun ke depan.
Di sisi lain, Indonesia dinilai memiliki prospek peningkatan permintaan gas bumi yang signifikan seiring pertumbuhan kebutuhan listrik dan transisi menuju bauran energi yang lebih bersih.
PLH Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto mengatakan, isu energi saat ini telah berkembang jauh melampaui persoalan keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Menurutnya, perubahan geopolitik, gangguan rantai pasok global, percepatan transisi energi, hingga perubahan pola konsumsi dunia telah menciptakan tantangan baru yang menuntut perusahaan memiliki kemampuan membaca arah pasar secara lebih adaptif dan strategis.
"Hari ini kita memahami bahwa isu energi bukan lagi sekadar persoalan supply dan demand. Perubahan geopolitik, gangguan rantai pasok global, transisi energi, hingga perubahan pola konsumsi dunia telah menciptakan tantangan baru yang menuntut kita untuk lebih adaptif, strategis, dan memiliki kemampuan membaca arah pasar dengan lebih baik," ungkap Rakhmad dalam keterangan pers, Jumat (17/7/2026).
Dia menambahkan, sebagai subholding yang bertanggung jawab menjaga keandalan pasokan energi primer nasional, PLN EPI perlu terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia agar mampu mengantisipasi berbagai potensi gangguan sekaligus memahami respons pasar terhadap perubahan global. "Pemahaman terhadap perkembangan pasar global, termasuk potensi disruption dan market response, menjadi sangat penting agar kita dapat mengambil keputusan yang tepat, cepat, dan berkelanjutan," tandasnya.
Rakhmad berharap sesi ini tidak hanya menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi juga mampu memperkuat cara berpikir strategis SDM PLN EPI dalam menghadapi masa depan energi yang semakin kompleks. Selain membahas tren demand curtailment, fuel switching, potensi dampak gangguan distribusi LNG melalui Selat Hormuz, serta proyeksi keseimbangan pasar LNG global, pelatihan ini juga mengulas prospek pasar gas bumi Indonesia beserta implikasinya terhadap kebutuhan energi nasional.
Baca Juga: PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Berbagai wawasan tersebut diyakini akan menjadi referensi strategis bagi PLN EPI dalam memperkuat perencanaan, pengelolaan risiko, serta strategi penyediaan energi primer yang andal, efisien, dan berkelanjutan. Melalui penyelenggaraan S&P acara ini, PLN EPI menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya pembelajaran dan meningkatkan kapabilitas insan perusahaan dalam menghadapi dinamika industri energi global yang semakin kompleks.
"Penguatan kompetensi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat pengambilan keputusan berbasis wawasan pasar, meningkatkan ketahanan organisasi, serta memastikan keandalan pasokan energi primer dalam mendukung ketahanan energi nasional," tutupnya.
Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Gas dan BBM perusahaan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun kapabilitas sumber daya manusia agar mampu memahami perkembangan pasar Liquefied Natural Gas (LNG) dan gas bumi sebagai dasar pengambilan keputusan strategis dalam menjaga keandalan pasokan energi primer nasional.
Baca Juga: EPI Clean Energy Day Catat Penghematan Emisi Lebih dari 710 Kg CO2e
Kegiatan yang berlangsung di Kantor PLN EPI tersebut menghadirkan Johan Utama, Senior Principal Analyst for Gas and LNG, South and Southeast Asia dari S&P Global Commodity Insights, serta diikuti oleh jajaran manajemen PLN EPI, PT PLN Energi Gas, PT PLN Bahtera Adhiguna, PT Perta Daya Gas, dan insan PLN EPI lintas direktorat.
Forum ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus diskusi strategis mengenai perkembangan pasar LNG global, respons pasar terhadap berbagai potensi gangguan, hingga prospek pasar gas bumi Indonesia dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Dalam paparannya, Johan Utama menjelaskan bahwa dinamika geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah dan potensi gangguan distribusi melalui Selat Hormuz, masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi volatilitas pasar LNG dunia. Selain itu, mekanisme demand curtailment, fuel switching, serta keseimbangan pasokan dan permintaan LNG global akan sangat menentukan arah pasar energi dalam beberapa tahun ke depan.
Di sisi lain, Indonesia dinilai memiliki prospek peningkatan permintaan gas bumi yang signifikan seiring pertumbuhan kebutuhan listrik dan transisi menuju bauran energi yang lebih bersih.
PLH Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto mengatakan, isu energi saat ini telah berkembang jauh melampaui persoalan keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Menurutnya, perubahan geopolitik, gangguan rantai pasok global, percepatan transisi energi, hingga perubahan pola konsumsi dunia telah menciptakan tantangan baru yang menuntut perusahaan memiliki kemampuan membaca arah pasar secara lebih adaptif dan strategis.
"Hari ini kita memahami bahwa isu energi bukan lagi sekadar persoalan supply dan demand. Perubahan geopolitik, gangguan rantai pasok global, transisi energi, hingga perubahan pola konsumsi dunia telah menciptakan tantangan baru yang menuntut kita untuk lebih adaptif, strategis, dan memiliki kemampuan membaca arah pasar dengan lebih baik," ungkap Rakhmad dalam keterangan pers, Jumat (17/7/2026).
Dia menambahkan, sebagai subholding yang bertanggung jawab menjaga keandalan pasokan energi primer nasional, PLN EPI perlu terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia agar mampu mengantisipasi berbagai potensi gangguan sekaligus memahami respons pasar terhadap perubahan global. "Pemahaman terhadap perkembangan pasar global, termasuk potensi disruption dan market response, menjadi sangat penting agar kita dapat mengambil keputusan yang tepat, cepat, dan berkelanjutan," tandasnya.
Rakhmad berharap sesi ini tidak hanya menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi juga mampu memperkuat cara berpikir strategis SDM PLN EPI dalam menghadapi masa depan energi yang semakin kompleks. Selain membahas tren demand curtailment, fuel switching, potensi dampak gangguan distribusi LNG melalui Selat Hormuz, serta proyeksi keseimbangan pasar LNG global, pelatihan ini juga mengulas prospek pasar gas bumi Indonesia beserta implikasinya terhadap kebutuhan energi nasional.
Baca Juga: PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Berbagai wawasan tersebut diyakini akan menjadi referensi strategis bagi PLN EPI dalam memperkuat perencanaan, pengelolaan risiko, serta strategi penyediaan energi primer yang andal, efisien, dan berkelanjutan. Melalui penyelenggaraan S&P acara ini, PLN EPI menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya pembelajaran dan meningkatkan kapabilitas insan perusahaan dalam menghadapi dinamika industri energi global yang semakin kompleks.
"Penguatan kompetensi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat pengambilan keputusan berbasis wawasan pasar, meningkatkan ketahanan organisasi, serta memastikan keandalan pasokan energi primer dalam mendukung ketahanan energi nasional," tutupnya.
(nng)
Lihat Juga :