Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
Selasa, 21 Juli 2026 - 16:53 WIB
loading...
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memperkirakan kendaraan berbahan bakar hidrogen akan menjadi pesaing utama kendaraan listrik berbasis baterai dalam lima hingga 10 tahun mendatang. Menurut dia, pengembangan teknologi hidrogen yang semakin pesat berpotensi mengubah arah industri transportasi ramah lingkungan.
"Ini isu lingkungan, dan keyakinan saya, paling lambat 5-10 tahun ke depan hidrogen ini akan menyaingi kendaraan listrik yang berbasis baterai," kata Bahlil dalam acara Global Hydrogen Ecosystem 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Baca Juga: Pakai Mobil Listrik di Jakarta Bisa Dapat Insentif PKB 0%, Ini Ketentuannya
Bahlil mengatakan kendaraan hidrogen dinilai memiliki keunggulan dari sisi lingkungan karena tidak menghasilkan limbah baterai seperti kendaraan listrik. Namun, ia mengakui implementasi teknologi tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari efisiensi teknologi, kepastian pasar, kebutuhan investasi, hingga dukungan regulasi.
Menurut dia, tantangan terbesar saat ini adalah tingginya biaya produksi hidrogen dibandingkan sumber energi lain, seperti bahan bakar berbasis minyak bumi, bioenergi, maupun listrik. Karena itu, pengembangan teknologi yang lebih efisien menjadi kunci agar harga hidrogen semakin kompetitif. "Hydrogen memang masih mahal. Ini adalah tantangan dalam rangka bagaimana mendapatkan teknologi yang lebih efisien, agar harganya kompetitif," ujarnya.
Bahlil menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri hidrogen karena didukung ketersediaan sumber daya alam, seperti air, gas bumi, batu bara berkalori rendah, serta potensi energi baru dan terbarukan. Modal tersebut dapat menjadi fondasi dalam membangun ekosistem hidrogen sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Indonesia Segera Punya Motor Listrik Nasional, Siap Diluncurkan dalam Hitungan Minggu
Selain dimanfaatkan sebagai bahan bakar kendaraan, hidrogen juga memiliki prospek untuk mendukung industri petrokimia, produksi amonia biru (blue ammonia), dan berbagai sektor industri berbasis energi bersih. Untuk mempercepat pengembangannya, pemerintah membuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha, lembaga riset, dan investor, serta menyiapkan regulasi yang diperlukan guna mempercepat investasi dan implementasi teknologi hidrogen.
Dia menambahkan pengembangan hidrogen merupakan salah satu langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak, sekaligus mendukung target Indonesia mencapai Net Zero Emission pada 2050–2060.
"Ini isu lingkungan, dan keyakinan saya, paling lambat 5-10 tahun ke depan hidrogen ini akan menyaingi kendaraan listrik yang berbasis baterai," kata Bahlil dalam acara Global Hydrogen Ecosystem 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Baca Juga: Pakai Mobil Listrik di Jakarta Bisa Dapat Insentif PKB 0%, Ini Ketentuannya
Bahlil mengatakan kendaraan hidrogen dinilai memiliki keunggulan dari sisi lingkungan karena tidak menghasilkan limbah baterai seperti kendaraan listrik. Namun, ia mengakui implementasi teknologi tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari efisiensi teknologi, kepastian pasar, kebutuhan investasi, hingga dukungan regulasi.
Menurut dia, tantangan terbesar saat ini adalah tingginya biaya produksi hidrogen dibandingkan sumber energi lain, seperti bahan bakar berbasis minyak bumi, bioenergi, maupun listrik. Karena itu, pengembangan teknologi yang lebih efisien menjadi kunci agar harga hidrogen semakin kompetitif. "Hydrogen memang masih mahal. Ini adalah tantangan dalam rangka bagaimana mendapatkan teknologi yang lebih efisien, agar harganya kompetitif," ujarnya.
Bahlil menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri hidrogen karena didukung ketersediaan sumber daya alam, seperti air, gas bumi, batu bara berkalori rendah, serta potensi energi baru dan terbarukan. Modal tersebut dapat menjadi fondasi dalam membangun ekosistem hidrogen sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Indonesia Segera Punya Motor Listrik Nasional, Siap Diluncurkan dalam Hitungan Minggu
Selain dimanfaatkan sebagai bahan bakar kendaraan, hidrogen juga memiliki prospek untuk mendukung industri petrokimia, produksi amonia biru (blue ammonia), dan berbagai sektor industri berbasis energi bersih. Untuk mempercepat pengembangannya, pemerintah membuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha, lembaga riset, dan investor, serta menyiapkan regulasi yang diperlukan guna mempercepat investasi dan implementasi teknologi hidrogen.
Dia menambahkan pengembangan hidrogen merupakan salah satu langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak, sekaligus mendukung target Indonesia mencapai Net Zero Emission pada 2050–2060.
(nng)
Lihat Juga :