EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
Kamis, 23 Juli 2026 - 16:46 WIB
loading...
A
A
A
Selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar juga menantikan sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, antara lain klaim pengangguran mingguan, data S&P Global Flash PMI yang akan dirilis pada Jumat, serta keputusan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) pada pekan depan yang diperkirakan akan memengaruhi arah pergerakan dolar AS.
Baca Juga: 'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Dari dalam negeri, pasar turut mencermati pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang membuka kemungkinan penyesuaian anggaran pertahanan dan kepolisian apabila tekanan terhadap kondisi fiskal dan target defisit meningkat. Namun, pemerintah menegaskan hingga kini belum ada pembahasan mengenai realokasi anggaran tersebut. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan pemerintah akan terus melakukan efisiensi anggaran untuk mendukung pengentasan kemiskinan dan kelaparan.
Sementara itu, Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan aliran investasi portofolio asing. Kebijakan tersebut diharapkan tetap menjaga momentum penyaluran kredit ke sektor riil.
Berdasarkan perkembangan sentimen global dan domestik tersebut, Ibrahim memperkirakan nilai tukar rupiah masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan berikutnya dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp17.930 hingga Rp17.980 per dolar AS.
Baca Juga: 'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Dari dalam negeri, pasar turut mencermati pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang membuka kemungkinan penyesuaian anggaran pertahanan dan kepolisian apabila tekanan terhadap kondisi fiskal dan target defisit meningkat. Namun, pemerintah menegaskan hingga kini belum ada pembahasan mengenai realokasi anggaran tersebut. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan pemerintah akan terus melakukan efisiensi anggaran untuk mendukung pengentasan kemiskinan dan kelaparan.
Sementara itu, Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan aliran investasi portofolio asing. Kebijakan tersebut diharapkan tetap menjaga momentum penyaluran kredit ke sektor riil.
Berdasarkan perkembangan sentimen global dan domestik tersebut, Ibrahim memperkirakan nilai tukar rupiah masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan berikutnya dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp17.930 hingga Rp17.980 per dolar AS.
(nng)
Lihat Juga :