Biaya Nongkrong Kian Mahal, Bikin Orang Enggan Bertemu
Minggu, 19 Juli 2026 - 09:28 WIB
loading...
A
A
A
Tekanan biaya juga memengaruhi pilihan pergaulan. Dari responden yang mengurangi pengeluaran, sebanyak 88,8% mengaku lebih dulu membatasi pertemuan dengan teman sekolah atau teman sebaya. Sementara itu, 56,4% responden menilai teman yang gemar mengajak makan di restoran mahal menjadi tipe teman yang paling membebani secara finansial. Selain itu, ajakan untuk berkumpul sambil minum minuman beralkohol atau terlalu sering bertemu juga dinilai meningkatkan tekanan pengeluaran.
Baca Juga: Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Fenomena friendflation tidak hanya dipicu inflasi, tetapi juga berkembangnya budaya experience consumption atau konsumsi berbasis pengalaman yang diperkuat media sosial. Keinginan mengikuti tren kuliner, tempat nongkrong, hingga destinasi wisata yang ramai dibagikan di media sosial membuat biaya bersosialisasi semakin tinggi.
Kondisi tersebut mendorong perubahan cara masyarakat membangun hubungan sosial. Alih-alih memaksakan gaya hidup yang melebihi kemampuan finansial, semakin banyak orang memilih terbuka mengenai kondisi ekonominya dan mencari alternatif kegiatan yang lebih sederhana, seperti berkumpul di rumah, piknik di ruang terbuka, atau memilih tempat makan yang lebih terjangkau.
Adapun tekanan inflasi saat ini tidak hanya memengaruhi konsumsi rumah tangga, tetapi juga mulai mengubah pola interaksi sosial masyarakat. Di tengah biaya hidup yang terus meningkat, menjaga hubungan pertemanan kini tidak hanya mempertimbangkan soal waktu tetapi juga kemampuan finansial.
Baca Juga: Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Fenomena friendflation tidak hanya dipicu inflasi, tetapi juga berkembangnya budaya experience consumption atau konsumsi berbasis pengalaman yang diperkuat media sosial. Keinginan mengikuti tren kuliner, tempat nongkrong, hingga destinasi wisata yang ramai dibagikan di media sosial membuat biaya bersosialisasi semakin tinggi.
Kondisi tersebut mendorong perubahan cara masyarakat membangun hubungan sosial. Alih-alih memaksakan gaya hidup yang melebihi kemampuan finansial, semakin banyak orang memilih terbuka mengenai kondisi ekonominya dan mencari alternatif kegiatan yang lebih sederhana, seperti berkumpul di rumah, piknik di ruang terbuka, atau memilih tempat makan yang lebih terjangkau.
Adapun tekanan inflasi saat ini tidak hanya memengaruhi konsumsi rumah tangga, tetapi juga mulai mengubah pola interaksi sosial masyarakat. Di tengah biaya hidup yang terus meningkat, menjaga hubungan pertemanan kini tidak hanya mempertimbangkan soal waktu tetapi juga kemampuan finansial.
(nng)
Lihat Juga :