Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia

Jum'at, 24 Juli 2026 - 21:53 WIB
loading...
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia perlu bertransformasi dari produsen kelapa sawit terbesar di dunia menjadi pusat hilirisasi sawit global. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Indonesia perlu bertransformasi dari produsen kelapa sawit terbesar di dunia menjadi pusat hilirisasi sawit global guna meningkatkan nilai tambah, memperkuat daya saing industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Transformasi tersebut juga dinilai dapat memperluas pasar produk turunan sawit sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor berbagai komoditas strategis.

"Sejauh ini Indonesia sudah mendorong hilirisasi kelapa sawit. Cuma mungkin hilirisasi belum beragam. Oleh karena itu, perlu ada strategi agar Indonesia bisa menjadi pusat hilirisasi industri sawit global," ujar Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal seperti dikutip pada Jumat (24/7/2026).

Baca Juga: Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat

Dia mengatakan Indonesia telah mengembangkan berbagai produk turunan kelapa sawit, namun potensi hilirisasi yang dimiliki masih jauh lebih besar dibandingkan capaian saat ini. Menurut Faisal, pemerintah perlu menyiapkan arah kebijakan yang jelas untuk mempercepat pengembangan hilirisasi sawit nasional. Kebijakan tersebut perlu didukung insentif dan disinsentif fiskal maupun nonfiskal guna mendorong investasi di sektor hilir, sekaligus memperkuat sektor hulu sebagai penopang keberlanjutan pasokan bahan baku bagi industri pengolahan.



Ia menambahkan percepatan hilirisasi akan menciptakan industri manufaktur berbasis sawit yang menghasilkan produk bernilai tambah tinggi. Langkah tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja, memperkuat struktur industri nasional, serta mendongkrak pendapatan masyarakat.

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) pun terus mendukung percepatan hilirisasi melalui berbagai inisiatif, antara lain penguatan riset dan inovasi, promosi, kemitraan, serta pengembangan sumber daya manusia di sektor kelapa sawit. Upaya itu diarahkan untuk membangun industri sawit yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Baca Juga: Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor

Sementara, Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Tungkot Sipayung menilai hilirisasi merupakan strategi untuk menghasilkan produk turunan bernilai tambah tinggi sekaligus memperluas pasar industri sawit Indonesia. Menurut dia, hilirisasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekspor, tetapi juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor energi dan bahan kimia melalui pengembangan biodiesel, sustainable aviation fuel (SAF), serta produk oleokimia.

"Dengan hilirisasi sawit, kita bisa berubah dari raja CPO dunia menjadi raja oleokimia, raja biofuel, raja biomaterial, dan raja oleofood global," ujar Tungkot.

Ia menambahkan, pengembangan produk hilir sawit berpotensi menggantikan impor avtur, bensin, maupun kimia organik berbasis petrokimia sehingga memperkuat ketahanan industri dan energi nasional.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPDP Perkuat Tata Kelola...
BPDP Perkuat Tata Kelola Industri Sawit Melalui Pedoman Pengarusutamaan Gender
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pimpin Pengembangan Ekosistem SAF di ASEAN
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Prabowo Heran Minyak...
Prabowo Heran Minyak Goreng Sempat Langka, Padahal Indonesia Penghasil Sawit Terbesar
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
Pekebun Sawit di Bengkulu...
Pekebun Sawit di Bengkulu Selatan Dilatih Budidaya dan Pemetaan Modern
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Rekomendasi
Febrie Adriansyah Ditahan,...
Febrie Adriansyah Ditahan, Eks Penyidik KPK: Kejagung Tunjukkan Keseriusan
Tanoto Scholars Gathering...
Tanoto Scholars Gathering 2026 Perkuat Kepemimpinan 240 Penerima Beasiswa TELADAN
Kapolri dan Istri Tinjau...
Kapolri dan Istri Tinjau Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara, Dukung Penguatan UMKM
Berita Terkini
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
PGE Raih Fasilitas Pendanaan...
PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi
Pemerintah Bebaskan...
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Komponen Pesawat dan LPG Petrokimia
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved