EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:46 WIB
loading...
EskaIasi Laut Merah...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (23/7/2026). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (23/7/2026), tertekan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Di sisi domestik, pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan fiskal pemerintah serta keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan.

"Kelompok Houthi mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka menargetkan kapal tanker Saudi ENCELA dan LAYLIA setelah menuduh mereka melanggar blokade maritim yang baru diumumkan," kata analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam risetnya dikutip Kamis (23/7/2026).

Baca Juga: Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi

Rupiah ditutup melemah 19 poin atau sekitar 0,11% ke level Rp17.936 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Menurut Ibrahim, pelemahan mata uang Garuda dipengaruhi meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya distribusi minyak dunia setelah militan Houthi yang bersekutu dengan Iran mengklaim menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.


Serangan tersebut menambah eskalasi konflik di kawasan setelah kelompok Houthi sebelumnya mengancam memblokade kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb. Jalur tersebut merupakan salah satu rute pelayaran energi tersibuk di dunia yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Di saat yang sama, ketidakpastian juga meningkat di Selat Hormuz setelah militer Amerika Serikat melanjutkan serangan terhadap Iran. Garda Revolusi Iran melaporkan terjadi ledakan di jalur pelayaran yang dipasangi ranjau, menyebabkan satu kapal tanker terbakar dan dua kapal lainnya berbalik arah. Iran juga menyatakan memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz dan memperingatkan kapal tanker tidak dapat melintas tanpa koordinasi dengan otoritas setempat.

Menurut Ibrahim, gangguan di Selat Hormuz maupun Bab el-Mandeb berpotensi memaksa kapal tanker mengubah rute melalui Afrika bagian selatan sehingga memperpanjang waktu pelayaran, meningkatkan biaya logistik, premi asuransi, dan risiko terhadap rantai pasok energi global.

Selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar juga menantikan sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, antara lain klaim pengangguran mingguan, data S&P Global Flash PMI yang akan dirilis pada Jumat, serta keputusan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) pada pekan depan yang diperkirakan akan memengaruhi arah pergerakan dolar AS.

Baca Juga: 'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah

Dari dalam negeri, pasar turut mencermati pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang membuka kemungkinan penyesuaian anggaran pertahanan dan kepolisian apabila tekanan terhadap kondisi fiskal dan target defisit meningkat. Namun, pemerintah menegaskan hingga kini belum ada pembahasan mengenai realokasi anggaran tersebut. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan pemerintah akan terus melakukan efisiensi anggaran untuk mendukung pengentasan kemiskinan dan kelaparan.

Sementara itu, Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan aliran investasi portofolio asing. Kebijakan tersebut diharapkan tetap menjaga momentum penyaluran kredit ke sektor riil.

Berdasarkan perkembangan sentimen global dan domestik tersebut, Ibrahim memperkirakan nilai tukar rupiah masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan berikutnya dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp17.930 hingga Rp17.980 per dolar AS.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%,  Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Rekomendasi
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 34: Suasana Kampung Sindang Barang Mendadak Tegang
Febrie Adriansyah Ditahan,...
Febrie Adriansyah Ditahan, Eks Penyidik KPK: Kejagung Tunjukkan Keseriusan
Legislator Golkar: Ratifikasi...
Legislator Golkar: Ratifikasi Perjanjian Dagang Harus Berdampak Nyata bagi UMKM dan Industri
Berita Terkini
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
PGE Raih Fasilitas Pendanaan...
PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi
Pemerintah Bebaskan...
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Komponen Pesawat dan LPG Petrokimia
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved