PLN EPI Kebut Ekosistem Biohidrogen, Optimalkan 60 Juta Ton Biomassa
Jum'at, 24 Juli 2026 - 19:41 WIB
loading...
A
A
A
Sejak 2022, PLN EPI telah membangun ekosistem biomassa melalui kemitraan dengan pemerintah daerah, kelompok tani, koperasi, BUMDes, dan sektor swasta. Biomassa yang dikumpulkan dimanfaatkan untuk program co-firing pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), sekaligus dikembangkan menjadi Compressed Biogas (CBG), biochar, dan berbagai proyek waste-to-energy.
Baca Juga: Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
Dalam peta jalan pengembangan bioenergi, PLN EPI menempatkan hidrogen dan amonia sebagai salah satu pilar bisnis masa depan. Pada periode 2026–2030, perusahaan akan menjalankan studi kelayakan, proyek percontohan, hingga uji coba pemanfaatan hidrogen dan amonia di pembangkit listrik sebagai tahap awal menuju komersialisasi.
"Kami telah menyiapkan roadmap serta membangun kemitraan dengan berbagai penyedia teknologi. Tantangan berikutnya adalah membangun ekosistem yang kuat melalui kolaborasi agar potensi biomassa Indonesia dapat dioptimalkan menjadi fondasi industri hidrogen rendah karbon di masa depan," ujar Hokkop.
Untuk mempercepat pengembangan ekosistem tersebut, PLN EPI telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 16 mitra strategis, termasuk dalam pengembangan biohidrogen, electro-Sustainable Aviation Fuel (eSAF), dan green ammonia. Dalam jangka panjang, perusahaan menargetkan biohidrogen tidak hanya memenuhi kebutuhan pembangkit listrik, tetapi juga mendukung dekarbonisasi industri semen, baja, dan petrokimia, sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi dan memperkuat daya saing industri hijau Indonesia.
Baca Juga: Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
Dalam peta jalan pengembangan bioenergi, PLN EPI menempatkan hidrogen dan amonia sebagai salah satu pilar bisnis masa depan. Pada periode 2026–2030, perusahaan akan menjalankan studi kelayakan, proyek percontohan, hingga uji coba pemanfaatan hidrogen dan amonia di pembangkit listrik sebagai tahap awal menuju komersialisasi.
"Kami telah menyiapkan roadmap serta membangun kemitraan dengan berbagai penyedia teknologi. Tantangan berikutnya adalah membangun ekosistem yang kuat melalui kolaborasi agar potensi biomassa Indonesia dapat dioptimalkan menjadi fondasi industri hidrogen rendah karbon di masa depan," ujar Hokkop.
Untuk mempercepat pengembangan ekosistem tersebut, PLN EPI telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 16 mitra strategis, termasuk dalam pengembangan biohidrogen, electro-Sustainable Aviation Fuel (eSAF), dan green ammonia. Dalam jangka panjang, perusahaan menargetkan biohidrogen tidak hanya memenuhi kebutuhan pembangkit listrik, tetapi juga mendukung dekarbonisasi industri semen, baja, dan petrokimia, sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi dan memperkuat daya saing industri hijau Indonesia.
(nng)
Lihat Juga :