Prabowo Heran Minyak Goreng Sempat Langka, Padahal Indonesia Penghasil Sawit Terbesar
Senin, 20 Juli 2026 - 17:23 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengaku terkejut terkait kelangkaan minyak goreng yang sempat terjadi meski Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Menurutnya kondisi tersebut mencerminkan adanya persoalan dalam tata kelola ekonomi nasional yang perlu segera dibenahi.
"Negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, sempat berminggu-minggu hilang minyak goreng saudara-saudara. Sesuatu yang tidak masuk akal," ujar Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026).
Baca Juga: Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna Sore Ini, Bahas Percepatan Program-Evaluasi
Prabowo beranggapan telah terjadi distorsi dalam perekonomian nasional yang menyebabkan kekayaan Indonesia mengalir ke luar negeri secara tidak semestinya. Salah satu praktik yang disorot adalah under invoicing atau pelaporan nilai perdagangan di bawah nilai sebenarnya.
"Telah terjadi suatu distorsi terhadap perekonomian kita, telah terjadi mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan ribuan triliun, ratusan miliar dolar tiap tahun, dengan praktik-praktik under invoicing, pemalsuan laporan. Under invoicing adalah pemalsuan laporan perdagangan," ujarnya.
Selain underinvoicing, Prabowo juga menyinggung praktik transfer pricing dan penyelundupan yang dinilai merugikan perekonomian nasional. Menurut dia, berbagai praktik tersebut telah berlangsung cukup lama dan tidak mencerminkan keadilan bagi bangsa Indonesia.
Baca Juga: Hotman Paris Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Maaf kepada Wartawan
Dia mengungkapkan berbagai temuan tersebut bukan hanya berdasarkan data pemerintah, melainkan juga merujuk pada laporan lembaga-lembaga internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen memperbaiki tata kelola perdagangan dan memperkuat pengawasan terhadap praktik-praktik yang merugikan negara.
Pihaknya menegaskan pembenahan tata kelola ekonomi menjadi bagian dari upaya menjaga kekayaan nasional agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat, termasuk memastikan pasokan kebutuhan pokok seperti minyak goreng tetap tersedia bagi rakyat.
"Negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, sempat berminggu-minggu hilang minyak goreng saudara-saudara. Sesuatu yang tidak masuk akal," ujar Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026).
Baca Juga: Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna Sore Ini, Bahas Percepatan Program-Evaluasi
Prabowo beranggapan telah terjadi distorsi dalam perekonomian nasional yang menyebabkan kekayaan Indonesia mengalir ke luar negeri secara tidak semestinya. Salah satu praktik yang disorot adalah under invoicing atau pelaporan nilai perdagangan di bawah nilai sebenarnya.
"Telah terjadi suatu distorsi terhadap perekonomian kita, telah terjadi mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan ribuan triliun, ratusan miliar dolar tiap tahun, dengan praktik-praktik under invoicing, pemalsuan laporan. Under invoicing adalah pemalsuan laporan perdagangan," ujarnya.
Selain underinvoicing, Prabowo juga menyinggung praktik transfer pricing dan penyelundupan yang dinilai merugikan perekonomian nasional. Menurut dia, berbagai praktik tersebut telah berlangsung cukup lama dan tidak mencerminkan keadilan bagi bangsa Indonesia.
Baca Juga: Hotman Paris Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Maaf kepada Wartawan
Dia mengungkapkan berbagai temuan tersebut bukan hanya berdasarkan data pemerintah, melainkan juga merujuk pada laporan lembaga-lembaga internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen memperbaiki tata kelola perdagangan dan memperkuat pengawasan terhadap praktik-praktik yang merugikan negara.
Pihaknya menegaskan pembenahan tata kelola ekonomi menjadi bagian dari upaya menjaga kekayaan nasional agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat, termasuk memastikan pasokan kebutuhan pokok seperti minyak goreng tetap tersedia bagi rakyat.
(nng)
Lihat Juga :