AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Kamis, 23 Juli 2026 - 08:36 WIB
loading...
A
A
A
"Selat Hormuz berada di bawah kendali penuh kami dan ditutup secara total selama tindakan AS di kawasan ini berlanjut. Tidak ada kapal tanker yang diizinkan masuk atau keluar tanpa koordinasi dengan Iran," tegas juru bicara Garda Revolusi Iran.
Baca Juga: Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
Laporan keamanan maritim mengonfirmasi bahwa salah satu kapal berbendera Saudi, Encelia dihantam proyektil di Laut Merah. Houthi juga mengklaim telah memaksa sedikitnya 10 kapal kargo untuk berputar balik dan membatalkan pelayaran ke pelabuhan-pelabuhan Saudi.
Angka ini berbanding terbalik dari perkiraan analis yang memproyeksikan penurunan persediaan sebesar 1,1 juta barel. Meski persediaan minyak AS membengkak, ketakutan akan terputusnya dua jalur maritim paling vital di dunia -Selat Hormuz dan Laut Merah- tetap menjadi pendorong utama yang menyeret harga minyak ke tingkat yang kian mengkhawatirkan.
Akankah konflik AS-Iran meluas ini mendorong harga minyak melampaui USD100 per barel dalam beberapa hari ke depan?.
Tanker Saudi Ditembak di Laut Merah
Tak hanya di Selat Hormuz , kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran membuka front pertempuran baru dengan melancarkan blokade maritim terhadap Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb. Kelompok Houthi mengklaim telah menggempur dua kapal tanker minyak milik Arab Saudi.Baca Juga: Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
Laporan keamanan maritim mengonfirmasi bahwa salah satu kapal berbendera Saudi, Encelia dihantam proyektil di Laut Merah. Houthi juga mengklaim telah memaksa sedikitnya 10 kapal kargo untuk berputar balik dan membatalkan pelayaran ke pelabuhan-pelabuhan Saudi.
Stok Minyak AS Naik di Luar Dugaan
Di tengah kepanikan geopolitik Timur Tengah, data pasokan dalam negeri AS menunjukkan dinamika berbeda. Badan Informasi Energi AS (Energy Information Administration/EIA) melaporkan stok minyak mentah AS naik 2 juta barel minggu lalu akibat penurunan aktivitas kilang dan melesatnya volume impor.Angka ini berbanding terbalik dari perkiraan analis yang memproyeksikan penurunan persediaan sebesar 1,1 juta barel. Meski persediaan minyak AS membengkak, ketakutan akan terputusnya dua jalur maritim paling vital di dunia -Selat Hormuz dan Laut Merah- tetap menjadi pendorong utama yang menyeret harga minyak ke tingkat yang kian mengkhawatirkan.
Akankah konflik AS-Iran meluas ini mendorong harga minyak melampaui USD100 per barel dalam beberapa hari ke depan?.
(akr)
Lihat Juga :