Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:03 WIB
loading...
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. FOTO/Rohman Wibowo
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak bisa dibubarkan karena komitmen politik Presiden Prabowo Subianto. Program pemenuhan gizi nasional tersebut dinilai sebagai mandat besar yang harus dijalankan dengan perbaikan tata kelola secara menyeluruh.

"Kalau misalnya ada yang atas nama kritik, kemudian kritiknya sama dengan misalnya hentikan atau bubarkan MBG, bubarkan BGN, saya kira itu bukan kritik, bukan ranah kami untuk hentikan atau membubarkan BGN. Makan bergizi adalah tender politiknya Presiden Prabowo yang direncanakan jauh-jauh hari, disampaikan di momen kampanye, dan kemudian beliau terpilih jadi Presiden," ujar Sudaryono saat ditemui di Kantor BGN, Rabu (22/7/2026).

Baca Juga: Breaking News! Wamentan Sudaryono Jadi Kepala BGN Baru

Sudaryono memastikan sasaran utama Program MBG tetap fokus pada pemenuhan gizi anak-anak, ibu menyusui, hingga lanjut usia (lansia). Selain penanganan gizi, program nasional ini juga dirancang untuk menciptakan dampak berganda (multiplier effect) bagi penguatan perekonomian masyarakat, khususnya di kawasan pedesaan.



Ia menekankan bahwa BGN sangat terbuka dalam menerima setiap saran dan masukan dari seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan program di lapangan semakin matang dan tepat sasaran.

"Ini adalah program dari rakyat dan akan diberikan kepada rakyat. Sekali lagi kami siap untuk menyelesaikan persoalan dan saya tentu saja mendengarkan input masukan dari semua stakeholder, dari mulai internal kita, mitra, hingga siapa pun itu," ujar Sudaryono.

Baca Juga: Breaking News: Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

Sudaryono pun meminta seluruh jajaran BGN untuk tidak larut dalam sikap pesimistis dan tetap bekerja melayani masyarakat di tengah berbagai tantangan dan sorotan publik.
Pembenahan internal akan difokuskan pada penguatan operasional yang transparan dan berbasis sistem sesuai dengan petunjuk pelaksanaan serta petunjuk teknis yang berlaku.

"Tata kelolanya kemudian kita perbaiki, yang tadinya gelap harus jadi terang, yang tadinya mungkin tidak transparan harus transparan. Harus by system, trust in system, kita sesuai dengan juklak-juknis aturan dan sistem yang kita bangun," pungkasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Enam Minggu Beroperasi,...
Enam Minggu Beroperasi, DSI Himpun Devisa USD10,5 Miliar
Prabowo Pamer Bank Emas...
Prabowo Pamer Bank Emas Indonesia Kelola 153 Ton Emas dalam Setahun
Profil Pendidikan Sudaryono,...
Profil Pendidikan Sudaryono, Anak Petani yang Resmi Dilantik Jadi Kepala BGN
Presiden Prabowo Subianto...
Presiden Prabowo Subianto Hadiri Peringatan Harlah ke-28 PKB
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Rekomendasi
10 Pemain Paling Mengecewakan...
10 Pemain Paling Mengecewakan di Piala Dunia 2026: Dari Ronaldo hingga Neymar Jr
Sekda Tangsel Bambang...
Sekda Tangsel Bambang Ingatkan ASN Berikan Pelayanan Publik Sesuai Standar
Polisi Bakal Panggil...
Polisi Bakal Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam yang Terlibat Cekcok di Bundaran HI
Berita Terkini
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Infografis
Judi Politik Elon Musk:...
Judi Politik Elon Musk: Tesla Bakar Uang Rp1.100 Triliun Usai Umumkan Partai Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved