Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
Kamis, 23 Juli 2026 - 18:05 WIB
loading...
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melaporkan kinerja di Semester I-2026. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp28,5 triliun pada semester I 2026 meningkat 25% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp22,8 triliun. Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan penyaluran kredit yang tetap kuat, kualitas aset yang membaik, serta efisiensi operasional yang semakin terjaga.
"Seluruh pencapaian tersebut dibangun di atas fondasi manajemen risiko yang kuat," kata Direktur Commercial Banking Bank Mandiri Totok Priyambodo dalam Paparan Kinerja Kuartal II 2026 yang digelar secara virtual, Kamis (23/7/2026).
Baca Juga: Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp4,65 Triliun per Januari 2026, Naik 16,18%
Totok mengatakan profitabilitas Bank Mandiri pada semester I 2026 tetap berada pada level yang sehat. Hal itu tercermin dari Return on Equity (ROE) sebesar 24,3% dan Return on Assets (ROA) sebesar 3,10%, yang menunjukkan kemampuan perseroan dalam menghasilkan keuntungan di tengah dinamika industri perbankan.
Dari sisi intermediasi, Bank Mandiri menyalurkan kredit sebesar Rp1.591 triliun hingga Juni 2026 atau tumbuh 19,9% secara tahunan. Perseroan menyebut laju pertumbuhan kredit tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan pertumbuhan industri perbankan pada periode yang sama.
Kualitas aset juga terus membaik. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross turun menjadi 0,98% dari 1,08% pada semester I 2025, mencerminkan pengelolaan risiko kredit yang semakin efektif.
Baca Juga: Bank Mandiri Cetak Laba Rp15,4 Triliun di Kuartal I 2026, Kucurkan Kredit Rp1.530 T
Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun Bank Mandiri mencapai Rp1.710,03 triliun hingga akhir Juni 2026, meningkat 17,1% dibandingkan Rp1.459,87 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, marjin bunga bersih (net interest margin/NIM) tercatat menurun menjadi 4,37% dari 4,63% pada semester I 2025. Meski demikian, tingkat efisiensi perseroan membaik yang tercermin dari rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang turun menjadi 57,6% dari sebelumnya 63,8%, sehingga menopang kinerja keuangan Bank Mandiri sepanjang paruh pertama tahun ini.
"Seluruh pencapaian tersebut dibangun di atas fondasi manajemen risiko yang kuat," kata Direktur Commercial Banking Bank Mandiri Totok Priyambodo dalam Paparan Kinerja Kuartal II 2026 yang digelar secara virtual, Kamis (23/7/2026).
Baca Juga: Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp4,65 Triliun per Januari 2026, Naik 16,18%
Totok mengatakan profitabilitas Bank Mandiri pada semester I 2026 tetap berada pada level yang sehat. Hal itu tercermin dari Return on Equity (ROE) sebesar 24,3% dan Return on Assets (ROA) sebesar 3,10%, yang menunjukkan kemampuan perseroan dalam menghasilkan keuntungan di tengah dinamika industri perbankan.
Dari sisi intermediasi, Bank Mandiri menyalurkan kredit sebesar Rp1.591 triliun hingga Juni 2026 atau tumbuh 19,9% secara tahunan. Perseroan menyebut laju pertumbuhan kredit tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan pertumbuhan industri perbankan pada periode yang sama.
Kualitas aset juga terus membaik. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross turun menjadi 0,98% dari 1,08% pada semester I 2025, mencerminkan pengelolaan risiko kredit yang semakin efektif.
Baca Juga: Bank Mandiri Cetak Laba Rp15,4 Triliun di Kuartal I 2026, Kucurkan Kredit Rp1.530 T
Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun Bank Mandiri mencapai Rp1.710,03 triliun hingga akhir Juni 2026, meningkat 17,1% dibandingkan Rp1.459,87 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, marjin bunga bersih (net interest margin/NIM) tercatat menurun menjadi 4,37% dari 4,63% pada semester I 2025. Meski demikian, tingkat efisiensi perseroan membaik yang tercermin dari rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang turun menjadi 57,6% dari sebelumnya 63,8%, sehingga menopang kinerja keuangan Bank Mandiri sepanjang paruh pertama tahun ini.
(nng)
Lihat Juga :