Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
Rabu, 22 Juli 2026 - 19:34 WIB
loading...
Tren perdagangan aset dunia nyata (Real World Assets/RWA) berbasis blockchain terus mencatatkan pertumbuhan. FOTO/iStock Photo
A
A
A
JAKARTA - Tren perdagangan aset dunia nyata (Real World Assets/RWA) berbasis blockchain terus mencatatkan pertumbuhan pesat seiring meningkatnya minat investor terhadap instrumen keuangan digital seperti tokenisasi saham dan ETF AS. Namun, di tengah ekspansi pasar digital tersebut, aspek transparansi cadangan (Proof of Reserves) kini menjadi faktor krusial untuk menjamin keamanan serta kepercayaan pelaku pasar.
"Setiap exchange ingin berfokus pada penyediaan saham yang ditokenisasi, tetapi mereka mengabaikan pentingnya keamanan dan stabilitas, terutama terkait Proof of Reserves yang transparan," kata Chief Executive Officer (CEO) Bitget Gracy Chen dalam pernyataannya, Rabu (22/7/2026).
Baca Juga: MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
Gracy menjelaskan kepastian keberadaan aset dasar (underlying asset), kejelasan pihak kustodian hingga proses verifikasi independen dinilai sangat vital untuk mencegah potensi manipulasi dan membangun ekosistem transaksi digital yang berkelanjutan. Tuntutan atas transparansi tersebut berbanding lurus dengan proyeksi lonjakan pasar tokenisasi aset global.
Laporan McKinsey & Company memproyeksikan nilai aset keuangan yang ditokenisasi dapat menembus mendekati USD2 triliun dolar pada 2030 dengan skenario optimistis mencapai USD4 triliun, seiring nilai RWA on-chain yang telah menyentuh puluhan miliar dolar AS pada awal 2026.
Merespons kebutuhan tersebut, platform penerbitan RWA teregulasi, Reality, merilis laporan Proof of Reserves yang mencakup seluruh portofolio rToken, termasuk saham AS dan ETF. Seluruh cadangan aset tersebut diverifikasi secara independen oleh The Network Firm, sementara sekuritas dasarnya disimpan melalui broker-dealer terdaftar FINRA dan SIPC, Alpaca Securities LLC.
Baca Juga: Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
Langkah ini juga memberikan kepastian hukum dan keamanan bagi investor, mengingat platform tersebut saat ini mengelola likuiditas pasar saham bentuk token terbesar yang terhubung langsung ke bursa NASDAQ dan NYSE.
"Reality dengan rToken saat ini memiliki likuiditas terbesar untuk saham berbentuk token di kripto, yang terhubung dengan NASDAQ-NYSE. Tujuan utama kami adalah menjaga kepercayaan pengguna kami dan menghadirkan produk-produk yang kredibel," tambah Gracy.
Adapun penerbitan Proof of Reserves secara transparan diharapkan mampu menjadi standar baru di industri pasar uang digital. Hingga pertengahan 2026, platform tersebut mencatat telah menerbitkan lebih dari 500 saham dan ETF AS—termasuk perusahaan teknologi global seperti SpaceX, Tesla, dan NVIDIA—dengan total aset kelolaan (assets under management/AUM) melampaui USD100 juta.
"Setiap exchange ingin berfokus pada penyediaan saham yang ditokenisasi, tetapi mereka mengabaikan pentingnya keamanan dan stabilitas, terutama terkait Proof of Reserves yang transparan," kata Chief Executive Officer (CEO) Bitget Gracy Chen dalam pernyataannya, Rabu (22/7/2026).
Baca Juga: MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
Gracy menjelaskan kepastian keberadaan aset dasar (underlying asset), kejelasan pihak kustodian hingga proses verifikasi independen dinilai sangat vital untuk mencegah potensi manipulasi dan membangun ekosistem transaksi digital yang berkelanjutan. Tuntutan atas transparansi tersebut berbanding lurus dengan proyeksi lonjakan pasar tokenisasi aset global.
Laporan McKinsey & Company memproyeksikan nilai aset keuangan yang ditokenisasi dapat menembus mendekati USD2 triliun dolar pada 2030 dengan skenario optimistis mencapai USD4 triliun, seiring nilai RWA on-chain yang telah menyentuh puluhan miliar dolar AS pada awal 2026.
Merespons kebutuhan tersebut, platform penerbitan RWA teregulasi, Reality, merilis laporan Proof of Reserves yang mencakup seluruh portofolio rToken, termasuk saham AS dan ETF. Seluruh cadangan aset tersebut diverifikasi secara independen oleh The Network Firm, sementara sekuritas dasarnya disimpan melalui broker-dealer terdaftar FINRA dan SIPC, Alpaca Securities LLC.
Baca Juga: Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
Langkah ini juga memberikan kepastian hukum dan keamanan bagi investor, mengingat platform tersebut saat ini mengelola likuiditas pasar saham bentuk token terbesar yang terhubung langsung ke bursa NASDAQ dan NYSE.
"Reality dengan rToken saat ini memiliki likuiditas terbesar untuk saham berbentuk token di kripto, yang terhubung dengan NASDAQ-NYSE. Tujuan utama kami adalah menjaga kepercayaan pengguna kami dan menghadirkan produk-produk yang kredibel," tambah Gracy.
Adapun penerbitan Proof of Reserves secara transparan diharapkan mampu menjadi standar baru di industri pasar uang digital. Hingga pertengahan 2026, platform tersebut mencatat telah menerbitkan lebih dari 500 saham dan ETF AS—termasuk perusahaan teknologi global seperti SpaceX, Tesla, dan NVIDIA—dengan total aset kelolaan (assets under management/AUM) melampaui USD100 juta.
(nng)
Lihat Juga :