Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:51 WIB
loading...
Airlangga Bocorkan Lahan...
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji sejumlah lahan milik badan usaha milik negara (BUMN) di Bali sebagai salah satu alternatif lokasi pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Kajian tersebut dilakukan setelah pemerintah meninjau sejumlah kawasan strategis di Pulau Dewata, termasuk kawasan ekonomi khusus (KEK).

"Kemarin kami lihat beberapa KEK, dan juga lahan di Bali Barat maupun lahan di dekat bandara yang dimiliki oleh BUMN. Nah, jadi itu yang menjadi alternatif untuk pendirian PFII," kata Airlangga saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu (22/7/2026).

Baca Juga: Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap

Airlangga mengatakan pemerintah belum memutuskan lokasi pasti pembangunan PFII, termasuk apakah akan berada di kawasan KEK Kura Kura Bali, KEK Sanur, atau di luar kawasan ekonomi khusus. Menurut dia, konsep pusat keuangan internasional memiliki karakteristik yang berbeda dengan KEK sehingga tidak harus berada dalam kawasan tersebut. "Kalau fasilitasnya itu kan fasilitas financial center. Tapi kalau dibuat wilayah khusus melalui carving kawasan, itu namanya KEK," ujarnya.


Ia menjelaskan Bali dinilai memiliki sejumlah keunggulan untuk mendukung pengembangan PFII, termasuk infrastruktur yang terus berkembang dan keberadaan KEK sektor kesehatan. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk menunjang kebutuhan para investor, manajer investasi, dan pelaku industri keuangan yang nantinya beraktivitas di kawasan tersebut.

Menurut Airlangga, salah satu aspek yang sedang dikaji pemerintah adalah luas lahan dan kesiapan kawasan yang akan dipilih. Selain itu, pemerintah juga masih melakukan pembahasan lintas kementerian dan lembaga terkait aspek legal, termasuk landasan hukum serta persetujuan Presiden Prabowo Subianto sebelum lokasi ditetapkan secara resmi.

"Kajiannya pertama tentu luas lahannya. Kedua, lokasi Bali itu sangat cocok karena sudah ada KEK kesehatan. Salah satu syarat sebuah financial center adalah memiliki fasilitas kesehatan yang baik agar para manajer investasi, investor, dan pelaku usaha merasa nyaman dan aman," kata Airlangga.

Baca Juga: Tok! DPR Sahkan RUU PFII Jadi Undang-Undang

Pemerintah sebelumnya telah mengesahkan Undang-Undang tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) sebagai dasar hukum pembentukan pusat keuangan bertaraf global. Kehadiran PFII diharapkan mampu memperdalam pasar keuangan nasional, menarik investasi internasional, serta meningkatkan daya saing Indonesia sebagai salah satu pusat keuangan di kawasan Asia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
PFII Ditargetkan Beroperasi...
PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi
7 Kasus Pencucian Uang...
7 Kasus Pencucian Uang Terbesar di Indonesia, Nilainya Tembus Belasan Triliun hingga Penjara Seumur Hidup
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
Rekomendasi
Ditransfer Ruben Onsu...
Ditransfer Ruben Onsu Rp75 Juta, Sarwendah Dikabarkan Protes
Rumor Nintendo Switch...
Rumor Nintendo Switch 2: Remake Ocarina of Time dengan Kontroler Zelda Pro
Gejolak PPP Banten,...
Gejolak PPP Banten, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi
Berita Terkini
Cegah Penyelundupan,...
Cegah Penyelundupan, Barantin dan Bea Cukai Siapkan Pengawasan Bersama
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Beli Rumah Bukan Lagi...
Beli Rumah Bukan Lagi Mimpi! BRI x REI Expo Semarang 2026 Hadirkan KPR Super Ringan
Petani Sawit Tagih Bukti...
Petani Sawit Tagih Bukti di Balik Klaim Sukses DSI Tutup Gap Harga Ekspor
Danantara Puji Transformasi...
Danantara Puji Transformasi Digital Jasa Marga Tollroad Command Center
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved