AS Ancam Tarif 100% Bagi Pembeli Minyak Rusia, China Meradang dan Siapkan Pembalasan
Senin, 20 Juli 2026 - 13:14 WIB
loading...
A
A
A
Jika undang-undang ini sah diberlakukan, dampaknya akan langsung menghantam dua raksasa ekonomi Asia. China dan India, selama ini menjadi pembeli utama komoditas energi Rusia di tengah blokade sanksi Barat.
Baca Juga: Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Sikap konfrontatif AS ini dinilai sangat berisiko karena diluncurkan kurang dari dua bulan setelah Washington dan Beijing menandatangani kerangka kerja perdagangan (trade framework) untuk meredakan Perang Dagang yang sempat memanas.
Namun senjata paling ampuh yang pernah digunakan Beijing bukanlah tarif, melainkan pembatasan ekspor mineral tanah jarang (rare earth minerals). Logam langka ini merupakan komponen vital dan tak tergantikan bagi industri teknologi tinggi serta manufaktur pertahanan AS.
Aksi penghentian pasokan tanah jarang oleh China terbukti berhasil mengacak-acak rantai pasok global dan memaksa sejumlah pabrik manufaktur di Amerika Serikat gulung tikar serta menghentikan produksinya secara total.
Lin Jian mengingatkan, bahwa upaya AS yang menerapkan standar ganda serta mengandalkan pemaksaan politik tidak akan pernah berhasil menundukkan China. "Praktik standar ganda dan penggunaan pemaksaan serta tekanan pada akhirnya akan terbukti menjadi tindakan yang merugikan diri sendiri," pungkas Lin.
Baca Juga: Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Sikap konfrontatif AS ini dinilai sangat berisiko karena diluncurkan kurang dari dua bulan setelah Washington dan Beijing menandatangani kerangka kerja perdagangan (trade framework) untuk meredakan Perang Dagang yang sempat memanas.
Trauma Perang Dagang: Kartu Truf Tanah Jarang Milik China
Ancaman sanksi tarif 100% ini membangkitkan kembali trauma perang tarif antara dua negara adidaya tersebut. Sebelumnya, AS pernah menerapkan tarif balasan hingga 145% pada barang impor China, yang kemudian dibalas Beijing dengan tarif hingga 125% pada produk-produk Amerika.Namun senjata paling ampuh yang pernah digunakan Beijing bukanlah tarif, melainkan pembatasan ekspor mineral tanah jarang (rare earth minerals). Logam langka ini merupakan komponen vital dan tak tergantikan bagi industri teknologi tinggi serta manufaktur pertahanan AS.
Aksi penghentian pasokan tanah jarang oleh China terbukti berhasil mengacak-acak rantai pasok global dan memaksa sejumlah pabrik manufaktur di Amerika Serikat gulung tikar serta menghentikan produksinya secara total.
Lin Jian mengingatkan, bahwa upaya AS yang menerapkan standar ganda serta mengandalkan pemaksaan politik tidak akan pernah berhasil menundukkan China. "Praktik standar ganda dan penggunaan pemaksaan serta tekanan pada akhirnya akan terbukti menjadi tindakan yang merugikan diri sendiri," pungkas Lin.
(akr)
Lihat Juga :